Menu ✖

Mode Gelap
AKBP Rezi Dharmawan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Sufmi Dasco Ahmad Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

Goverment · 25 Sep 2025 21:56 WIT ·

Gubernur Papua Selatan tegaskan komitmen Dukung Aparat Usut Penembakan Warga Sipil


					Gubernur Papua Selatan tegaskan komitmen Dukung Aparat Usut Penembakan Warga Sipil Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Pemerintah daerah berkomitmen penuh membantu aparat keamanan dalam mengusut tuntas kasus penembakan warga sipil di Kampung Ulakin, Distrik Kolf Braza, Kabupaten Asmat. Pernyataan ini ditegaskan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, di tengah meningkatnya kekhawatiran warga pasca-insiden yang terjadi pada Minggu (21/9) lalu.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk membantu aparat keamanan di lapangan,” tegas Gubernur Safanpo kepada wartawan di Kantor DPRP Papua Selatan, Kamis (25/09/25). Komitmen ini muncul sebagai respons cepat terhadap situasi yang berkembang di Asmat, sekaligus upaya meredam potensi konflik dan menjaga stabilitas keamanan.

Gubernur Safanpo menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri dalam menghadapi pelanggaran hukum. Ia meminta agar semua pihak menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada aparat berwenang. “Kalau ada pelanggaran hukum, jangan main hakim sendiri. Serahkan kepada aparat,” imbaunya.

Sementara itu, Kapolres Asmat, AKBP Wahyu Basuki, S.I.K., melalui sambungan telepon pada Senin (22/9), membenarkan adanya insiden penembakan yang menewaskan seorang warga sipil. “Korban sipil tewas tertembak,” kata AKBP Wahyu singkat, mengonfirmasi kejadian yang menggemparkan warga Asmat.

Kasi Humas Polres Asmat, Ipda Agung Raka, S.H., menambahkan bahwa pelaku penembakan diduga kuat berasal dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“iya benar korban ditembak dan itu warga sipil. Pelaku diduga kelompok KKB,” tegasnya. Untuk mengantisipasi ancaman lanjutan, delapan orang guru dan tenaga kesehatan telah dievakuasi ke Agats. “8 orang nakes termasuk guru sudah dievakuasi ke Agats,” jelas Ipda Agung.

Pemerintah daerah, lanjut Safanpo, terus berkoordinasi intensif dengan Pangdam dan Kapolda terkait kebutuhan operasional di lapangan serta perkembangan penyelidikan. “Kami masih tunggu hasil penyelidikan. Informasi di lapangan bisa simpang siur, jadi kita harus berpatokan pada data resmi dari aparat,” jelasnya. Koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapan kasus dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kita masih tetap berkoordinasi dengan Pangdam dan Kapolda terkait hal-hal apa yang dibutuhkan oleh prajurit kita dilapangan],” ujar Safanpo, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung penuh upaya penegakan hukum di wilayahnya. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

AKBP Rezi Dharmawan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Sufmi Dasco Ahmad

7 Oktober 2026 - 15:47 WIT

Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga

6 Oktober 2026 - 09:43 WIT

TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar

4 Oktober 2026 - 21:55 WIT

KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif

2 Oktober 2026 - 21:37 WIT

Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

2 Oktober 2026 - 21:13 WIT

Capaian Program Hunian dan Pengelolaan Sampah, Merauke Sabet Dua Penghargaan Kemendagri

2 Oktober 2026 - 18:49 WIT

Trending di Goverment