Menu ✖

Mode Gelap
Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan IM3 Platinum Plus Bundling iPhone 18 Pro dan Pro Max GP Ansor Merauke Gelar DTD dan Susbalan, Cetak Banser Militan

News · 20 Okt 2026 12:27 WIT ·

Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan


					Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan Perbesar

 

Jakarta, – Kabarlagi.id Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault mengenang sosok legendaris dunia penyiaran Indonesia, Sambas Mangundikarta, sebagai komentator olahraga yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menghidupkan suasana pertandingan melalui suaranya.

Kenangan tersebut disampaikan Adhyaksa dalam acara *100 Tahun Inspirasi Generasi Penyiar – Tribute to Sambas Mangundikarta* yang digelar di Auditorium Yusuf M. Ronodipuro, RRI Jakarta, Senin (19/10/2026).

Menurut Adhyaksa, Sambas bukan sekadar komentator yang menjelaskan jalannya pertandingan. Gaya bertuturnya yang khas mampu membawa penonton merasakan langsung ketegangan dan perjuangan para atlet di lapangan.

“Suara Pak Sambas itu mantap, tegas, tenang, tetapi juga sangat eksploratif. Kalau beliau menceritakan pertandingan, kita seperti ikut berada di lapangan dan ikut berjuang,” ujar Adhyaksa.

Ia menilai kemampuan Sambas dalam membangun suasana melalui kata-kata menjadi salah satu kekuatan yang membuat sosoknya terus dikenang lintas generasi.

### Olahraga dan Pembentukan Karakter Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, Adhyaksa juga menyinggung peran olahraga yang tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik dan geopolitik dunia.

Ia mencontohkan persaingan negara-negara besar pada masa Perang Dingin yang turut tercermin dalam berbagai kompetisi olahraga internasional, termasuk Olimpiade.

Namun, menurut dia, olahraga memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar persaingan untuk meraih kemenangan.

Nilai-nilai seperti kerja keras, dedikasi, ketekunan, dan disiplin merupakan bagian penting dalam membentuk karakter sebuah bangsa.

“Di dalam olahraga ada nilai kerja keras, dedikasi, ketekunan, dan disiplin. Dari sanalah karakter bangsa bisa dibangun. Pak Sambas membawa nilai-nilai itu melalui penyampaian dan ulasannya,” tutur Adhyaksa.

Ia mengatakan, kreativitas Sambas dalam menyampaikan ulasan pertandingan membuat pesan-pesan olahraga dapat diterima masyarakat dengan cara yang menarik sekaligus mudah dipahami.

### Mengenalkan Sambas kepada Generasi Muda

Peringatan satu abad kelahiran Sambas Mangundikarta juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali kiprahnya kepada generasi muda, terutama mereka yang menekuni bidang penyiaran, jurnalistik, dan komunikasi.

Tika Bisono, yang turut terlibat dalam penyelenggaraan acara, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap kontribusi Sambas dalam perkembangan dunia penyiaran Tanah Air.

“Perayaan 100 Tahun Inspirasi Generasi Penyiar – Tribute to Sambas Mangundikarta ini merupakan sebuah perayaan istimewa dan luhur, di mana seluruh narasumber dan artis pengisi acara menyuguhkan talk show tentang dunia penyiaran yang mumpuni dan persembahan lagu-lagu karya Sambas Mangundikarta yang sangat dikenal masyarakat pada zamannya,” kata Tika dalam keterangan panitia.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Adhyaksa Dault, M. Kabul Budiono, Yassir Den Has, dan Brigitta Isworo Laksmi.

Kegiatan dipandu oleh Isabella Fawzi dengan Tika Bisono sebagai pembawa acara. Masyarakat juga dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara daring melalui kanal YouTube RRI Jakarta.

### Hetty Koes Endang Bawakan Manuk Dadali

Selain diskusi mengenai dunia penyiaran, peringatan 100 tahun Sambas Mangundikarta turut dimeriahkan dengan penampilan musik.

Penyanyi senior Hetty Koes Endang tampil membawakan lagu berbahasa Sunda, “Manuk Dadali”, yang dikenal luas masyarakat sejak dekade 1960-an.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap warisan karya Sambas, yang kiprahnya tidak hanya dikenal dalam dunia penyiaran olahraga, tetapi juga musik dan kebudayaan.

Panitia berharap penghormatan terhadap Sambas tidak berhenti pada peringatan satu abad kelahirannya.

Kegiatan serupa direncanakan kembali digelar pada 2027 dengan melibatkan pemerintah daerah Bandung dan Subang serta memberikan ruang lebih luas bagi pengenalan kebudayaan Sunda.

Melalui peringatan ini, warisan Sambas Mangundikarta diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penyiar berikutnya, khususnya dalam menghadirkan informasi yang tidak hanya jelas dan menarik, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai positif kepada masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi

20 Oktober 2026 - 16:27 WIT

Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan

20 Oktober 2026 - 12:32 WIT

IM3 Platinum Plus Bundling iPhone 18 Pro dan Pro Max

20 Oktober 2026 - 04:10 WIT

Tangan memegang iPhone 18 Pro dengan promo IM3 Platinum

GP Ansor Merauke Gelar DTD dan Susbalan, Cetak Banser Militan

16 Oktober 2026 - 23:23 WIT

Patren Merauke Jadikan Kemah Santri Wadah Pemersatu Generasi Pesantren

16 Oktober 2026 - 19:34 WIT

Kader Muhammadiyah Merauke Ikuti Digital Marketing Tebar Kurban

16 Oktober 2026 - 18:32 WIT

Penyerahan sertifikat kepada narasumber Rizki Adi Saputra pada pelatihan digital marketing Tebar Kurban di Merauke
Trending di Bisnis