Menu ✖

Mode Gelap
HSI Dukung Revisi UU Kehutanan, Pelaku Karhutla Sengaja Harus Dipandang sebagai Teroris Lingkungan Peringati Bulan Bahasa 2026, Kosmopolitan.net Adakan Workshop Menulis Cerita Anak di Kota Wisata Batu Minggu Kasih, Kapolres Merauke Ajak Jemaat Jadi Lilin Penerang Polsek Kimaam Gencarkan Patroli Cipkon dan Cegah Karhutla Rolade Kambing Dalica Aceh Antar Aceh Tamiang Raih Juara Umum

Figur · 11 Mar 2026 08:47 WIT ·

Indrata Maulana Garap Film Kolosal Sejarah Bertaraf Global


					Indrata Maulana Garap Film Kolosal Sejarah Bertaraf Global<br> Perbesar

Jakarta – Kabarlagi.id. Sineas Indrata Maulana menembus pasar internasional dengan merancang produksi film bergenre kolosal sejarah pada tahun 2026. Proyek berskala besar ini menjadi langkah pembuktian kemampuannya setelah mengarungi industri hiburan nasional selama lebih dari dua setengah dekade.

Karier pria ini di balik layar tidak bermula langsung dari kursi penyutradaraan. Mengawali langkah pada 1998 sebagai staf unit produksi televisi, ia membangun fondasinya dari bawah. Ketekunannya menuntun Indrata memegang kendali tata keuangan, memimpin produksi, hingga mengepalai divisi penyuntingan.

Peralihannya ke layar lebar baru terjadi pada tahun 2015. Berawal dari tugas sebagai asisten sutradara, ia kini memantapkan diri menjadi penulis skenario sekaligus sutradara penuh. Ratusan jam kerja di ruang sunting berubah menjadi pisau bedah utamanya saat berada di lapangan. Ia memadukan visi pengadeganan dengan ketajaman seorang editor, menciptakan ritme eksekusi visual yang presisi tanpa membuang banyak waktu.

Rencana produksi film kolosal ini muncul bertepatan dengan menguatnya konstelasi perfilman domestik. Volume karya lokal membludak, sejalan dengan lonjakan kualitas sinematografi dan jumlah penonton. Namun, di balik geliat positif tersebut, masih terdapat celah kosong yang kerap memicu kritik dari publik.

“Industri perfilman nasional saat ini masih sangat membutuhkan penambahan layar bioskop yang merata, variasi genre yang lebih segar, serta kehadiran film-film berskala epik yang besar,” tegas Indrata Maulana saat dihubungi Kabarlagi.id, Rabu, (11/03/2026).

Menangkap tantangan tersebut, sang sutradara memposisikan proyek terbarunya sebagai oase bagi industri. Melalui garapan sejarah ini, Indrata tidak sekadar ingin meredam kritik penonton lokal, tetapi juga berupaya membawa kualitas narasi Nusantara untuk bersaing di jaringan bioskop mancanegara (Kabarlagi.id).

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

HSI Dukung Revisi UU Kehutanan, Pelaku Karhutla Sengaja Harus Dipandang sebagai Teroris Lingkungan

25 Oktober 2026 - 16:57 WIT

Peringati Bulan Bahasa 2026, Kosmopolitan.net Adakan Workshop Menulis Cerita Anak di Kota Wisata Batu

25 Oktober 2026 - 16:23 WIT

Minggu Kasih, Kapolres Merauke Ajak Jemaat Jadi Lilin Penerang

25 Oktober 2026 - 13:26 WIT

Kapolres Merauke sampaikan pesan Kamtibmas di GKI Euangelion

Polsek Kimaam Gencarkan Patroli Cipkon dan Cegah Karhutla

24 Oktober 2026 - 13:30 WIT

Patroli Cipkon Polsek Kimaam di Kampung Kimaam

Rolade Kambing Dalica Aceh Antar Aceh Tamiang Raih Juara Umum

24 Oktober 2026 - 12:29 WIT

Forikan Aceh Tamiang juara umum Lomba Masak Meuseuraya Rasa 2026

Ekspedisi Patriot 14 IPB Tingkatkan Nilai Jual Hasil Laut Kumbe

24 Oktober 2026 - 12:05 WIT

Pelatihan pemasaran UMKM perikanan Kampung Kumbe oleh Ekspedisi Patriot IPB
Trending di Bisnis