Menu ✖

Mode Gelap
Sumpah Pemuda, MPSI Ajak Anak Muda Papua Jadi Generasi Penentu Masa Depan Momentum Sumpah Pemuda, Presma Unmus Ajak Mahasiswa Papua Selatan Perkuat Tradisi Intelektual Ketum DPP KNPI Saad Budiman Lubis Bersama Jajaran Gelar Apel Sumpah Pemuda ke-98 di Plataran Gedung DPP KNPI KPA Merauke Rangkul Lokalisasi Yobar, Tekan Tren Kasus HIV Titik Temu Budayantara dan Solidaritas Indonesia–Palestina: Merawat Persahabatan Lewat Budaya dan Pendidikan

Goverment · 8 Jul 2026 04:09 WIT ·

DLHKP Papua Selatan Dorong Perhutanan Sosial Guna Pacu Ekonomi


					DLHKP Papua Selatan Dorong Perhutanan Sosial Guna Pacu Ekonomi Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Selatan mulai menyusun langkah strategis untuk mendongkrak pendapatan masyarakat melalui sektor perhutanan sosial. Upaya ini dimatangkan dalam rapat perdana Kelompok Kerja (Pokja) Perhutanan Sosial yang digelar di Swiss-Belhotel Merauke pada Rabu, (08/07/2026).

Rapat tersebut menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk merumuskan arah pengembangan hutan yang lebih inklusif dan produktif. Kepala DLHKP Provinsi Papua Selatan, Jujuk Rianto, menjelaskan bahwa Pokja ini bekerja di bawah instruksi langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, yang bertindak sebagai ketua.

“Kami di Dinas Lingkungan Hidup akan mem-back up kegiatan di lapangan sebagai pelaksana harian. Seluruh kegiatan akan kami koordinasikan dengan Sekda selaku Ketua Pokja,” terang Jujuk di sela-sela kegiatan.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap tantangan ekonomi daerah di masa mendatang. Jujuk mengungkapkan adanya prediksi penurunan pendapatan daerah yang bersumber dari sektor pajak maupun dana bagi hasil. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah mencari alternatif ekonomi baru yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Menurut prediksi kami, pendapatan atau pajak daerah yang bersumber dari dana bagi hasil maupun dana rehabilitasi tahun depan akan mengalami penurunan,” papar Jujuk.

Oleh karena itu, pemerintah kini memberikan perhatian serius pada pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK). Sektor ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikelola masyarakat secara legal dan berkelanjutan, asalkan mendapatkan pendampingan teknis yang tepat dari dinas terkait maupun Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Dalam rapat tersebut, seluruh anggota Pokja diminta untuk memberikan masukan tajam serta rekomendasi yang akan menjadi dasar rencana kerja ke depan. Jujuk menegaskan bahwa hasil pembahasan ini akan segera dilaporkan kepada Sekda untuk dieksekusi sebagai program nyata.

“Kami ingin mendorong perhutanan sosial sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan masyarakat,” tegas Kepala DLHKP.

Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap keberadaan Pokja ini tidak hanya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi warga lokal. Dengan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang lestari, masyarakat diharapkan memiliki sumber penghasilan mandiri yang lebih stabil dan bermartabat. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda, MPSI Ajak Anak Muda Papua Jadi Generasi Penentu Masa Depan

29 Oktober 2026 - 12:41 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Presma Unmus Ajak Mahasiswa Papua Selatan Perkuat Tradisi Intelektual

29 Oktober 2026 - 00:11 WIT

Ketum DPP KNPI Saad Budiman Lubis Bersama Jajaran Gelar Apel Sumpah Pemuda ke-98 di Plataran Gedung DPP KNPI

28 Oktober 2026 - 19:31 WIT

KPA Merauke Rangkul Lokalisasi Yobar, Tekan Tren Kasus HIV

28 Oktober 2026 - 12:50 WIT

Titik Temu Budayantara dan Solidaritas Indonesia–Palestina: Merawat Persahabatan Lewat Budaya dan Pendidikan

28 Oktober 2026 - 11:59 WIT

Ketum SWI Iskandar Buka UKW Perdana di Kalimantan Selatan, Dorong Wartawan Profesional dan Sejahtera

27 Oktober 2026 - 18:34 WIT

Trending di News