Jakarta – Kabarlagi.id.Upacara Ziarah Nasional dalam rangka HUT TNI ke 78 Tahun 2023,bertempat di Taman Makam pahlawan Taruna. Jl. TMP Taruna Kel Suka asih Kec Tangerang Kota Tangerang di hadiri 150 orang selaku. Penanggung Jawab Kapten Inf Indrat Miyanto (Pasi Pers Kodim 0506/Tgr).Rabu (4/10/2023)
Bertindak selaku Irup Kolonel Arm Mulyadi, S.IP (Kasi Ter Rem 052/Wkr),Perwira Upacara Kapten Inf Indrat Miyanto (Pasi Pers Kodim 0506/Tgr),Komandan Upacara Mayor Inf Reza (Danramil 06/Cbd)
Hadir dalam upacara Kolonel Arm Mulyadi, S.IP (Kasi Ter Rem 052/Wkr),Kolonel Inf Ali Imran (Dandim 0505/Tgr),Kolonel Kav Tri Anggoro (Dandim 0502/JU),Letkol Inf.E.S.Putra Siregar S I.P ( Dandim 0503/JB ),Kombes Pol Zain Dwi Nugroho (Kapolres Metro Tangerang Kota),Letkol Cpm Sundoro (Danden POM DAM Jaya 1) ,Letkol Inf Fardin Wardhana (Kasdim 0506/Tgr),Mayor Arh Arh Didik (Kasdim 0510/Trs) mewakili Dandim,Kapten Kav Watamena (Danki Markas) mewakili Danyon,Kapten Inf Rio Justin (Pasi Ops Yon mek 203/Ak) mewakili Danyon,Para Kasi, Pasi dan Danramil Jajaran Korem 052/Wkr
Turut hadir H Arief R Wismansyah (Walikota Tangerang),Gatot Wibowo (Ketua DPRD Kota Tangerang),Ibu Henny Setya Astuti Putranto Gatot Sri Handoyo (Ketua Persit Koorcab Rem 052/Wkr) beserta Pengurus
Upacara diawali dengan persiapan upacara ,Laporan perwira Upacara,Pimpinan Ziarah menuju tempat Ucapara,Penghormatan kepada arwah pahlawan,Mengheningkan Cipta,Peletakan Karangan Bunga,Do’a ,Penghormatan kepada arwah pahlawan ,Laporan Perwira Upacara,Upacara selesai dan diakhiri dengan Tabur bunga
Adapun jumlah pasukan dalam upacara berjumlah 127 Personil antara lain: Perwira : 39 pers Skuadron 21/Sena : 22 pers Yon Kav 9/SDK. : 22 pers Arhanud 1 : 22 pers Yonmek 203/Ak : 22 pers
Pukul 07.50 WIB, kegiatan selesai dengan aman dan lancar.
Tangerang – Kabarlagi.id.Dengan mengambil temaMenuju Indonesia Emas 2045: Transformasi Pendidikan, Potensi Bonus Demografi, dan Harmoni Beragama dalam Post Generasi Millenials Kasrem 052/ Wkr,Kol Inf Dr Indarto Kusnohadi, S.I.P.,S.H., M.H. yang mewakili Danrem ,menyampaikan orasi ilmiah dalam pembukaan budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK)hari ke 3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang diikuti 1.300 orang Mahasiswa bertempat di Gedung Auditorium Utama Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Ir. H. Juanda, Kel. Cempaka Putih, Kec. Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.Rabu (30/8/2023).
Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) adalah Kegiatan bagi mahasiswa baru tahun 2023 dengan tujuan untuk memberikan pengenalan proses pendidikan dan pengajaran di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Hari ini merupakan hari ke-3 kegiatan PBAK. Dan bertindak sebagai penanggung Jawab Ibu Salamah (Wakil Dekan Fak.Ilmu Tarbiyah dan keguruan).
Dalam Orasi Ilmiahnya Kolonel Inf. Dr. Indarto Kusnohadi, S.I.P.,S.H., M.H. , menyampaikan Wawasan memiliki Kolerasi dan di bagi menjadi 3 yaitu Wawasan Kebangsaan, Wawasan Nasional dan Wawasan Nusantara. Wawasan Kebangsaan adalah Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Unsur -unsur wawasan kebangsaan diantaranya :
Rasa Kebangsaan
Rasa Kebangsaan
Paham kebangsaan
Semangat kebangsaan.
