Menu ✖

Mode Gelap
KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan Lanud J.A. Dimara Bantu Padamkan Kebakaran Lahan di Merauke

Goverment · 25 Sep 2025 21:56 WIT ·

Gubernur Papua Selatan tegaskan komitmen Dukung Aparat Usut Penembakan Warga Sipil


					Gubernur Papua Selatan tegaskan komitmen Dukung Aparat Usut Penembakan Warga Sipil Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Pemerintah daerah berkomitmen penuh membantu aparat keamanan dalam mengusut tuntas kasus penembakan warga sipil di Kampung Ulakin, Distrik Kolf Braza, Kabupaten Asmat. Pernyataan ini ditegaskan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, di tengah meningkatnya kekhawatiran warga pasca-insiden yang terjadi pada Minggu (21/9) lalu.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk membantu aparat keamanan di lapangan,” tegas Gubernur Safanpo kepada wartawan di Kantor DPRP Papua Selatan, Kamis (25/09/25). Komitmen ini muncul sebagai respons cepat terhadap situasi yang berkembang di Asmat, sekaligus upaya meredam potensi konflik dan menjaga stabilitas keamanan.

Gubernur Safanpo menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri dalam menghadapi pelanggaran hukum. Ia meminta agar semua pihak menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada aparat berwenang. “Kalau ada pelanggaran hukum, jangan main hakim sendiri. Serahkan kepada aparat,” imbaunya.

Sementara itu, Kapolres Asmat, AKBP Wahyu Basuki, S.I.K., melalui sambungan telepon pada Senin (22/9), membenarkan adanya insiden penembakan yang menewaskan seorang warga sipil. “Korban sipil tewas tertembak,” kata AKBP Wahyu singkat, mengonfirmasi kejadian yang menggemparkan warga Asmat.

Kasi Humas Polres Asmat, Ipda Agung Raka, S.H., menambahkan bahwa pelaku penembakan diduga kuat berasal dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“iya benar korban ditembak dan itu warga sipil. Pelaku diduga kelompok KKB,” tegasnya. Untuk mengantisipasi ancaman lanjutan, delapan orang guru dan tenaga kesehatan telah dievakuasi ke Agats. “8 orang nakes termasuk guru sudah dievakuasi ke Agats,” jelas Ipda Agung.

Pemerintah daerah, lanjut Safanpo, terus berkoordinasi intensif dengan Pangdam dan Kapolda terkait kebutuhan operasional di lapangan serta perkembangan penyelidikan. “Kami masih tunggu hasil penyelidikan. Informasi di lapangan bisa simpang siur, jadi kita harus berpatokan pada data resmi dari aparat,” jelasnya. Koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapan kasus dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kita masih tetap berkoordinasi dengan Pangdam dan Kapolda terkait hal-hal apa yang dibutuhkan oleh prajurit kita dilapangan],” ujar Safanpo, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung penuh upaya penegakan hukum di wilayahnya. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah

21 Oktober 2026 - 10:51 WIT

Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi

20 Oktober 2026 - 16:27 WIT

Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan

20 Oktober 2026 - 12:32 WIT

Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan

20 Oktober 2026 - 12:27 WIT

Lanud J.A. Dimara Bantu Padamkan Kebakaran Lahan di Merauke

20 Oktober 2026 - 05:29 WIT

Kolase penanganan kebakaran lahan di Merauke oleh Lanud J.A. Dimara.

IM3 Platinum Plus Bundling iPhone 18 Pro dan Pro Max

20 Oktober 2026 - 04:10 WIT

Tangan memegang iPhone 18 Pro dengan promo IM3 Platinum
Trending di Bisnis