Menu ✖

Mode Gelap
Atasi Krisis Pakan di Merauke, TEP IPB Latih Warga Olah Pakan Fermentasi Lokal di Semangga Cegah Karhutla Meluas, Lanud J.A. Dimara dan BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan

Entertainment · 3 Jan 2026 04:07 WIT ·

“Gaza: Tanah yang Tak Pernah Tidur” Siap Dipentaskan di Depok, Suarakan Kepedulian Lewat Panggung Teater


					“Gaza: Tanah yang Tak Pernah Tidur” Siap Dipentaskan di Depok, Suarakan Kepedulian Lewat Panggung Teater Perbesar

Depok —Kabarlagi.id  Seni kembali mengambil perannya sebagai suara nurani. Sebuah karya teater bertajuk “Gaza: Tanah yang Tak Pernah Tidur”,buah karya Adipatilawe, siap dipentaskan pada 31 Januari 202 di Balairung Budi Utomo, Hotel Bumiwiyata, Depok. Pementasan ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Nurul Fikri Peduli** dan Adipatilawe, yang bertindak sebagai penulis sekaligus sutradara.

Pertunjukan ini menjadi istimewa karena melibatkan para pemain dari kalangan pendidik dan peserta didik di unit pendidikan yang dikelola Yayasan Nurul Fikri Peduli. Sejumlah nama yang akan tampil di antaranya Ustadz Aminullah, Ustadz Hamzah, Miss Sumi, Bu Eno, serta Fachry, salah satu murid SDIT Nurul Fikri, yang akan membawa kejujuran emosional khas anak-anak ke atas panggung.

Kolaborasi lintas generasi ini menegaskan bahwa panggung teater bukan semata ruang profesional, tetapi juga ruang pembelajaran dan kepedulian. Melalui keterlibatan langsung komunitas pendidikan, pesan kemanusiaan diharapkan dapat disampaikan secara lebih dekat, tulus, dan bermakna.

Perwakilan Yayasan Nurul Fikri Peduli menyampaikan bahwa pementasan ini tidak sekadar menjadi agenda seni, melainkan juga media edukasi empati dan solidaritas.

“Kami ingin guru dan murid tidak hanya belajar melalui buku, tetapi juga melalui rasa. Dengan terlibat langsung di panggung, pesan kemanusiaan akan lebih hidup, lebih terasa, dan lebih membekas,” ujar panitia penyelenggara.

Sementara itu, Adipatilawe menjelaskan bahwa karya ini lahir dari kegelisahan moral sekaligus kecintaan pada nilai-nilai kemanusiaan universal.

“Ini adalah teater tentang manusia, tentang luka yang tidak boleh kita diamkan, dan tentang harapan yang tak pernah berhenti berdoa. Gaza adalah simbol bahwa nurani dunia tidak boleh tidur,” ungkapnya.

Teater “Gaza: Tanah yang Tak Pernah Tidur” dirancang menghadirkan rangkaian monolog yang menyentuh, **penataan visual simbolik, serta **alur dramatik yang mengajak penonton memasuki ruang batin rakyat Gaza. Lebih dari sekadar pertunjukan, pementasan ini diharapkan menjadi momentum refleksi bersama dan penguatan solidaritas kemanusiaan masyarakat Indonesia.

Informasi lebih lanjut mengenai teknis kehadiran penonton, undangan, serta dukungan kegiatan akan diumumkan melalui kanal resmi Yayasan Nurul Fikri Peduli.**

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Atasi Krisis Pakan di Merauke, TEP IPB Latih Warga Olah Pakan Fermentasi Lokal di Semangga

24 Oktober 2026 - 09:34 WIT

Cegah Karhutla Meluas, Lanud J.A. Dimara dan BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

22 Oktober 2026 - 23:41 WIT

KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah

21 Oktober 2026 - 10:51 WIT

Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi

20 Oktober 2026 - 16:27 WIT

Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan

20 Oktober 2026 - 12:32 WIT

Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan

20 Oktober 2026 - 12:27 WIT

Trending di News