Menu ✖

Mode Gelap
Minggu Kasih, Kapolres Merauke Ajak Jemaat Jadi Lilin Penerang Polsek Kimaam Gencarkan Patroli Cipkon dan Cegah Karhutla Rolade Kambing Dalica Aceh Antar Aceh Tamiang Raih Juara Umum Ekspedisi Patriot 14 IPB Tingkatkan Nilai Jual Hasil Laut Kumbe Atasi Krisis Pakan di Merauke, TEP IPB Latih Warga Olah Pakan Fermentasi Lokal di Semangga

Goverment · 23 Feb 2026 12:45 WIT ·

Anggaran 2026 Menyusut Gubernur Apolo Desak OPD Kebut Laporan BPK


					Anggaran 2026 Menyusut Gubernur Apolo Desak OPD Kebut Laporan BPK Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Penurunan alokasi anggaran Provinsi Papua Selatan pada tahun 2026 memaksa jajaran birokrasi untuk merapatkan barisan. Merespons tantangan finansial dan tenggat administrasi yang kian menipis, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, langsung mengumpulkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna membedah pelaporan keuangan 2025 sekaligus mengamankan tahapan audit.

Rapat koordinasi yang berlangsung di lantai tiga Kantor Gubernur, Senin (23/02/2026) ini, berjalan dengan tensi keseriusan yang tinggi. Para staf ahli dan kepala biro yang turut hadir tampak saksama menyimak paparan evaluasi yang disajikan secara terperinci sejak menit pertama.

Sebelum data realisasi anggaran dibeberkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, membuka jalannya forum. Ia menekankan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut krusial dari instruksi yang sebelumnya dilontarkan gubernur saat apel gabungan di pagi harinya.

“Sesuai arahan gubernur dalam apel bersama tadi, kita akan lebih lanjut dengar arahan selanjutnya terkait penggunaan anggaran 2025,” jelas Ferdinandus Kainakaimu di Merauke, Senin, (23/02/2026).

Usai pengantar singkat dari Sekda, Apolo langsung mengambil alih ruang rapat. Di hadapan para pimpinan birokrasi, ia tidak sekadar menampilkan deretan angka pencapaian tiap dinas, melainkan melempar peringatan tegas. Waktu penyelesaian laporan pertanggungjawaban anggaran tahun lalu tersisa hitungan hari karena tenggat akhirnya jatuh pada penghujung Februari ini.

Gubernur menuntut transparansi total. Ia mengingatkan agar tidak ada OPD yang lamban saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Papua Selatan meminta pasokan data. Seluruh dokumen pertanggungjawaban yang masih tertunda diinstruksikan untuk segera dibereskan tanpa ada kompromi penundaan.

Di balik desakan tertib administrasi masa lalu tersebut, terselip realitas baru mengenai proyeksi operasional daerah. Safanpo secara terbuka mengungkapkan bahwa postur keuangan Pemprov Papua Selatan untuk tahun 2026 mengalami penyusutan. Alokasi dana yang tersedia dinilai sangat kecil jika disandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menyadari sempitnya ruang gerak finansial ke depan, rapat tersebut tidak dibiarkan berakhir dengan instruksi searah. Gubernur secara proaktif mengubah ritme pertemuan menjadi forum diskusi dua arah, memberi kebebasan bagi para kepala dinas untuk merancang taktik efisiensi, memberikan saran, serta memastikan program kerja tetap tereksekusi optimal di tengah keterbatasan dana tahun ini (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Minggu Kasih, Kapolres Merauke Ajak Jemaat Jadi Lilin Penerang

25 Oktober 2026 - 13:26 WIT

Kapolres Merauke sampaikan pesan Kamtibmas di GKI Euangelion

Polsek Kimaam Gencarkan Patroli Cipkon dan Cegah Karhutla

24 Oktober 2026 - 13:30 WIT

Patroli Cipkon Polsek Kimaam di Kampung Kimaam

Rolade Kambing Dalica Aceh Antar Aceh Tamiang Raih Juara Umum

24 Oktober 2026 - 12:29 WIT

Forikan Aceh Tamiang juara umum Lomba Masak Meuseuraya Rasa 2026

Ekspedisi Patriot 14 IPB Tingkatkan Nilai Jual Hasil Laut Kumbe

24 Oktober 2026 - 12:05 WIT

Pelatihan pemasaran UMKM perikanan Kampung Kumbe oleh Ekspedisi Patriot IPB

Atasi Krisis Pakan di Merauke, TEP IPB Latih Warga Olah Pakan Fermentasi Lokal di Semangga

24 Oktober 2026 - 09:34 WIT

Ekspedisi Patriot IPB Latih UMKM Kumbe Manfaatkan AI

23 Oktober 2026 - 12:05 WIT

Desain kemasan Ikan Asin Kakap UMKM Namuk-namuk Kumbe
Trending di Bisnis