Tag: kesehatan

  • Ramai Isu Kenaikan Iuran JKN Ini Jawaban BPJS Kesehatan

    Jakarta – Kabarlagi.id. Desas-desus mengenai wacana kenaikan iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akhirnya terjawab. Merespons kebingungan publik yang bergulir cepat di berbagai kanal informasi, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan turun tangan memastikan bahwa hingga hari ini tidak ada perubahan besaran nominal yang harus disetorkan oleh peserta.

    “Besaran iuran yang berlaku masih mengacu pada Peraturan Presiden tentang Jaminan Kesehatan yang berlaku,” tegas Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah di Jakarta, Jumat, (06/03/2026).

    Rizzky merinci tata ukur tagihan tersebut agar tidak ada lagi kesimpangsiuran di tengah masyarakat. Untuk peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau jalur mandiri kelas I, iuran JKN tetap tertahan di angka Rp150 ribu per bulan. Di sisi lain, kelas II dipatok Rp100 ribu, dan kelas III berada di level Rp42 ribu. Khusus bagi peserta kelas III, pemerintah menyuntikkan subsidi senilai Rp7 ribu, sehingga beban riil yang ditanggung oleh masyarakat hanyalah Rp35 ribu setiap bulannya.

    Sebagai asuransi sosial yang bertumpu pada asas gotong royong, napas utama program ini berada pada kedisiplinan setoran pesertanya. Mereka yang sedang dalam kondisi sehat secara langsung menyokong pembiayaan bagi pasien yang jatuh sakit. Oleh karena itu, keberlanjutan sistem jaminan kesehatan ini sangat bergantung pada rasio keseimbangan antara arus dana yang masuk dengan tingginya tagihan fasilitas medis yang harus dilunasi.

    Ia kemudian memaparkan ilustrasi riil di lapangan terkait beratnya beban biaya pengobatan saat ini. Rizzky mencontohkan tindakan operasi pemasangan ring jantung yang tagihannya bisa menembus angka Rp150 juta untuk satu orang pasien. Jika seorang peserta kelas III memilih menabung secara mandiri sebesar Rp35 ribu per bulan, secara matematis dibutuhkan waktu hingga 357 tahun agar dana tersebut terkumpul untuk membiayai satu kali tindakan pembedahan.

    “Namun dengan adanya Program JKN, biaya operasi tersebut bisa dibayarkan dari iuran 4.285 orang peserta JKN kelas III lain yang sehat,” Ujarnya.

    Lebih dari sekadar menambal tagihan kuratif di rumah sakit, dana kolektif ini juga dikerahkan untuk memperkuat lini pertahanan pertama, yakni program promotif dan preventif. Untuk menjangkau demografi yang lebih luas dalam kampanye literasi kesehatan ini, BPJS Kesehatan kini proaktif merambah ruang digital. Mereka menyajikan beragam konten edukasi yang interaktif, bahkan membuka ruang tanya-jawab secara langsung bersama masyarakat melalui fitur siaran langsung di platform TikTok.

    Berangkat dari realita sistem gotong royong tersebut, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran dalam keseharian. Langkah ini bisa dimulai dari hal sederhana, seperti memperkaya literasi kesehatan hingga saling mengingatkan kerabat terdekat agar tidak menunggak kewajiban bulanan mereka.

    “Kami berharap, masyarakat juga dapat bersama-sama menjaga keberlanjutan Program JKN supaya bisa terus memberikan manfaat hingga di masa mendatang,” tambahnya. (Rizki)

  • Pemprov Papua Selatan Hibahkan 4 Ambulans Perkuat Layanan Ujung Timur

    Merauke – Kabarlagi.id. Upaya mempertebal benteng layanan medis di wilayah ujung timur Indonesia kembali bergulir. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan resmi menghibahkan empat armada ambulans darat kepada sejumlah fasilitas kesehatan untuk merespons urgensi mobilitas penanganan pasien antarwilayah.

    Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyerahkan langsung kunci kendaraan operasional tersebut di Gedung Negara Merauke. Bantuan strategis ini didistribusikan secara proporsional kepada Puskesmas Kuprik, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mappi, RS Tingkat IV JB Moerdani, serta RS TNI AL Kodaeral XI Merauke.

