Tag: Global

  • Kolaborasi Bea Cukai dan Karantina Papsel Dorong Ekspor UMKM Tembus Pasar Global

    Merauke – Kabarlagi.id. Bea Cukai Merauke dan Balai Karantina Papua Selatan bersatu padu mendorong ekspor komoditas unggulan daerah. Kolaborasi ini diwujudkan melalui program pengenalan ekspor bagi UMKM, dengan fokus pada peningkatan kapasitas dan pemenuhan standar internasional.

    Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Selatan, Ferdi, S.P., M.Si., menjelaskan, Merauke memiliki potensi ekspor yang besar, mulai dari ikan, udang, kepiting, hingga daging rusa dan hasil bumi seperti beras dan gaharu. Sayangnya, potensi ini belum dimaksimalkan.

    “Komoditas yang dihasilkan sudah memenuhi standar ekspor. Namun, perlu dukungan standarisasi gudang pengolahan oleh Karantina Papua Selatan,” jelas Ferdi di kantor KPPBC Merauke, Selasa (02/12/2025).

    Karantina, lanjutnya, siap membantu memastikan persyaratan negara tujuan terpenuhi, baik untuk komoditas hewan, ikan, maupun tumbuhan.

    Bea Cukai sendiri, dalam kegiatan tersebut, memaparkan tahapan ekspor secara detail. Mulai dari pengelolaan alat angkut, pengepakan, pemuatan, hingga transportasi komoditas. Tak ketinggalan, penjelasan mengenai Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas.

    Ferdi juga menekankan pentingnya legalitas dokumen dan tata cara pengemasan yang tepat. Sertifikasi seperti phytosanitary certificate untuk tumbuhan dan health certificate untuk hewan dan ikan, sangat krusial. Sertifikasi ini memastikan komoditas ekspor terbebas dari hama penyakit dan memenuhi standar negara tujuan.

    Anggota DPRD Kabupaten Merauke yang turut hadir dalam diskusi tersebut menyoroti perlunya kolaborasi pemerintah dalam memperbaiki fasilitas pendukung ekspor. Sumber daya alam Papua Selatan yang melimpah, dengan keanekaragaman hayati yang unik, sangat berpotensi mendongkrak perekonomian daerah melalui perdagangan internasional.

    Bea Cukai, Karantina, dan pemerintah daerah sepakat untuk memperkuat kolaborasi dan pendampingan. Tujuannya jelas untuk mengatasi hambatan, membuka jalan bagi komoditas unggulan Papua Selatan untuk menembus pasar global, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Saya berharap UMKM semakin aktif menggali potensi dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk meningkatkan peluang ekspor, karena ekspor menjadi salah satu sumber devisa bagi negara,” pungkas Ferdi. (Rizki)

  • Global Shapers Jakarta Menyelenggarakan Acara “Connecting Career in Sustainability”

    Jakarta – Kabarlagi.id. Acara bertajuk “Connecting Career in Sustainability” diselenggarakan oleh Global Shapers Jakarta pada Jumat (03/11/2023) di Gedung IDN Media HQ.

    Acara ini dihadiri oleh para narasumber terkemuka, antara lain Clorinda Kurnia (Senior Manager World Resource Institute), Annette Aprilana (Sustainability & ESG Lead Funding Societes dan juga Modalku), William H (Manager Systemiq ltd), dan Nathan Roestandy (Co-founder & CEO Nafas.id).

    Acara tersebut terdiri dari tiga sesi yang menarik, yaitu:

    1. Fireside chat session: Para panelis berbagi pengalaman mereka dalam berkarier di berbagai bidang keberlanjutan.
    2. Ask Me Anything: Peserta dapat bertemu langsung dengan para pembicara dalam kelompok kecil dan mengajukan pertanyaan secara langsung.
    3. Networking: Membangun hubungan dengan para profesional muda yang memiliki semangat dalam keberlanjutan, serta perusahaan-perusahaan yang menjadi pemimpin di bidang ini.

    Clorinda Kurnia (Senior Manager World Resource Institute) adalah seorang profesional dengan pengalaman di bidang Sumber Daya Alam. Beliau telah terlibat dalam proyek-proyek penting di Indonesia dan memiliki pengetahuan yang luas tentang peta kerentanan dan risiko.

    Annette Aprilana (Sustainability & ESG Lead Funding Societes | Modalku) adalah seorang ahli dalam bidang keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Beliau memiliki pengalaman internasional dan telah berkontribusi dalam membangun hubungan dengan berbagai pihak terkait.

    William H (Manager Systemiq ltd) merupakan seorang penggiat keberlanjutan yang berfokus pada pengolahan sampah dan pemulungan. Beliau percaya bahwa untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Perjanjian Paris, diperlukan kerjasama antara pengolah sampah, pemulung, dan pemerintah.

    Nathan Roestandy (Co-founder & CEO Nafas.id) adalah seorang pengusaha muda yang berdedikasi dalam menjadikan teknologi udara yang berkualitas sebagai prioritas bagi masyarakat.

    Pada acara ini, juga terdapat perwakilan dari Foodurama, yang menyediakan produk daging nabati dengan protein kultur sel. Salah satu menu yang ditawarkan adalah rendang nabati yang mengagetkan peserta acara.

    Dalam diskusi tersebut, peserta diingatkan tentang pentingnya mengurangi penggunaan plastik dan menggantinya dengan produk ramah lingkungan yang dapat didaur ulang. Bio plastik merupakan salah satu solusi yang dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

    Acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi para peserta yang tertarik dengan karier dan isu-isu terkait keberlanjutan. (PaceX)