Menu ✖

Mode Gelap
Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T Capaian Program Hunian dan Pengelolaan Sampah, Merauke Sabet Dua Penghargaan Kemendagri

Goverment · 19 Jan 2026 08:47 WIT ·

Ombak Pasang Hantam Gazebo Pantai Lampu Satu, Merauke Alihkan Fokus Pembangunan


					Ombak Pasang Hantam Gazebo Pantai Lampu Satu, Merauke Alihkan Fokus Pembangunan Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Lima gazebo di Pantai Lampu Satu, Merauke, hancur diterjang ombak pasang. Kerusakan ini mendorong Pemerintah Kabupaten Merauke untuk mempertimbangkan relokasi pembangunan fasilitas wisata ke area yang lebih aman dari ancaman abrasi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Benhur Rentandatu, SE, M.Si, menjelaskan bahwa kerusakan gazebo tersebut merupakan faktor alam yang tak terhindarkan.

“iya, itu faktor alam. Jangankan gazebo, akar pohon kelapa saja itu bisa tercabut, apalagi cuma gazebo,” tegas Rentandatu di kantornya, Senin (17/01/26).

Ia menambahkan bahwa kondisi serupa juga menimpa rumah masyarakat sekitar, menunjukkan dahsyatnya dampak ombak pasang.

Rentandatu, yang baru kembali dari Rakornas di Jakarta, langsung meninjau lokasi kerusakan. Dari total 20 unit gazebo yang ada, lima di antaranya mengalami rusak berat dan tak dapat diperbaiki. Sisanya, menurut Benhur, masih berdiri namun memerlukan antisipasi.

“Yang bikin dia rubuh itu karena kan posisi pasir yang ada di pantai itu tergerus semua, pengikisan. Itu yang membuat hingga dia tidak bisa bertahan,” jelasnya.

Insiden ini menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah daerah. Benhur mengungkapkan rencana untuk menggeser fokus pembangunan fasilitas pantai ke lokasi yang lebih terlindungi dari abrasi.

“Supaya nanti ke depan ketika kita bangun fasilitas di pantai itu, saya pikir kita akan bergeser dari Binaloka masuk itu, kita mungkin ke arah yang apa… Kampung Wisata Bahari itu,” kata Benhur.

Ia menilai lokasi tersebut memiliki tekanan arus air dan ombak pasang yang tidak terlalu berdampak signifikan dibandingkan area Binaloka yang kini terdampak.

Pantai Lampu Satu sendiri dikenal strategis dan mudah dijangkau dari pusat kota, menjadikannya destinasi favorit warga Merauke untuk menikmati suasana pantai.

“Memang jujur saja bahwa ketika kita sudah mulai menata Lampu Satu dan kita resmikan kemarin, kan dengan harapan bahwa ke depan Lampu Satu itu semakin membuat orang bisa nyaman datang,” tutur Benhur.

Meskipun kerusakan ini cukup parah, Benhur berharap puncak pasang surut yang biasanya terjadi hingga Februari tidak akan menimbulkan dampak lebih lanjut. Pihaknya akan berupaya mengantisipasi agar gazebo yang tersisa tidak mengalami nasib serupa. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga

6 Oktober 2026 - 09:43 WIT

TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar

4 Oktober 2026 - 21:55 WIT

KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif

2 Oktober 2026 - 21:37 WIT

Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

2 Oktober 2026 - 21:13 WIT

Capaian Program Hunian dan Pengelolaan Sampah, Merauke Sabet Dua Penghargaan Kemendagri

2 Oktober 2026 - 18:49 WIT

Demokrasi Masuk Era AI, Akademisi Ingatkan Bahaya Manipulasi Informasi

30 September 2026 - 23:18 WIT

Trending di News