Menu ✖

Mode Gelap
Atasi Krisis Pakan di Merauke, TEP IPB Latih Warga Olah Pakan Fermentasi Lokal di Semangga KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan

Goverment · 26 Mei 2026 11:44 WIT ·

Pemprov Papua Selatan Salurkan Enam Ekor Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo Subianto


					Pemprov Papua Selatan Salurkan Enam Ekor Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo Subianto Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id Sehari menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyalurkan bantuan kemasyarakatan berupa enam ekor sapi kurban untuk Provinsi Papua Selatan. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Asisten II Setda Provinsi Papua Selatan Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sunarjo, mewakili Gubernur Apolo Safanpo di Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia Merauke, Selasa (26/5) sore.

Sapi kurban pertama tingkat provinsi diserahkan kepada Pengurus Masjid Nur Mujahidin Pasar Wamanggu Merauke, H. Ali Syahbana. Sementara itu, bantuan tingkat kabupaten diterima oleh Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, yang kemudian meneruskannya kepada pengurus Masjid Perumahan Bloreb.

Membawa amanat Gubernur Apolo Safanpo, Sunarjo menekankan bahwa hakikat utama hewan kurban dari Presiden ini adalah penguatan fungsi sosial, bukan sekadar ritual keagamaan tahunan. Ia menginstruksikan agar sasaran penerima daging benar-benar menyentuh akar rumput.

“Fungsi sosial karena bagaimana memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita yang ekonominya lemah, yang tidak pernah beli daging pada waktu Idul Kurban itu diberikan untuk menikmati bagiannya,”ujar Sunarjo.

Ia menegaskan larangan keras bagi masyarakat mampu untuk ikut mengantre jatah daging kurban.

“Makanya, kalau yang bisa membeli daging menerima, bahkan minta, itu kebangetan. Mereka yang belum pernah membeli daging, mari kita berikan kesempatan sebagai pilihan utama,”tegasnya.

Di luar urusan sasaran penerima, Sunarjo juga menyoroti kesiapan teknis penyembelihan di RPH Merauke. Ia mengungkapkan bahwa saat ini baru ada satu orang Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat di fasilitas tersebut. Di hadapan Bupati Yoseph, ia secara langsung meminta agar jumlah Juleha segera ditambah.

“Karena Juleha ini ada sertifikatnya, kalau berkaitan dengan RPH dan Rumah Potong Unggas, itu timnya mahal,”ungkap Sunarjo memberikan catatan evaluasi.

Lebih jauh, Sunarjo meminta Dinas Peternakan di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk merombak strategi penyiapan hewan kurban. Ia mendesak agar pemantauan sapi-sapi unggulan dilakukan jauh hari, idealnya dua tahun sebelum hari raya.

“Jangan sampai mendadak baru dicek ke para peternak yang ada,”tambahnya.

Merespons penyerahan bantuan dan berbagai catatan tersebut, Bupati Yoseph mengajak masyarakat memetik hikmah dari ibadah kurban sebagai cerminan perjuangan. Ia juga menyoroti kualitas sapi yang menjadi primadona sore itu, yang murni merupakan hasil keringat peternak lokal Merauke.

“Bagaimana kita mengupayakan hal-hal baik dan perlu disertai pengorbanan, inilah inti dari keberadaan kita di sore ini,”ucap Yoseph.

Bukti perkembangan peternakan lokal terlihat nyata dari bobot sapi kurban yang diserahkan. Yoseph mengaku takjub dengan ukuran ternak tersebut.

“Kita bisa lihat bobotnya luar biasa. Tadi saya tanya kepada kepala dinas ketahanan pangan, yang terberat 1,2 ton. Ini sangat berat,”jelasnya.

Fakta ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan & Perikanan Provinsi Papua Selatan, Paino, S.IP., MT. Ia menegaskan sapi bantuan Presiden itu adalah yang terberat di Merauke saat ini dan merinci strategi distribusinya.

“Untuk Kabupaten Asmat menjadi dua ekor karena kalau satu ekor dengan bobot satu ton lebih bisa berisiko di laut. Sehingga dijadikan dua ekor dengan bobot sekitar 500 kilogram setiap ekor. Kalau Merauke, Mappi, dan Boven Digoel, termasuk untuk Provinsi Papua Selatan masing-masing satu ekor,”rinci Paino.

Kondisi ini, menurut Bupati Yoseph, menggambarkan potensi besar sekaligus tantangan logistik yang harus dipecahkan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong program strategis demi kesejahteraan peternak.

“Harapan kita, peternakan di Kabupaten Merauke dan Papua Selatan dapat menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu menopang perekonomian daerah di masa depan,”pungkas Yoseph. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Atasi Krisis Pakan di Merauke, TEP IPB Latih Warga Olah Pakan Fermentasi Lokal di Semangga

24 Oktober 2026 - 09:34 WIT

KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah

21 Oktober 2026 - 10:51 WIT

Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi

20 Oktober 2026 - 16:27 WIT

Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan

20 Oktober 2026 - 12:32 WIT

Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan

20 Oktober 2026 - 12:27 WIT

Lanud J.A. Dimara Bantu Padamkan Kebakaran Lahan di Merauke

20 Oktober 2026 - 05:29 WIT

Kolase penanganan kebakaran lahan di Merauke oleh Lanud J.A. Dimara.
Trending di News