Jakarta,— Kabarlagi.id Solidaritas Indonesia terhadap Palestina tidak hanya dapat diwujudkan melalui dukungan diplomatik dan bantuan kemanusiaan, tetapi juga melalui kebudayaan, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat. Semangat inilah yang diusung Budayantara melalui rangkaian kegiatan Budayantara Fest 2026, dengan menjadikan kebudayaan sebagai jembatan persahabatan Indonesia–Palestina.
Inisiator Diplomasi Budaya Budayantara Fest 2026, Renee Partina, memaknai kegiatan penanaman pohon solidaritas sebagai simbol persahabatan antara dua bangsa. Pohon yang ditanam bukan sekadar bagian dari upaya menjaga lingkungan, melainkan juga perlambang harapan, perdamaian, dan hubungan yang diharapkan tumbuh kuat dari generasi ke generasi.dalam pernyataannya.Rabu (28/10/2026).
Melalui simbol tersebut, Budayantara ingin menghadirkan pesan bahwa persahabatan antarbangsa perlu dirawat secara berkelanjutan. Sebagaimana pohon membutuhkan tanah yang subur, air, dan perhatian untuk tumbuh, hubungan antarmanusia juga membutuhkan kepedulian, penghormatan, serta komitmen bersama.
Dari pohon solidaritas menuju ruang pendidikan

Semangat solidaritas itu tidak berhenti di ruang kegiatan budaya. Budayantara juga membawa nilai-nilai kemanusiaan, persahabatan, dan kepedulian terhadap warisan budaya Palestina ke lingkungan sekolah.
Pendekatan pendidikan ini menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang arti persaudaraan lintas bangsa. Anak-anak tidak hanya diajak mengenal kebudayaan sebagai kesenian atau tradisi, tetapi juga memahami nilai-nilai yang hidup di dalamnya, seperti gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, kepedulian terhadap sesama, dan penghargaan terhadap identitas budaya.
Warisan budaya Palestina dalam konteks ini menjadi salah satu pintu untuk mengenalkan kekayaan identitas suatu bangsa sekaligus menumbuhkan empati terhadap masyarakat yang menghadapi persoalan kemanusiaan.
Dengan demikian, kebudayaan tidak berhenti sebagai objek pertunjukan. Ia menjadi sarana pendidikan karakter dan ruang perjumpaan yang memungkinkan generasi muda memahami bahwa kemanusiaan melampaui batas geografis dan kebangsaan.
Diplomasi budaya sebagai jembatan persaudaraan
Melalui seni, tradisi, dan perjumpaan budaya, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan kepedulian sekaligus membangun pemahaman bersama. Beragam ekspresi budaya Nusantara menjadi bagian dari upaya mempertemukan identitas lokal dengan nilai kemanusiaan universal.
Pendekatan tersebut memperluas makna diplomasi budaya. Diplomasi tidak hanya berlangsung melalui pertemuan resmi antarpemerintah, tetapi juga dapat tumbuh melalui interaksi masyarakat, kegiatan pendidikan, pelestarian tradisi, dan aksi solidaritas yang melibatkan berbagai kalangan.
Bagi Budayantara, dukungan terhadap Palestina dapat dirawat melalui beragam jalur yang saling melengkapi, diplomasi, kepedulian kemanusiaan, pengenalan warisan budaya, serta penguatan persaudaraan antarmasyarakat.
Dari budaya untuk kemanusiaan
Pesan utama yang ingin disampaikan Budayantara adalah bahwa kebudayaan memiliki kekuatan untuk menghubungkan manusia, menumbuhkan empati, dan menjaga ingatan kolektif tentang nilai-nilai kemanusiaan.
Penanaman pohon solidaritas menjadi simbol dari komitmen tersebut. Sementara itu, kegiatan di lingkungan sekolah menjadi upaya menanamkan nilai persahabatan dan kepedulian sejak dini.
Melalui semangat “Dari Budaya untuk Kemanusiaan”, Budayantara berupaya menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan solidaritas kemanusiaan bukanlah dua hal yang terpisah. Keduanya dapat berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang menghargai keberagaman dan menjunjung martabat manusia.***









