Menu ✖

Mode Gelap
HUT ke-15 NasDem Papua Selatan, Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai Berhadiah 3 Motor Polres Merauke Amankan Jalan Sehat HUT ke-15 Partai NasDem Adisurya Abdy: Ekosistem Perfilman Harus Dibangun dengan Keadilan dan Perlindungan bagi Sineas HUT ke-3 MRP Papua Selatan, Damianus Katayu Tekankan Penguatan Kelembagaan dan Perlindungan Hak OAP HSI Soroti Dugaan Makar di Balik Penyadapan Presiden Prabowo

Goverment · 30 Mei 2026 12:44 WIT ·

Gubernur Apolo Safanpo Sebut Proyek Strategis Nasional Percepat Pembangunan Papua Selatan


					Gubernur Apolo Safanpo Sebut Proyek Strategis Nasional Percepat Pembangunan Papua Selatan Perbesar

Jayapura – Kabarlagi.id. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Ia menyebut kehadiran PSN bertujuan untuk menetapkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan secara luas bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Apolo saat menjadi pemateri dalam diskusi publik bertajuk PSN dan Kesejahteraan Masyarakat yang diinisiasi Barisan Merah Putih (BMP) RI di Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, Sabtu, (30/05/2026).

Di hadapan mahasiswa dan masyarakat yang hadir, Apolo menjelaskan bahwa PSN bukanlah program baru yang mendadak muncul. Ia meluruskan persepsi publik dengan menyebut bahwa setiap tahun pemerintah pusat selalu menetapkan proyek strategis dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN.

“PSN ini sebelum kita ada, dia sudah ada, setiap tahun ada PSN,”kata Apolo Safanpo di sela-sela penyampaian materinya.

Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara proyek pusat dan daerah. Jika proyek strategis dibiayai oleh APBN, maka disebut PSN. Sementara itu, proyek bernilai strategis yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disebut sebagai Program Strategis Daerah (PSD).

“Jadi, PSN dan PSD ini sebelum kita lahir sudah ada, setiap tahun dilaksanakan, dia bukan barang baru yang baru ada kemarin,”tegas Apolo.

Saat ini, Provinsi Papua Selatan tengah menjalankan dua kategori proyek tersebut secara beriringan. Untuk PSN, fokus utama tertuju pada komoditas padi guna mendukung ketahanan pangan nasional, serta pengembangan tebu terintegrasi bioetanol untuk memperkuat ketahanan energi.

Apolo menilai kemampuan sebuah negara untuk mandiri secara pangan dan energi adalah tolok ukur kekuatan bangsa.

“Kalau daerah yang tidak punya makanan, dan tidak punya energi dia akan bergantung pada daerah lain dan negara lain,”ujarnya.

Potensi Papua Selatan, menurutnya, sangat luar biasa. Saat ini wilayah tersebut telah mampu menghasilkan hampir 150 ton beras yang didistribusikan ke berbagai kabupaten di Tanah Papua. Ia mengutip pernyataan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menyebut Papua Selatan sebagai daerah pertanian terbaik di dunia karena hamparan lahan sawahnya yang tak tertandingi.

Namun, ia mengingatkan bahwa potensi produksi yang besar tidak akan berarti tanpa ekosistem ekonomi yang lengkap. Pembangunan ekonomi harus mengacu pada tiga sektor utama: produksi, distribusi, dan pasar.

“Bagaimana kita harus produksi, kita harus punya lahan, kalau tidak ada lahan kita tidak bisa produksi,”ungkapnya.

Faktor pendukung seperti pupuk, mesin pertanian, hingga sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni menjadi syarat mutlak agar roda produksi bisa berjalan.

“Kalau itu ada maka produksi bisa jalan, tapi kalau produksi tinggi, distribusinya tidak ada, pasarnya tidak ada maka distribusinya akan mati,”kata dia.

Begitu pula sebaliknya, Apolo menjelaskan jika pasar dan distribusi tersedia namun produksi nihil, maka ekonomi akan mandek. Hal yang sama terjadi jika bahan baku melimpah namun transportasi di sektor produksi lumpuh.

“Oleh karena itu, kita harus melakukan pembangunan di tiga sektor ini secara simultan, berbarengan,”tuturnya.

Di akhir paparannya, Gubernur Apolo menekankan bahwa meskipun investasi sangat penting bagi daerah, kelestarian lingkungan dan hak-hak masyarakat adat harus tetap menjadi prioritas utama. Ia tidak ingin pembangunan justru meminggirkan warga lokal.

“Tujuan pembangunan adalah masyarakat harus sejahtera, jangan sampai membangun wilayah tetapi masyarakatnya termarjinal,”pungkasnya.

Ia berharap seluruh dampak pembangunan yang masuk ke Papua Selatan dapat terukur secara nyata, sehingga kesejahteraan masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

HUT ke-15 NasDem Papua Selatan, Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai Berhadiah 3 Motor

7 November 2026 - 23:11 WIT

Polres Merauke Amankan Jalan Sehat HUT ke-15 Partai NasDem

7 November 2026 - 18:07 WIT

Peserta jalan sehat HUT ke-15 Partai NasDem di Merauke.

Adisurya Abdy: Ekosistem Perfilman Harus Dibangun dengan Keadilan dan Perlindungan bagi Sineas

7 November 2026 - 16:55 WIT

HUT ke-3 MRP Papua Selatan, Damianus Katayu Tekankan Penguatan Kelembagaan dan Perlindungan Hak OAP

7 November 2026 - 11:40 WIT

HSI Soroti Dugaan Makar di Balik Penyadapan Presiden Prabowo

7 November 2026 - 11:26 WIT

Dugaan Kekerasan Seksual Dilaporkan ke Polda Bali, Pimpinan KIAT Ananda Pusat hingga Kepala Cabang Bali Bungkam Saat Dikonfirmasi Media

6 November 2026 - 21:08 WIT

Trending di News