Menu ✖

Mode Gelap
GP Ansor Merauke Gelar DTD dan Susbalan, Cetak Banser Militan Patren Merauke Jadikan Kemah Santri Wadah Pemersatu Generasi Pesantren Kader Muhammadiyah Merauke Ikuti Digital Marketing Tebar Kurban JUMAT DALAM TITIAN WAKTU Polres Merauke Raih Juara I LKTI HUT Lalu Lintas ke-71

Editor's Pick · 16 Okt 2026 19:34 WIT ·

Patren Merauke Jadikan Kemah Santri Wadah Pemersatu Generasi Pesantren


					Patren Merauke Jadikan Kemah Santri Wadah Pemersatu Generasi Pesantren Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Pemuda Alumni Pesantren (Patren) Merauke bersama Pemerintah Kabupaten Merauke menggelar perkemahan santri di pelataran Masjid Baiturrahmah Muli, Jumat, (16/10/2026) malam.

Agenda tahunan dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2026 ini melibatkan kolaborasi organisasi keagamaan setempat dan mitra terkait.

Persiapan kemah dimulai sejak pagi hari. Para santri bersama panitia mendirikan deretan tenda mulai pukul 11.00 WIT sebelum perkemahan resmi dibuka dengan kehadiran perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, para alim ulama, serta ratusan santri.

Ketua Panitia HSN Kabupaten Merauke 2026 sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Merauke, Abdul Chaliq Lc, menerangkan bahwa kemah ini menjadi agenda lanjutan dari rangkaian peringatan HSN.

“Alhamdulillah, hari ini kita berada di halaman Masjid Baiturrahmah Muli, yang mana diadakan di sini Kemah Santri. Ini merupakan agenda kedua dalam rangkaian seluruh kegiatan Hari Santri Nasional yang diawali kemarin kirab, kemudian lomba kreativitas baris-berbaris, dan dilanjutkan dengan Kemah Santri,” tutur Abdul Chaliq di lokasi kegiatan.

Tercatat sekitar 15 lembaga pendidikan Islam mengirimkan delegasi ke perkemahan ini. Partisipan berdatangan dari pondok terdekat hingga distrik terjauh di pelosok Merauke.

“Rangkaian Kemah Santri ini diikuti oleh kurang lebih 15 sekolah Islam yang ada di Kabupaten Merauke. Mulai dari yang paling jauh dulu, Muting, di sana diwakili oleh DDI Al-Munawwarah Muting. Kemudian ada DDI Al-Munawwarah Jagebob,” urai Abdul.

Pondok dari wilayah lain menyusul hadir.

Ia memaparkan, kafilah lain yang berpartisipasi mencakup Pesantren Al-Khadijah SP2 Tanah Miring, Pesantren As-Syifa Sidomulyo, Ponpes Hidayatullah Kelapa Lima (putra dan putri), An-Najah Yamra, DDI Al-Munawwarah Kota, serta DDI Lampu Satu. Hadir pula santri Baitul Ummah, Pesantren Tahfiz, Darul Fatah Al-Qur’an, Darul Mukhlasin Riyadul Jannah, MTs Negeri Kurik, dan sejumlah madrasah aliyah lain.

Selama tiga hari perkemahan, panitia menyuguhkan aneka kompetisi keterampilan syiar dan keagamaan. Cabang lomba meliputi Hifzil Qur’an 1 juz bagi tingkat SMP/MTs dan 5 juz untuk tingkat MA/SMA, serta Tilawatil Qur’an kategori anak-anak dan remaja.

Namun begitu, ada terobosan berbeda dalam agenda tahun ini. Panitia meracik format kompetisi pidato kolaboratif yang menggabungkan tiga bahasa sekaligus.

“Lomba yang kami racik baru dalam kegiatan tahun ini, yaitu lomba yang dilakukan oleh tiga orang santri maju dengan berkolaborasi tiga bahasa—Inggris, Arab, dan Indonesia—secara bergantian tanpa saling menerjemahkan. Jadi ini untuk melatih kreativitas santri dalam public speaking-nya dan juga mengolah vokal bahasanya,” jelas pemimpin Ponpes Hidayatullah tersebut.

Rangkaian kompetisi berakhir menjelang peringatan akbar santri. Seluruh peserta nantinya diarahkan mengikuti apel puncak Hari Santri Nasional yang dijadwalkan berlangsung Kamis, 22 Oktober 2026 di Lapangan Kapsul Waktu, tepat di seberang Kantor Pemerintah Kabupaten Merauke.

“Di sana nanti akan dibagikan hadiah-hadiah pemenang dan menampilkan kreativitas dari santri-santri,” sambungnya.

Abdul menegaskan, kemah ini sengaja dirancang interaktif guna meruntuhkan sekat eksklusivitas antarorganisasi keagamaan di bumi Anim Ha.

“Harapan kami dari kegiatan santri ini, pertama tentunya Kemah Santri ini ingin menyatukan setiap pesantren yang ada. Jadi tidak ada lagi gontok-gontokan bilang ini khusus pesantren NU, Muhammadiyah, Wahdah, atau Hidayatullah, akan tetapi semua ustaz dan santrinya bisa bersatu. Kami buat semenarik mungkin supaya banyak yang berpartisipasi dan tidak jenuh jadi santri,” katanya.

