Merauke – Kabarlagi.id. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Merauke menggelar sosialisasi di lokalisasi Yobar guna membendung penularan HIV/AIDS serta infeksi menular seksual (IMS), Rabu (28/10/26). Agenda tatap muka tersebut diikuti oleh 100 orang peserta dari lingkungan setempat.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris KPA Kabupaten Merauke Sudarmi, S.H., pemateri Epainetus Wuryanto, pendamping CST Florida Basik-basik, beserta jajaran staf.
Sudarmi menerangkan, edukasi tatap muka ini bertujuan membangun kewaspadaan warga agar terhindar dari paparan virus. Menurutnya, penularan HIV/AIDS di Kota Merauke kini menunjukkan tren lonjakan yang mengkhawatirkan karena telah merambah berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak remaja hingga kelompok ibu rumah tangga.
KPA mengimbau masyarakat menjauhi perilaku seks bebas serta selalu memakai kondom untuk menekan risiko penularan. Warga juga didorong proaktif mengenali kondisi kesehatan sendiri lewat layanan tes tanpa tarif yang disediakan pemerintah.
Pemeriksaan ini terjamin aman. Sudarmi memastikan seluruh hasil tes maupun status kesehatan setiap warga yang memeriksa diri dirahasiakan sepenuhnya dari publik.
Pemaparan materi dalam agenda tersebut mengupas perjalanan penularan virus dan ragam penyakit infeksi menular seksual.
“Dengan pengenalan tanda-tanda penyakit dapat menambah wawasan dan selain itu selalu gunakan kondom untuk menghindari infeksi IMS,” kata Wuryanto.
Kawasan lokalisasi Yobar sendiri tergolong aman dari lonjakan infeksi menular seksual. Kuncinya ada pada kepatuhan. Para penghuni di kawasan tersebut dinilai memiliki kedisiplinan tinggi dalam menggunakan alat kontrasepsi pengaman saat beraktivitas.
Ketua Koordinator RT 19 Lokalisasi Yobar, Ibu Yuliati, menyambut positif pembinaan kesehatan tersebut. Ia mengungkapkan, KPA sebelumnya kerap menggelar agenda penyuluhan serupa secara berkala tiap tiga bulan sekali.
Edukasi dinilai sangat membantu warga baru yang datang silih berganti agar tidak awam terhadap ancaman penyakit kelamin.
“Kerja boleh, cari uang boleh, tapi intinya yang utama adalah sehat,” kata Yuliati.
Meski begitu, ia berharap penyuluhan serupa terus berkesinambungan demi menyukseskan target Three Zero penanggulangan AIDS di Merauke. Pemerintah daerah diharapkan mengambil tindakan efektif yang tepat sasaran agar laju kasus baru bisa ditekan secara nyata.
“Harapannya ada langkah-langkah dari pemerintah untuk bisa mencapai Three Zero itu tepat sasaran dan kasusnya lebih berkurang, bukan bertambah lagi,” sambung Yuliati.
Koordinator lapangan ini pun mengapresiasi keaktifan pihak KPA yang tidak pernah lelah memberikan bimbingan kepada warga Yobar.
“Semoga ke depannya KPA tetap jaya dan jangan bosan-bosan ke sini,” pungkasnya. (Rizki)