    Di hadapan para perwakilan fasilitas kesehatan, gubernur memaparkan bahwa penyerahan aset ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemangkasan anggaran pada sektor-sektor non-esensial kini dialihkan secara penuh untuk menyentuh kebutuhan dasar masyarakat yang mendesak.

    “Mudah-mudahan dengan bantuan hibah empat unit mobil ambulance yang diserahkan hari ini diharapkan dapat memperkuat armada ambulance yang sudah ada,” ungkap Apolo Safanpo di Gedung Negara Merauke, Rabu, (04/03/2026).

    Selain memperkuat mobilitas darat, manuver Pemprov Papua Selatan dalam meningkatkan taraf kesehatan nyatanya merambah hingga ke jalur perairan. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Papua Selatan, Benedicta C. H. Rahangiar, memastikan bahwa gelombang distribusi peralatan medis telah menyasar empat kabupaten di wilayahnya.

    Di Merauke, sokongan berupa alat sterilisasi hingga tempat tidur disalurkan ke Palang Merah Indonesia (PMI) dan RSUD setempat. Langkah ini disusul pengadaan perahu darurat (emergency boat) untuk puskesmas pesisir seperti Kaptel dan Tubang. Sementara itu, RSUD Mappi menerima enam unit ventilator, berdampingan dengan lima unit perahu darurat yang menjangkau wilayah Keppi hingga Basman. Terobosan infrastruktur mutakhir juga menyentuh Asmat lewat instalasi Modular Operating Theatre (MOT) di RSUD Asmat.

    “Semua bantuan ambulance emergenzy boot dan bantuan kesehatan lainnya telah kami distribusikan ke tempat masing-masing,” jelas Benedicta C. H. Rahangiar.

    Ke depan, seluruh perangkat medis baru ini akan segera dikalibrasi agar sesuai dengan standar keselamatan dan kondisi di lapangan. Di sisi lain, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan kelanjutan pembangunan fasilitas fisik yang tertunda sejak 2025, termasuk Klinik Pancaran Hati Kudus di Mappi dan gedung poli jiwa RSUD Merauke, yang diproyeksikan masuk tahap eksekusi lanjutan tahun ini (Rizki).

  • Cakupan Peserta Tembus 98,45%, BPJS Kesehatan Buktikan Kepercayaan Publik Menguat

    Jakarta – Kabarlagi.id. BPJS Kesehatan mengumumkan capaian kinerja tahun 2024 yang signifikan, termasuk cakupan kepesertaan JKN yang mencapai 98,45% penduduk, dalam acara Public Expose di Jakarta, Senin (14/7/2025).

    BPJS Kesehatan memaparkan kinerja impresif sepanjang tahun 2024 dalam acara Public Expose yang bertema “Transformasi Nyata, BPJS Kesehatan Makin Terpercaya” di Jakarta. Sejumlah capaian signifikan diumumkan, menegaskan komitmen BPJS Kesehatan dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun 2024, cakupan kepesertaan Program JKN telah mencapai 278,1 juta jiwa atau 98,45% dari total penduduk.

    “Keberhasilan ini juga ditandai dengan 35 provinsi dan 473 kabupaten/kota yang telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC),” ujar Ghufron saat menyampaikan laporan kinerja.

    Salah satu fokus utama BPJS Kesehatan adalah memastikan pemerataan layanan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Melalui layanan jemput bola BPJS Keliling, BPJS Kesehatan hadir di 37.858 titik lokasi dan melayani 940.158 transaksi. Sinergi dengan pemerintah daerah melalui Mal Pelayanan Publik di 227 titik juga memperkuat aksesibilitas layanan.

    Untuk wilayah yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai (DBTFMS), seperti di Papua Selatan, Maluku, dan Kalimantan Utara, BPJS Kesehatan menjalin kerja sama strategis dengan rumah sakit apung, mengirimkan tenaga kesehatan, dan menggandeng faskes dengan kriteria khusus.

    Hal ini didukung oleh pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan mitra, di mana FKTP meningkat 28% dan rumah sakit naik 88% sejak 2014.Inovasi digital menjadi tulang punggung kemudahan layanan JKN.