Bela Negara. yang akan menumbuhkan rasa patriotisme.” “Sedangkan Makna Nasionalisme/Kebangsaan Pola Pikir, Pola sikap,dan Pola Tindak serta penampilan citra kesetiaan tertinggi seseorang diberikan kepada negara dan bangsanya.Makna Patriotisme yaitu rela berkorban demi bangsa dan negara yang meliputi Elemen rakyat, wilayah, pemerintahan, konstitusi dan pengakuan dunia internasional.”terangnya.
“Tantangan wawasan kebangsaan Indonesia adalah diantaranya Isu-isu Strategis dan Kompetisi global.Pada tahun 2023 jumlah penduduk dunia mencapai 7-8 Milyar manusia dimana dampak setiap hari ada 41.095 anak meninggal (15 juta setahun) karena kemiskinan, kelaparan dan kesehatan.”
“Potensi dan Tantangan Indonesia dengan letak Indonesia yang strategis yaitu di Benua Asia, di Samudra Pasifik, di deket Benua Australia dan Samudera Hindia dimana terdapat keuntungan dan kerugian dengan letak geografis tersebut.”ungkap Kasrem.
“Di negara kita tahun 2023 jumlah penduduk kita mencapai 287 juta jiwa , dimana dibarengi dengan adanya korupsi yang masih tinggi dan tiap tahunnya harus menyelamatkan dana sebesar 120 triliun.Patriotisme membutuhkan seseorang memahami ajaran agama dengan benar.Penyebaran berita Hoax, penyalahgunaan Narkoba, Demo Anarkis, dan Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk hilangnya rasa Patriotisme.” Tegasnya.
“Wawasan kebanggaan bukan hanya milik tentara, polisi atau lainnya tetapi patriotisme itu milik kita semua dalam hidup berbangsa dan bernegara.Adik-adik Mahasiswa ini adalah golongan kecil di negara ini karena memang hanya sedikit orang yang dapat menikmatinya.Soliditas dan kebersamaan harus dijaga sehingga tercapai suasana kekeluargaan, yang senior jangan mentang-mentang senior dan lebih pintar tetapi bimbinglah adik-adik semua.” Pesannya
“Dengan berwawasan kebangsaan akan melahirkan jiwa nasionalisme dan patriotisme bagi bangsa Indonesia.Diera Globalisasi, Indonesia memiliki tantangan untuk memperkuat wawasan kebangsaan agar dapat menjadi negara yang maju sejajar dengan bangsa – bangsa maju yang lain.”tutup Kasrem.
Dalam kesempatan yang sama Ibu Dr. N. Nurosi Nurasjati , S.pd, M.pd (Kemenpora) menyampaikan Satu dasawarsa terakhir, bonus demografi menjadi salah satu wacana publik yang paling sering diperbincangkan. Kalau diamati, diskusi ini tampak lebih menekankan segi optimisme akan potensi bonus demografi terhadap kesejahteraan ekonomi.Lalu yang menjadi persoalan adalah apa yang sebenarnya dimaksud dengan bonus demografi? Dan bagaimana hubungannya dengan kesejahteraan.
“Bonus demografi adalah Potensi pertumbuhan ekonomi yang tercipta akibat perubahan struktur umur penduduk, dimana proporsi usia kerja lebih besar daripada proporsi bukan usia kerja.Konteks yang dimaksud disini bukan lain adalah bentuk pengorganisasian masyarakat dalam kerangka negara-bangsa (national-state).. ungkapnya.
“Karena kewajiban utama negara adalah menjamin keamanan dan kebutuhan dasar warga negara, maka tidak mengherankan apabila negara perlu melakukan administrasi penduduk.” “Sensus penduduk merupakan upaya untuk memetakan karakteristik penduduk di suatu negara tertentu. Tujuannya tentu untuk memastikan keamanan dan menjamin kebutuhan penduduk tercukupi secara berkelanjutan. Hasil dari pemetaan ini kemudian lebih dikenal dengan struktur demografi yang menggambarkan berbagai fitur penduduk seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, rumah tangga dan lain sebagainya..tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan,Kolonel Inf. Dr. Indarto Kusnohadi, S.I.P.,S.H.,M.H. (Kasrem 052/Wkr)., Kolonel Arm. Mulyadi S.Ip (Kasiter Kasrem 052/Wkr),Ibu Dr. N. Nurosi Nurasjati , S.pd, M.pd (Kemenpora) ,Edy Fajar Prasetyo,.SP. (Founder – Eco – Business Indonesia).,Ibu Salamah (Wakil Dekan Fak.Ilmu Tarbiyah dan keguruan).
