Tag: BKN

  • Dorongan Pelarangan Vape Menguat, Gus Rofi’i: “Harus Masuk RUU Narkotika, Mendukung Apa Yang Disampaikan Kepala BNN”

    Jakarta — Kabarlagi.id Wacana pelarangan peredaran vape di Indonesia kian menguat setelah Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengusulkan langkah tegas tersebut guna mencegah potensi penyalahgunaan narkotika. Usulan ini pun mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

    Penguatan regulasi terhadap vape dinilai semakin mendesak menyusul temuan bahwa perangkat tersebut telah disalahgunakan sebagai media konsumsi zat berbahaya, salah satunya etomidate dalam bentuk cair. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan aparat dan masyarakat karena dinilai membuka celah baru dalam peredaran narkotika yang sulit terdeteksi.

    Menyikapi hal tersebut, tokoh masyarakat Gus Rofi’i menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah BNN. Saat ditemui awak media pada Rabu (8/4/2026), ia menegaskan pentingnya memasukkan pelarangan vape ke dalam revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) Narkotika.

    “Kami sangat mendukung apa yang disampaikan Kepala BNN. Larangan vape ini harus dimasukkan ke dalam RUU Narkotika sebagai langkah konkret melindungi generasi bangsa dari ancaman penyalahgunaan zat berbahaya,” ujar Gus Rofi’i.

    Menurutnya, pelarangan vape sebagai alat konsumsi bukan semata membatasi gaya hidup, melainkan strategi penting dalam memutus rantai penyalahgunaan narkotika. Ia menilai, keberadaan alat konsumsi sering kali menjadi faktor pendukung yang mempercepat penyebaran zat terlarang di masyarakat.

    “Seperti halnya sabu yang membutuhkan alat bantu seperti bong, maka pembatasan terhadap alat konsumsi dapat memberikan dampak signifikan dalam pengendalian narkotika. Jika medianya dibatasi, maka ruang gerak penyalahgunaan juga akan semakin sempit,” jelasnya.

    Gus Rofi’i juga menekankan bahwa langkah ini harus dilihat sebagai bentuk perlindungan negara terhadap generasi muda. Ia berharap pemerintah dan DPR dapat segera merespons usulan tersebut dengan langkah konkret melalui regulasi yang tegas dan komprehensif.

    Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan legislatif, wacana pelarangan vape kini memasuki babak baru. Publik pun menantikan langkah lanjutan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya tegas, tetapi juga efektif dalam menekan peredaran narkotika di Indonesia.(DJo).

  • Tangis dan Doa Bersatu: BKN Gelar Istighotsah Kubro untuk Perdamaian dan Syuhada TNI

    Jakarta — Kabarlagi.id Majelis Ulama Nusantara (MUN) bersama Barisan Ksatria Nusantara (BKN) menggelar Istighotsah Kubro sebagai bentuk doa bersama untuk perdamaian dunia, kemenangan Iran, serta solidaritas atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas di Lebanon.

    Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (4/4/2026).malam ini digelar di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh ulama serta masyarakat. Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh seperti Gus Rofi’i, KH Alawi Al Bantani, Gus Ali Rahman, TB Mugi, dan KH Rakhmad Zailani Kiki.

    Kecaman atas Serangan dan Doa untuk Syuhada

    Acara dibuka oleh Gus Rofi’i selaku Ketua Umum BKN. Dalam sambutannya, ia menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.

    Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI di wilayah tersebut adalah dalam rangka menjaga perdamaian, bukan untuk terlibat dalam konflik.

    Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dibacakan doa untuk Ayatollah Ali Khamenei serta para syuhada yang gugur dalam berbagai konflik.

    Istighotsah dan Refleksi Keagamaan

    Rangkaian istighotsah dipimpin oleh Gus Ali Rahman, yang mengajak seluruh jamaah untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar konflik global segera mereda dan umat Islam diberikan keselamatan.

    Suasana berlangsung khidmat, dengan lantunan doa dan dzikir yang diikuti oleh seluruh peserta.

    Diskusi Sejarah: Persia dan Nusantara

    Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan diskusi sejarah dan budaya. TB Mugi dalam pemaparannya menjelaskan hubungan erat antara Persia dan Nusantara.

    Ia menyampaikan bahwa banyak tokoh penyebar Islam di Indonesia, termasuk Wali Songo, memiliki keterkaitan dengan garis keturunan Imam Husain.

    Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Islam di Nusantara berkembang melalui jaringan global yang luas, serta memperkuat persaudaraan lintas bangsa baik secara spiritual maupun historis.

    Meluruskan Sejarah dan Identitas

    Dalam diskusi tersebut juga dibahas tokoh Zulkarnain yang dalam tradisi Melayu sering dikaitkan dengan leluhur raja-raja.

    Sebagian pendapat menghubungkannya dengan Alexander the Great, namun ada pula kajian yang mengaitkannya dengan Cyrus the Great.

    Perbedaan ini menunjukkan bahwa sejarah adalah bidang yang terus berkembang dan perlu dikaji secara kritis.

    Pesan Waspada terhadap Fitnah

    Para pembicara juga mengingatkan umat Islam agar waspada terhadap berbagai fitnah di akhir zaman, terutama klaim-klaim palsu terkait nasab atau keturunan Nabi.

    Ditekankan bahwa ukuran utama kemuliaan dalam Islam adalah ketakwaan, bukan sekadar garis keturunan.

    Sementara itu, KH Alawi Al Bantani dalam ceramahnya menyoroti peran besar bangsa Persia dalam sejarah peradaban Islam.

