Menu ✖

Mode Gelap
Atasi Krisis Pakan di Merauke, TEP IPB Latih Warga Olah Pakan Fermentasi Lokal di Semangga Cegah Karhutla Meluas, Lanud J.A. Dimara dan BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan

Goverment · 25 Feb 2026 12:01 WIT ·

Gubernur Papua Selatan Ajak Jamaah Masjid Ataqwa Jadikan Ramadhan Momentum Pemulihan Spiritual dan Sosial


					Gubernur Papua Selatan  Ajak Jamaah Masjid Ataqwa Jadikan Ramadhan Momentum Pemulihan Spiritual dan Sosial Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengajak umat Islam menjadikan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sebagai titik balik untuk memulihkan diri secara spiritual dan sosial. Pesan ini ia gaungkan langsung di hadapan warga saat memimpin rombongan Safari Ramadan di Masjid Ataqwa, Kampung Wonorejo, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke.

Suasana silaturahmi di tengah masyarakat itu membawa nuansa toleransi yang kental. Tahun ini, rutinitas ibadah puasa umat Islam berjalan beriringan dengan perayaan suci sejumlah agama lain. Menyikapi dinamika tersebut, pemerintah daerah mengambil peran proaktif untuk memastikan seluruh warga negara dari berbagai latar belakang keyakinan dapat menunaikan kewajibannya dengan aman dan harmonis.

Lebih dalam soal esensi puasa, Safanpo membedah konsep pemulihan dari sudut pandang yang lebih komprehensif. Ia memandang bulan suci bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah ruang refleksi krusial. Momentum ini digunakan untuk memperbaiki kerusakan internal manusia, merajut kembali interaksi antarwarga yang sempat renggang, hingga mempererat koneksi spiritual dengan Sang Pencipta alam semesta.

“Pemulihan kadang disimplikasikan menjadi pemulihan dari dosa, yang menurut agama berarti menjauhi larangan Tuhan dan melaksanakan perintah-Nya,” jelas Apolo Safanpo di Masjid Ataqwa Merauke, Rabu, (25/02/2026).

Ia menegaskan, muara dosa sering kali lahir dari celah kebiasaan yang tidak disadari manusia. Dalam kacamata filsafat, pelanggaran bermula dari ketamakan, keinginan lahiriah yang berlebihan, hingga godaan mata yang gemar membanding-bandingkan pencapaian hidup. Rentetan hawa nafsu yang tidak terkendali inilah yang secara filosofis harus diredam habis-habisan selama satu bulan penuh.

Di sisi lain, penyakit hati turut menjadi sorotan utamanya. Kesombongan—merasa lebih berilmu, lebih mampu, dan memiliki harta lebih melimpah dibandingkan orang lain—justru menciptakan jurang pemisah di tengah struktur masyarakat sosial.

“Kesombongan membuat diri kita jauh dari sesama dan Tuhan kita. Oleh karena itu, di bulan suci ini kita memulihkan diri, hubungan sesama, dan Sang Khalik,” tegas Apolo Safanpo di Masjid Ataqwa Merauke, Rabu, (25/02/2026).

Safari Ramadan yang sarat makna spiritual ini mempertemukan berbagai elemen kepemimpinan daerah. Ketua DPRP Papua Selatan Heribertus Silubun, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga aparat kampung setempat tampak berbaur duduk bersama warga mendengarkan wejangan tersebut. Menutup perjumpaannya, perwakilan pemerintah provinsi ini menitipkan doa tulus agar seluruh amal ibadah masyarakat berkenan di hadirat Allah Yang Maha Kuasa (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Atasi Krisis Pakan di Merauke, TEP IPB Latih Warga Olah Pakan Fermentasi Lokal di Semangga

24 Oktober 2026 - 09:34 WIT

Cegah Karhutla Meluas, Lanud J.A. Dimara dan BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

22 Oktober 2026 - 23:41 WIT

KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah

21 Oktober 2026 - 10:51 WIT

Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi

20 Oktober 2026 - 16:27 WIT

Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan

20 Oktober 2026 - 12:32 WIT

Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan

20 Oktober 2026 - 12:27 WIT

Trending di News