Tag: Kinerja

  • Berbasis Kinerja Digital, Pemprov Papua Selatan Rotasi 28 Pejabat Tinggi Pratama

    Merauke – Kabarlagi.id. Pemerintah Provinsi Papua Selatan melakukan perombakan pejabat tinggi pratama (Eselon II) melalui pelantikan dan pengukuhan, Kamis (13/11/2025), sebagai respons terhadap evaluasi kinerja berbasis sistem digital. Langkah ini diambil untuk memperkuat birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah tersebut.

    Total 28 pejabat mengalami perubahan posisi, dengan 18 di antaranya dikukuhkan dan 10 lainnya dilantik. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan bahwa perubahan ini murni didasarkan pada evaluasi kinerja dan bukan merupakan bentuk demosi atau pemberhentian.

    “Perubahan jabatan yang dilakukan semata-mata didasarkan pada hasil evaluasi kinerja sebagai bentuk penyegaran organisasi, bukan demosi atau pemberhentian,” tegas Gubernur Apolo saat pelantikan di Merauke, Kamis (13/11/2025).

    Sejak Januari hingga Maret 2025, Pemprov Papua Selatan telah melaksanakan evaluasi kinerja terhadap seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga staf pelaksana melalui sistem aplikasi informasi pemerintahan yang dikelola oleh Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Selatan.

    Melalui sistem ini, setiap ASN dapat memantau hasil evaluasi kinerjanya secara daring. Jika terdapat poin penilaian yang dianggap tidak sesuai, pejabat terkait dapat mengajukan keberatan kepada tim evaluator untuk dilakukan peninjauan ulang.

    Selain evaluasi berbasis sistem, pada bulan April, Badan Kepegawaian Negara (BKN) membentuk panitia seleksi (pansel) untuk melaksanakan uji kompetensi bagi seluruh pimpinan OPD. Pansel terdiri dari unsur BKN, Inspektorat Jenderal Kemendagri, Kantor Regional BKN, akademisi, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Selatan.

    “Hasil uji kompetensi tersebut telah dikirimkan ke BKN untuk mendapatkan pertimbangan teknis,” jelas Apolo.

    Gubernur Apolo mengingatkan bahwa jabatan di pemerintahan merupakan amanah, bukan hak yang melekat selamanya. Menurutnya, seorang ASN dapat tetap menjabat meski kepala daerah berganti, asalkan menunjukkan kinerja yang baik dan profesional.

    “Jabatan bukan hak abadi, melainkan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan. Selama kinerjanya baik dan sesuai dengan tugas jabatan, pejabat dapat terus mengemban amanah tersebut,” tegasnya.

    Menutup sambutannya, Gubernur Apolo berpesan agar seluruh pejabat yang baru dilantik memegang teguh empat prinsip utama ASN Papua Selatan, yakni: Bekerja dengan integritas tinggi, Menunjukkan kinerja nyata dan terukur, Menjaga loyalitas terhadap negara dan pimpinan, serta Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    “Semoga dengan semangat baru, kita bersama dapat membangun Pemerintah Provinsi Papua Selatan yang semakin maju, profesional, dan berintegritas tinggi demi kesejahteraan seluruh masyarakat di Tanah Papua Selatan yang kita cintai,” tutup Gubernur Apolo Safanpo. (Rizki)

  • Cakupan Peserta Tembus 98,45%, BPJS Kesehatan Buktikan Kepercayaan Publik Menguat

    Jakarta – Kabarlagi.id. BPJS Kesehatan mengumumkan capaian kinerja tahun 2024 yang signifikan, termasuk cakupan kepesertaan JKN yang mencapai 98,45% penduduk, dalam acara Public Expose di Jakarta, Senin (14/7/2025).

    BPJS Kesehatan memaparkan kinerja impresif sepanjang tahun 2024 dalam acara Public Expose yang bertema “Transformasi Nyata, BPJS Kesehatan Makin Terpercaya” di Jakarta. Sejumlah capaian signifikan diumumkan, menegaskan komitmen BPJS Kesehatan dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun 2024, cakupan kepesertaan Program JKN telah mencapai 278,1 juta jiwa atau 98,45% dari total penduduk.

    “Keberhasilan ini juga ditandai dengan 35 provinsi dan 473 kabupaten/kota yang telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC),” ujar Ghufron saat menyampaikan laporan kinerja.

    Salah satu fokus utama BPJS Kesehatan adalah memastikan pemerataan layanan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Melalui layanan jemput bola BPJS Keliling, BPJS Kesehatan hadir di 37.858 titik lokasi dan melayani 940.158 transaksi. Sinergi dengan pemerintah daerah melalui Mal Pelayanan Publik di 227 titik juga memperkuat aksesibilitas layanan.

    Untuk wilayah yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai (DBTFMS), seperti di Papua Selatan, Maluku, dan Kalimantan Utara, BPJS Kesehatan menjalin kerja sama strategis dengan rumah sakit apung, mengirimkan tenaga kesehatan, dan menggandeng faskes dengan kriteria khusus.

    Hal ini didukung oleh pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan mitra, di mana FKTP meningkat 28% dan rumah sakit naik 88% sejak 2014.Inovasi digital menjadi tulang punggung kemudahan layanan JKN.

    Aplikasi Mobile JKN kini menjadi andalan peserta untuk berbagai keperluan, termasuk layanan telekonsultasi yang telah dimanfaatkan oleh 17,2 juta peserta. Selain itu, fitur i-Care JKN mempermudah dokter untuk mengakses riwayat medis pasien, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan akurat.

    “Di tahun 2024, kami hadirkan inovasi layanan melalui BPJS Kesehatan Online yang bisa dimanfaatkan peserta melalui video conference lewat Aplikasi Zoom untuk mengurus administrasi, informasi, atau pengaduan,” jelas Ghufron.

    Kemudahan lainnya termasuk layanan antrean online yang mengurangi waktu tunggu di faskes, serta kemudahan perpanjangan rujukan bagi peserta Program Rujuk Balik (PRB).

    Kepercayaan publik terhadap BPJS Kesehatan juga didukung oleh pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut, laporan keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) berhasil meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM).

    Aset bersih DJS per 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp49,52 triliun, yang dinilai sangat sehat untuk menutupi estimasi pembayaran klaim hingga 3,40 bulan ke depan.Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir, menyatakan bahwa tata kelola yang baik menjadi kunci utama.

    “Melalui pengawasan yang ketat oleh sejumlah pihak, dana publik yang diamanahkan peserta kepada BPJS Kesehatan dapat dikelola secara transparan dan bertanggung jawab,” ujarnya.

    Tingginya kepercayaan masyarakat tercermin dari angka pemanfaatan layanan yang mencapai 673,9 juta kunjungan sepanjang 2024, atau rata-rata 1,8 juta pemanfaatan per hari. Ini membuktikan bahwa Program JKN telah menjadi sandaran utama masyarakat untuk mendapatkan jaminan kesehatan.

    “Kami menegaskan bahwa Program JKN merupakan wujud gotong royong bangsa. Kami terus memastikan bahwa mereka yang tinggal di pedalaman tetap bisa mendapatkan layanan terbaik,” tegas Ghufron.

    Abdul Kadir menambahkan, kinerja yang dicapai bukan hanya soal angka, tetapi tentang meningkatnya kualitas layanan yang diterima peserta di seluruh Indonesia, yang pada akhirnya memperkuat keberlangsungan Program JKN sebagai program strategis nasional. (PaceX)