Ia pun menaruh asa agar para santri kelak berdiaspora ke berbagai sektor publik dengan memegang teguh integritas.

“Santri tidak hanya tahunya hafal Quran dan ibadah saja, tetapi mereka juga harus tahu baris-berbaris dan pendidikan kebangsaan. Ketika mereka jadi santri tidak harus jadi ustaz saja, tetapi bisa mengisi seluruh komponen masyarakat baik sisi pemerintah atau agama dengan membawa akhlak santri. Sehingga muncullah pejabat, pedagang, dan pengusaha yang jujur dan amanah, serta tidak ada lagi istilah koruptor atau tikus-tikus berdasi di masa depan,” tambah Abdul.

Usai penunaian sholat Isya berjamaah, agenda bergeser ke pembekalan mental dan wawasan kebangsaan. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Merauke, Sukito, S.Sos, hadir langsung menggembleng para pemuda santri.

Birokrat senior itu membagikan potret masa lalunya sebagai anak transmigran di Kurik 6 demi memompa motivasi generasi muda.

“Harapan kami jangan sia-siakan harapan orang tua. Jadikanlah orang tua bangga terhadap kamu, itu salah satu wawasan kebangsaan, salah satu kamu wujudkan impian kamu, bagaimana kalian bisa mengabdi terhadap nusa dan bangsa. Bapak dulu anak lokasi Kurik 6, ketika sekolah naik kuda, nggak pakai sepatu,” kenang Sukito di hadapan para santri.

Jalan terjal tak memadamkan mimpinya.

“Kadang-kadang kalau hujan, bapak pikul sepeda karena tanah merah itu lengket dan lain sebagainya, tapi bapak punya impian, bapak punya mimpi. Lanjut SMP sama di Kurik 5, tapi bapak ke kota bagaimana saya harus sekolah. Model kita dulu ikut-ikut orang membantu orang disekolahkan, tapi alhamdulillah waktu itu saya ikut kakak sendiri di Merauke, sekolah di SMEA,” ucap Sukito.

Perjalanan nasib mengantarkannya menembus seleksi aparatur sipil negara kendati bukan lulusan perguruan tinggi kepamongprajaan.

“Saya dalam perjalanan karier saya, saya bukan STPDN, bukan sekolah pemerintahan, tapi saya bisa diangkat jadi Lurah Rimba Jaya. Lurah Rimba Jaya waktu itu termasuk depan Yamaha ini jalan Yobar, wilayah saya sampai Wasur, Bokem, Muli—Muli ini dulu wilayah saya—Sepadim, sampai di Kamundu,” tuturnya.

Di hadapan santri, Sukito menggarisbawahi peran vital kiai dan kaum sarungan dalam tonggak kemerdekaan Indonesia, terutama lahirnya Resolusi Jihad 22 Oktober yang meletuskan pertempuran 10 November di Surabaya.

“Santri dan ulama kiai waktu itu punya saham yang sangat besar terhadap berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekarang adik-adik bayangkan bambu runcing melawan tank, melawan senjata otomatis, tapi Allah berkehendak waktu itu Jenderal Mallaby terbunuh oleh arek-arek Suroboyo yaitu para santri dan para ulama,” tegas Kepala Kesbangpol.

Pria berkemeja dinas ini kemudian mengupas arti persatuan di tengah kemajemukan nusantara yang membentang di 17.800 lebih pulau, 1.304 suku bangsa, serta 700 dialek lokal. Kekayaan suku asli Papua seperti etnis Marind menjadi bukti nyata kebhinekaan tersebut.

“Arti wawasan kebangsaan itu cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya yang mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah, mengutamakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” paparnya.

Sukito turut mengingatkan tantangan derasnya arus digitalisasi modern yang kini menerpa Generasi Z tanpa sekat. Ia menekankan empat konsensus dasar negara—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—sebagai kompas hidup dalam menyambut visi Indonesia Emas 2045.

“Di Indonesia Emas nanti 2045 Indonesia berharap rakyat adil dan makmur, mempunyai SDM yang unggul. Adil dan makmur berarti nggak ada orang miskin, mempunyai sumber daya manusia yang unggul, pendidikannya unggul,” pungkasnya. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

GP Ansor Merauke Gelar DTD dan Susbalan, Cetak Banser Militan

16 Oktober 2026 - 23:23 WIT

Kader Muhammadiyah Merauke Ikuti Digital Marketing Tebar Kurban

16 Oktober 2026 - 18:32 WIT

Penyerahan sertifikat kepada narasumber Rizki Adi Saputra pada pelatihan digital marketing Tebar Kurban di Merauke

Polres Merauke Raih Juara I LKTI HUT Lalu Lintas ke-71

16 Oktober 2026 - 06:36 WIT

Ipda Andre Msb menyampaikan apresiasi LKTI Polres Merauke

Lanud Dimara Kenalkan SMA Pradita Dirgantara di SMPN 2 Merauke

15 Oktober 2026 - 21:05 WIT

TEP IPB Kaji Jerami Amoniasi, Siasati Pakan Sapi Salor Saat Kemarau

14 Oktober 2026 - 21:20 WIT

TNI dan Warga Tanam 3.000 Bibit Mangrove di Pantai Yobar Merauke

14 Oktober 2026 - 20:07 WIT

Trending di News