Menu ✖

Mode Gelap
KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan Lanud J.A. Dimara Bantu Padamkan Kebakaran Lahan di Merauke

News · 28 Jan 2025 06:06 WIT ·

Gus Dur dan Perayaan Imlek di Indonesia


					Gus Dur dan Perayaan Imlek di Indonesia Perbesar

Oleh : Masdjo Arifin (Founder Bela Negara Nusantara)

Jakarta,- Kabarlagi.id. Perayaan Imlek telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keragaman budaya Indonesia. Sejarah panjang interaksi antara budaya Tionghoa dan budaya lokal telah memperkaya lanskap budaya bangsa ini.

Sejarah perayaan Imlek di Indonesia dimulai dengan kedatangan para imigran Tionghoa. Pada masa Orde Baru, perayaan Imlek sempat dibatasi oleh pemerintah. Namun, kini Imlek telah diakui sebagai hari raya nasional dan bahkan menjadi hari libur nasional.

Dalam buku “Chinese Indonesians Reassessed” (2013), Siew-Min Sai dan Chang-Yau Hoon menjelaskan bahwa istilah “Sin Cia” yang digunakan untuk menyebut tahun baru di Tionghoa diganti dengan “Imlek” pada masa itu. Hal ini dianggap lebih netral dan dapat diterima dalam konteks budaya Indonesia.

Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dikenal dengan semangatnya dalam memperjuangkan pluralisme dan toleransi. Salah satu kisah yang mencerminkan semangat ini adalap perayaan Imlek oleh masyarakat Tionghoa. Gus Dur mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 yang melarang perayaan Imlek.p

Sebelumnya, perayaan Imlek dilakukan secara tertutup, bahkan terkesan tabu. Gus Dur juga berjasa dalam menetapkan Konghucu sebagai salah satu agama resmi negara, bersama dengan Islam, Katolik,p)))Kristen, Hindu, dan Buddha.

Tindakan Gus Dur ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju masyarakat yang lebih inklusif dan toleran. Warisannya terus menginspirasi dan menjadi pengingat akan pentingnya menghargai keberagaman dan mempromosikan toleransi dalam masyarakat yang multikultural.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah

21 Oktober 2026 - 10:51 WIT

Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi

20 Oktober 2026 - 16:27 WIT

Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan

20 Oktober 2026 - 12:32 WIT

Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan

20 Oktober 2026 - 12:27 WIT

Lanud J.A. Dimara Bantu Padamkan Kebakaran Lahan di Merauke

20 Oktober 2026 - 05:29 WIT

Kolase penanganan kebakaran lahan di Merauke oleh Lanud J.A. Dimara.

IM3 Platinum Plus Bundling iPhone 18 Pro dan Pro Max

20 Oktober 2026 - 04:10 WIT

Tangan memegang iPhone 18 Pro dengan promo IM3 Platinum
Trending di Bisnis