Menu ✖

Mode Gelap
Ketum SWI Iskandar Buka UKW Perdana di Kalimantan Selatan, Dorong Wartawan Profesional dan Sejahtera Konser Musikalisasi Puisi “Mengolah Daya Hidup” – Memperingati 91 Tahun W.S. Rendra Digelar di Kota Solo UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, KSPI Desak Pemerintah Lindungi Buruh dari Ancaman Asbes HSI Dukung Revisi UU Kehutanan, Pelaku Karhutla Sengaja Harus Dipandang sebagai Teroris Lingkungan Peringati Bulan Bahasa 2026, Kosmopolitan.net Adakan Workshop Menulis Cerita Anak di Kota Wisata Batu

News · 9 Apr 2026 01:06 WIT ·

Kecewa Warga Merauke Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak


					Kecewa Warga Merauke Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Masyarakat di kawasan Jalan TMP Polder, Merauke, melampiaskan kekesalan mereka dengan menanam pohon pisang tepat di tengah ruas jalan yang rusak, Kamis (9/4). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes karena jalan tersebut dibiarkan terbengkalai selama lebih dari satu tahun.

Pemandangan pohon pisang di tengah jalan kini menjadi tontonan warga, baik pejalan kaki maupun pengendara yang melintas. Tidak sedikit masyarakat yang memberikan dukungan atas langkah tersebut, mengingat pentingnya akses jalan tersebut bagi mobilitas harian warga.

Yohanes, seorang warga dari kawasan Gudang Arang, menyatakan bahwa kerusakan ini sudah berlangsung terlalu lama. Ia menyayangkan sikap pemerintah yang seolah tutup mata terhadap kondisi infrastruktur vital tersebut.

“Ini kan jalan utama menuju perkantoran, sekolah, pertokoan bahkan pasar sentral Merauke tapi setahun lebih rusak tidak diperbaiki dengan baik. Jadi wajar jika masyarakat protes dengan menanam pohon pisang tengah jalan,” ujar Yohanes saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan bahwa jalan tersebut sempat mendapat penanganan sementara dengan sistem tambal sulam menjelang kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia pada tahun 2025. Namun, setelah kunjungan tersebut berlalu, perbaikan tidak pernah dituntaskan secara permanen. Akibatnya, permukaan jalan kembali rusak dan dibiarkan terbengkalai hingga kini.

Kondisi jalan yang berlubang dalam dinilai sangat berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor. Ketidaknyamanan ini memicu keresahan warga yang merasa kontribusi pajak mereka tidak sebanding dengan kualitas fasilitas publik yang diterima.

“Masyarakat bayar pajak, makan di warung saja kena potongan pajak, parkir kendaraan bermotor ditempat umum bayar retribusi. Dengan harapan pemerintah pusat dan daerah baik kabupaten maupun provinsi harus menjamin akses jalan yang berkualitas bagi masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing,” tegas Yohanes.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Ketum SWI Iskandar Buka UKW Perdana di Kalimantan Selatan, Dorong Wartawan Profesional dan Sejahtera

27 Oktober 2026 - 18:34 WIT

Konser Musikalisasi Puisi “Mengolah Daya Hidup” – Memperingati 91 Tahun W.S. Rendra Digelar di Kota Solo

27 Oktober 2026 - 18:27 WIT

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, KSPI Desak Pemerintah Lindungi Buruh dari Ancaman Asbes

27 Oktober 2026 - 18:19 WIT

HSI Dukung Revisi UU Kehutanan, Pelaku Karhutla Sengaja Harus Dipandang sebagai Teroris Lingkungan

25 Oktober 2026 - 16:57 WIT

Peringati Bulan Bahasa 2026, Kosmopolitan.net Adakan Workshop Menulis Cerita Anak di Kota Wisata Batu

25 Oktober 2026 - 16:23 WIT

Minggu Kasih, Kapolres Merauke Ajak Jemaat Jadi Lilin Penerang

25 Oktober 2026 - 13:26 WIT

Kapolres Merauke sampaikan pesan Kamtibmas di GKI Euangelion
Trending di News