Tangerang,- Kabarlagi.id.Danrem 052/wkr Brigjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo memberikan wawasan kebangsaan kepada Mahasiswa Universitas Prasetya Mulya bertempat di Jl. BSD Raya Utama, BSD City,desa Pagedangan Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang,
Pemberian materi bela negara oleh Brigjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo (Danrem 052/Wkr) kepada Mahasiswa Universitas Prasetya Mulya untuk menanamkan cinta tanah air kepada bangsa dan negara.
Pemberian materi wawasan kebangsaan diikuti oleh 1000 siswa.adapun selaku penanggung jawab kegiatan Dr. Rudi Handoko Direktorat kemahasiswaan
Danrem 052/wkr Brigjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo dalam pemberian materi menyampaikan, Bela Negara merupakan kewajiban bagi rakyat Indonesia dalam rangka pertahanan negara. Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang jati diri dan lingkungan mengutamakan Persatuan dan kesatuan bangsa demi tercapai nya tujuan nasional, Jelas Danrem
lanjut Danrem, Situasi global saat ini terjadi krisis energi, inflasi ,tensi geopolitik, transisi pandemi covid, terorisme, semua negara mewaspadai dengan situasi yang sedang berkembang di dunia,
Situasi Nasional saat ini, potensi ancaman berupa geopolitik,resesi ekonomi dan inflasi, polarisasi bangsa, yang bisa menjadikan ancaman dari dalam negri sendiri, dengan banyaknya sumber alam dan budaya, Konflik dunia saat ini merebutkan minyak bumi dan sumber hayati, yang bisa menjadikan peta konflik dinegara ekuator,
Disebutkan Danrem ,Kondisi bangsa saat ini yang banyak terjadi diantaranya :
Penyalahgunaan narkoba,(survei 15.000 jiwa meninggal setiap tahun)
Pergaulan bebas ( LGBT) ,
Tawuran antar kelompok
“Dengan banyaknya ancaman dari dalam negeri dan luar negeri kita harus bersatu mengutamakan Persatuan dan kesatuan untuk menghadapi segala ancaman”.Jelas Danrem
Diakhir pemaparannya Danrem mengajak untuk mempunyai Sikap dan perilaku warga negara yang di jiwai oleh kecintaanya kepada NKRI, berdasarkan pada Pancasila dan UUD 45, demi menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Dengan tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing dan arus globalisasi, Tutup Danrem.
Turut hadir dalam kegiatan Kolonel Arm Mulyadi ( Kasi Ter Kasrem 052/Wkr) ,Mayor Inf Jajang ( Danramil Legok) ,Kapten Inf Jefriyan Sipayung ( Dantim Intel Rem 052/Wkr),Dr. Rudi Handoko ( Direktorat kemahasiswaan), Frengky ( Wakil rektor) ,Ibu Setyawati ( Bidang kemahasiswaan)
Tangerang,- Kabarlagi.id.menjelang akhir pekan pengunjung terlihat memadati Area Pameran Alutsista yang di gelar Korem 052/Wijayakrama diLiving World, Alam Sutera. Tangerang Selatan.Sabtu (19/8/2023)
Kapenrem 052/Wkr, Mayor Inf Misin MD,kepada awak media mejelaskan, Dihari Sabtu ini Pameran Alutsista yang di gelar Korem 052/Wkr, terlihat di padati warga masyarakat dan pelajar yang begitu Antusias dengan adanya pameran. Selain melihat pameran pengunjung juga sekaligus mengunjungi dan berbelanja perlengkapan dan pakaian yang ada distand stand yang dijual oleh Koperasi Satuan yang mengikuti kegiatan pameran. Tampak terlihat pula antrian para pengunjung yang akan menaiki Ranpur Anoa.
“Dengan adanya kegiatan ini kita bisa mengetahui sejauh mana masyarakat sipil merasa bangga, apa yang di miliki TNI dan Bangsa Indonesia. Para orang tua dan anak anak selain antri untuk keliling dengan menaiki Ranpur Anoa, juga cukup antusias untuk melihat senjata dan perlengkapan militer yang ada di area pameran” terang Kapenrem.
“Kegiatan ini harus terus di jalankan sehingga warga masyarakat merasa memiliki dan terjalin hubungan yang baik dengan TNI. Terlebih bagi generasi penerus bangsa, untuk menumbuhkan jiwa patriotisme dan cinta tanah air. Semoga kedepan kegiatan yang cukup positif ini terus berjalan dan semakin lengkap apa yang di tampilkan dalam Pameran.” Tutupnya.