Menu ✖

Mode Gelap
Minggu Kasih, Kapolres Merauke Ajak Jemaat Jadi Lilin Penerang Polsek Kimaam Gencarkan Patroli Cipkon dan Cegah Karhutla Rolade Kambing Dalica Aceh Antar Aceh Tamiang Raih Juara Umum Ekspedisi Patriot 14 IPB Tingkatkan Nilai Jual Hasil Laut Kumbe Atasi Krisis Pakan di Merauke, TEP IPB Latih Warga Olah Pakan Fermentasi Lokal di Semangga

Bisnis · 24 Okt 2026 12:05 WIT ·

Ekspedisi Patriot 14 IPB Tingkatkan Nilai Jual Hasil Laut Kumbe


					Ekspedisi Patriot 14 IPB Tingkatkan Nilai Jual Hasil Laut Kumbe Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Tim Ekspedisi Patriot 14 IPB University menggelar Pelatihan Kelembagaan dan Komersialisasi bertema “Strategi Pemasaran Diversifikasi Produk Perikanan di Kampung Kumbe, Distrik Malind, Merauke”, Sabtu, (24/10/2026). Kegiatan di Aula SMK Negeri 4 Kumbe ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perikanan agar mampu mengembangkan produk olahan yang berdaya saing dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Pelatihan menghadirkan William Sutioso, B.Sc., Direktur Utama PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk, sebagai narasumber. Pesertanya perwakilan kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (POKLAHSAR) Kampung Kumbe, yakni Yanbui, Namuk-namuk, Malind Iwak, Kuban, dan Terasku.

Pemaparan materi pelatihan pemasaran UMKM Kumbe

Pemaparan materi strategi pemasaran produk perikanan pada pelatihan UMKM Kampung Kumbe di Merauke (Sumber: istimewa)

Ketua Tim Ekspedisi Patriot 14 IPB University, Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi., menekankan pentingnya menghubungkan pengembangan produk perikanan dengan strategi pemasaran yang tepat. Diversifikasi produk, menurutnya, perlu diikuti penguatan kelembagaan, pengemasan, dan akses pasar agar manfaat ekonominya berkelanjutan bagi masyarakat. Ia menambahkan, potensi perikanan Kampung Kumbe perlu didukung kemampuan pelaku UMKM mengolah hasil tangkapan, menjaga kualitas produk, dan memasarkannya secara tepat, sehingga produk olahan lokal semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kepala Distrik Malind, Agustinus Hendra Way, dalam sambutan pembukaannya menyoroti pentingnya pengembangan usaha masyarakat berbasis potensi lokal. Ia berharap pelatihan ini mendorong pelaku UMKM terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk, karena dengan keterampilan yang meningkat, pengelolaan usaha yang lebih baik, dan pemasaran yang tepat, potensi perikanan Distrik Malind dapat memberi nilai tambah serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Strategi Pemasaran Dimulai dari Memahami Pembeli

Dalam pemaparannya, William Sutioso menjelaskan strategi pemasaran harus dimulai dengan mengenali calon konsumen, menentukan produk yang sesuai, menghitung harga jual, serta memilih saluran distribusi yang tepat. “Pelaku usaha harus tahu siapa pembelinya, apa yang mereka butuhkan, berapa harga yang sesuai, dan di mana produk akan dijual,” jelasnya. Sasaran pasarnya bisa mulai dari masyarakat kampung, ibu rumah tangga, pegawai, pendatang, kantin, hingga usaha katering perkantoran.

William juga menekankan pengolahan hasil perikanan dapat meningkatkan daya simpan sekaligus nilai jual produk. Diversifikasi menjadi abon ikan, nugget ikan, sambal ikan, dan ikan asap disebutnya dapat menjadi peluang usaha bagi UMKM di Kampung Kumbe.

Aspek harga turut dibahas lewat perhitungan harga pokok produksi (HPP), yang mencakup biaya bahan baku dan biaya pendukung. Sebagai ilustrasi, produk dengan total modal Rp10.000 dapat dijual Rp13.000 apabila ditargetkan memperoleh keuntungan Rp3.000. Pelaku usaha disarankan mempertimbangkan margin keuntungan sekitar 20–40 persen dari modal, dengan tetap memperhatikan biaya produksi, daya beli konsumen, dan harga pesaing.

Kemasan dan merek pun menjadi perhatian. William mengibaratkan keduanya sebagai “baju” produk yang membentuk kesan pertama konsumen. Label produk perlu memuat nama produk, berat bersih, tanggal produksi atau kedaluwarsa sesuai ketentuan, serta kontak usaha. Pelaku UMKM juga didorong mengurus legalitas usaha dan produk, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta perizinan pangan olahan sesuai jenis produknya.

Tim Ekspedisi Patriot 14 IPB University dipimpin Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi., bersama anggota Yomivin Varel Hendayana, S.Pi., Furqon Sidiq, S.Pi., Setiadi M Noor, S.Pi., M.Si., Lailancika Ansyar, S.Pi., dan Oktaviani, S.Pd. Tim ini mendampingi masyarakat Distrik Malind dalam pengembangan potensi perikanan dan penguatan UMKM, dan melalui pelatihan ini UMKM Kampung Kumbe diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing, serta memperluas jangkauan pemasaran. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Minggu Kasih, Kapolres Merauke Ajak Jemaat Jadi Lilin Penerang

25 Oktober 2026 - 13:26 WIT

Kapolres Merauke sampaikan pesan Kamtibmas di GKI Euangelion

Polsek Kimaam Gencarkan Patroli Cipkon dan Cegah Karhutla

24 Oktober 2026 - 13:30 WIT

Patroli Cipkon Polsek Kimaam di Kampung Kimaam

Rolade Kambing Dalica Aceh Antar Aceh Tamiang Raih Juara Umum

24 Oktober 2026 - 12:29 WIT

Forikan Aceh Tamiang juara umum Lomba Masak Meuseuraya Rasa 2026

Atasi Krisis Pakan di Merauke, TEP IPB Latih Warga Olah Pakan Fermentasi Lokal di Semangga

24 Oktober 2026 - 09:34 WIT

Ekspedisi Patriot IPB Latih UMKM Kumbe Manfaatkan AI

23 Oktober 2026 - 12:05 WIT

Desain kemasan Ikan Asin Kakap UMKM Namuk-namuk Kumbe

Cegah Karhutla Meluas, Lanud J.A. Dimara dan BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

22 Oktober 2026 - 23:41 WIT

Trending di News