    Ia menjelaskan bahwa pada masa kekhalifahan Abbasiyah, Persia menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan dunia, melahirkan banyak ulama, ilmuwan, dan pemikir besar.

    Menurutnya, hal ini menjadi salah satu faktor mengapa wilayah tersebut memiliki posisi penting dalam dinamika geopolitik hingga saat ini.

    Seruan BKN Persatuan dan Perdamaian

    Kegiatan Istighotsah Kubro ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan umat Islam serta menyerukan perdamaian dunia.

    Para tokoh yang hadir berharap agar konflik global dapat segera berakhir, serta umat Islam tetap berpegang pada nilai-nilai keimanan, ilmu, dan persaudaraan.(Djo)

  • Barisan Ksatria Nusantara Akan Gelar Istighotsah Akbar Serukan Persatuan Umat di Tengah Ketegangan Global

    Jakarta, — Kabarlagi.id Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, sejumlah ulama dan tokoh lintas negara menyerukan persatuan umat Islam melalui agenda besar bertajuk Istighotsah Akbar untuk Kemenangan Iran dan Umat Islam se-Dunia.

    Kegiatan ini akan digelar pada Sabtu, 4 April 2026 mendatang di Kampung Family, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, atas inisiasi Majelis Ulama Nusantara (MUN) bersama Barisan Ksatria Nusantara (BKN).

    Seruan ini tidak hanya memandang konflik yang terjadi sebagai persoalan politik atau militer semata, melainkan sebagai bagian dari pertarungan peradaban yang lebih luas. Dalam pernyataan bersama, para ulama menekankan bahwa dinamika yang terjadi saat ini berpotensi mengubah keseimbangan global yang selama ini relatif stabil.

    “Ini bukan sekadar konflik kawasan. Ini adalah pertarungan ideologi dan kepentingan yang dapat membentuk ulang percaturan dunia,” demikian salah satu poin penting dalam seruan tersebut.

    Para penandatangan seruan berasal dari berbagai latar belakang, mencerminkan spektrum luas dunia Islam, baik dari kalangan ulama Syiah maupun Sunni. Mereka datang dari berbagai negara seperti Irak, Turki, Palestina, Pakistan, hingga Indonesia, serta negara-negara lain di Asia, Afrika, Timur Tengah, hingga Barat.

    Momentum ini juga menjadi panggilan kepada elit intelektual dan umat Islam secara umum untuk meninggalkan perbedaan sektarian dan membangun front persatuan global. Mereka menilai bahwa tanpa kesatuan sikap, umat Islam akan terus berada dalam posisi rentan terhadap berbagai bentuk intervensi dan tekanan eksternal.

    Gus Rofi’i Ketum BKN menilai bahwa kegiatan seperti Istighotsah Akbar ini tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki makna simbolik dan politis. Di tengah potensi eskalasi konflik yang lebih luas, solidaritas lintas negara dapat menjadi faktor penting dalam membentuk opini publik dan arah kebijakan global.

    Dengan latar situasi yang semakin kompleks, acara ini diperkirakan akan menarik perhatian luas, baik dari kalangan masyarakat umum maupun pemangku kepentingan internasional.**

  • Barisan Ksatria Nusantara (BKN) DPW DKI Jakarta Gelar Talkshow Pemuda Anti Narkoba Dan Tawuran

    Jakarta ,- Kabarlagi.id.Barisan Ksatria Nusantara (BKN) DPW DKI Jakarta mengadakan Talkshow Pemuda dengan tema “Pemuda Hebat Anti Tawuran Dan Narkoba Untuk Indonesia Maju” berlangsung di Roof Cafe Rawamangun,Jakarta Timur.Jumat (25/8).

    Turut hadir Kepala BNN Kota Jakarta Selatan, Kombes Pol. Gazali Ahmad, S.I.K., M.H. Kapolres Metro Jakarta Timur yang di wakili oleh Kompol M. Helmi Wibowo, S. S.T., S.H selaku Kasat Intelkam Polres Jaktim dan Acep Edy Setiawan Wakil ketua Karang Taruna DKI Jakarta serta Gus Syaifuddin Ketua PCNU Jakarta Pusat.

    Seminar dibagi dalam 2 sesi dengan 2 pemateri. Sesi pertama diisi dengan pengenalan akan Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif) serta pencegahan akan bahaya narkoba dan penanggulangan bagi para korban pecandunya. Sesi kedua adalah maraknya tawuran antar pemuda dan masyarakat.

    Kepala BNN Kota Jakarta Selatan, Kombes Pol. Gazali Ahmad, S.I.K., M.H. berpesan “sesuai Inpres tahun 2020 bahwa kejahatan narkoba luar biasa baik di lingkungan sekolah secara global hampir 296 juta korban akibat narkoba.jangan takut untuk melapor dan rehabilitasi apa bila sudah terkena narkoba.”ujarnya.

    Gus syaifuddin menambahkan pada sesi kedua talkshow ini “agar pemuda harus bangkit dan berani bermimpi serta memperjuangkan mimpi tersebut.perbanyak network atau jaringan silahturahmi agar terbuka peluang positif kedepannya.”kata Gus Syafuddin.

    Ahmad Qais selaku Ketua BKN DPW DKI Jakarta mengucapkan terima kasih atas dukungan serta partisipasi semua pihak sehingga acara ini dapat berlangsung.

    Sebelum acara ini berakhir, panitia adakan pembagian hadiah atau juara dari berbagai lomba yang diadakan sebelumnya sepeti Futsal,Bulu Tangkis dan Mobile Legends .(DJo)