    Aplikasi Mobile JKN kini menjadi andalan peserta untuk berbagai keperluan, termasuk layanan telekonsultasi yang telah dimanfaatkan oleh 17,2 juta peserta. Selain itu, fitur i-Care JKN mempermudah dokter untuk mengakses riwayat medis pasien, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan akurat.

    “Di tahun 2024, kami hadirkan inovasi layanan melalui BPJS Kesehatan Online yang bisa dimanfaatkan peserta melalui video conference lewat Aplikasi Zoom untuk mengurus administrasi, informasi, atau pengaduan,” jelas Ghufron.

    Kemudahan lainnya termasuk layanan antrean online yang mengurangi waktu tunggu di faskes, serta kemudahan perpanjangan rujukan bagi peserta Program Rujuk Balik (PRB).

    Kepercayaan publik terhadap BPJS Kesehatan juga didukung oleh pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut, laporan keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) berhasil meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM).

    Aset bersih DJS per 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp49,52 triliun, yang dinilai sangat sehat untuk menutupi estimasi pembayaran klaim hingga 3,40 bulan ke depan.Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir, menyatakan bahwa tata kelola yang baik menjadi kunci utama.

    “Melalui pengawasan yang ketat oleh sejumlah pihak, dana publik yang diamanahkan peserta kepada BPJS Kesehatan dapat dikelola secara transparan dan bertanggung jawab,” ujarnya.

    Tingginya kepercayaan masyarakat tercermin dari angka pemanfaatan layanan yang mencapai 673,9 juta kunjungan sepanjang 2024, atau rata-rata 1,8 juta pemanfaatan per hari. Ini membuktikan bahwa Program JKN telah menjadi sandaran utama masyarakat untuk mendapatkan jaminan kesehatan.

    “Kami menegaskan bahwa Program JKN merupakan wujud gotong royong bangsa. Kami terus memastikan bahwa mereka yang tinggal di pedalaman tetap bisa mendapatkan layanan terbaik,” tegas Ghufron.

    Abdul Kadir menambahkan, kinerja yang dicapai bukan hanya soal angka, tetapi tentang meningkatnya kualitas layanan yang diterima peserta di seluruh Indonesia, yang pada akhirnya memperkuat keberlangsungan Program JKN sebagai program strategis nasional. (PaceX)

  • Gus Syaifuddin : Stop Buang Air Besar di Kali

    Jakarta – Kabarlagi. Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) adalah suatu kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Perilaku stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) diikuti dengan pemanfaatan sarana sanitasi yang saniter berupa jamban sehat.

    Yang terjadi belakangan ini di Johar baru Jakarta Pusat,memprihatinkan Menurut Gus Syafuddin selaku Ketua PCNU Jakarta Pusat.

    “Dampak yang paling sering terjadi akibat buang air besar sembarangan ke sungai adalah terinfeksi bakteri Escherichia coli, yang bisa membuat orang terkena diare. Bakteri Escherichia coli juga dapat mengakibatkan dehidrasi, sehingga kondisi tubuh menurun dan rentan terkena penyakit lainnya.”ujarnya.

    Di rilis dari kompas di Kecamatan Johar Baru misalnya, masih ada 4.792 kepala keluarga yang belum memiliki MCK.

    warga yang tak memiliki MCK tinggal di permukiman padat penduduk. Selama ini mereka buang air besar di kali yang ada di sekitaran tempat tinggal mereka.Saat ini masih banyak rumah di permukiman padat di Jakarta yang tidak memiliki MCK, yang menyebabkan mereka masih buang air besar di badan air atau bukan di MCK.

    Pemprov DKI Jakarta perlu menyediakan anggaran pembuatan MCK komunal bagi warga agar mereka memiliki sistem sanitasi yang baik meskipun di lahan yang terbatas.

    “Biaya yang tidak besar. Pemprov DKI Jakarta bahkan bisa mengupayakan dukungan dari BUMD maupun dari corporate social responsibility (CSR) dari BUMN dan perusahaan swasta besar di Jakarta untuk pembangunan MCK komunal atau septic tank komunal tersebut sehingga beban pembiayaan dari APBD tidak terlalu besar. (Masdjo)