Menu ✖

Mode Gelap
KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan Lanud J.A. Dimara Bantu Padamkan Kebakaran Lahan di Merauke

Figur · 27 Apr 2026 23:50 WIT ·

Pesan Toleransi Apolo Safanpo di Ultah Uskup Agung Merauke


					Pesan Toleransi Apolo Safanpo di Ultah Uskup Agung Merauke Perbesar

Merauke – old.kabarlagi.id. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menghadiri perayaan syukur ulang tahun ke-77 Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC yang berlangsung khidmat di Gereja Katedral St. Fransiskus Xaverius Senin (27/4/2026) malam.

Dalam sambutannya Apolo Safanpo yang didampingi Sekda Ferdinandus Kainakaimu mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok uskup yang terus mengingatkan pemerintah untuk menjaga kedamaian. Menurutnya tokoh agama memiliki peran krusial dalam memastikan Papua Selatan tetap menjadi wilayah yang inklusif.

“Uskup selalu mengingatkan pemerintah agar senantiasa menjaga wilayah Kabupaten Merauke serta Provinsi Papua Selatan sebagai wilayah toleran,” kata Apolo di hadapan para jemaat dan tamu undangan.

Ia menegaskan agar seluruh komponen masyarakat terus memupuk rasa persaudaraan dan silaturahmi. Apolo berharap kedamaian dan ketentraman tetap terjaga sehingga masyarakat dapat fokus mengupayakan kesejahteraan bersama di daerah tersebut.

Selain pesan persatuan Gubernur juga menyampaikan refleksi filosofis mengenai pemanfaatan waktu. Ia mengajak hadirin untuk membayangkan masa depan di tahun 2050 sebagai pengingat bahwa kehidupan manusia bersifat fana dan umur akan terus berkurang.

“Kemungkinan di tahun itu kita sudah tidak lagi tubuh kita sudah kembali menyatu dengan alam semesta menjadi debu air dan menjadi udara,” ungkapnya.

Apolo menambahkan bahwa segala kemewahan duniawi termasuk teknologi canggih tidak akan lagi berguna di masa depan. Fokus utama setiap insan saat ini seharusnya adalah menjaga hubungan baik antar sesama manusia selagi masih diberikan waktu oleh Tuhan.

“Terpenting ruang dan waktu saat ini dan disini. Ruang dan waktu yang Tuhan sediakan saat itu sudah bukan milik kita lagi lantaran bakal datang ketika sudah tidak ada. Kita bangun daerah kita dengan suasana kekeluargaan,” pungkasnya. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah

21 Oktober 2026 - 10:51 WIT

Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi

20 Oktober 2026 - 16:27 WIT

Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan

20 Oktober 2026 - 12:32 WIT

Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan

20 Oktober 2026 - 12:27 WIT

Lanud J.A. Dimara Bantu Padamkan Kebakaran Lahan di Merauke

20 Oktober 2026 - 05:29 WIT

Kolase penanganan kebakaran lahan di Merauke oleh Lanud J.A. Dimara.

IM3 Platinum Plus Bundling iPhone 18 Pro dan Pro Max

20 Oktober 2026 - 04:10 WIT

Tangan memegang iPhone 18 Pro dengan promo IM3 Platinum
Trending di Bisnis