Merauke – Kabarlagi.id. Nilai kejujuran mulai ditanamkan langsung ke lingkungan sekolah di Merauke. Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, membuka agenda sosialisasi pendidikan antikorupsi di SMA Negeri 1 Kurik pada Rabu, (23/9/2026). Langkah ini menjadi bagian dari persiapan mencetak generasi berintegritas di tengah pembangunan daerah otonom baru tersebut.
Di hadapan para pelajar, Ferdinandus membedah akar persoalan korupsi yang bermula dari penyalahgunaan wewenang. Kewenangan merupakan amanat kekuasaan yang melekat pada tugas seseorang. Masalah besar muncul saat wewenang itu dibelokkan demi meraup keuntungan pribadi dan merugikan sesama.
“Jangan pakai segala macam kewenangan untuk bikin susah orang, habis itu kita bertahta di atas orang lain punya kesusahan,” tegas Ferdinandus.
Papua Selatan saat ini masih berstatus provinsi muda. Pemerintah daerah bersama warga sedang memancang pondasi tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel. Ferdinandus menilai, kerja panjang mewujudkan tata kelola yang bersih bakal sia-sia bila generasi mudanya tidak disiapkan sejak dini melalui pembentukan karakter.
Praktik integritas tidak perlu menunggu seseorang memangku jabatan publik. Nilai tersebut justru diuji dari meja kelas, seperti tidak menyontek saat ujian, menolak plagiarisme pada tugas sekolah, serta konsisten melatih disiplin diri dan tepat waktu. (Rizki)












