Tag: lokal

  • Job Fair Hardiknas Merauke Fasilitasi Akses Kerja Bagi Ribuan Pencari Kerja Lokal

    Merauke – Kabarlagi.id. Semarak Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Merauke resmi digelar di Pelataran Kantor Bupati Merauke, Senin (27/4/2026).

    Acara ini mengusung tema “Generasi Muda Hebat Merauke Sejahtera” ini menjadi momentum strategis bagi dunia pendidikan dan ketenagakerjaan daerah yang berlangsung hingga 29 April 2026  dimeriahkan dengan pameran kreasi serta inovasi dari 15 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sektor UMKM.

    Selain pameran, kegiatan ini menjadi ajang kemitraan antara dunia pendidikan
    dengan dunia kerja.

    Bupati Merauke Yosep Bladib Gebze menegaskan bahwa pendidikan berperan vital dalam membangun kualitas sumber daya manusia demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Baginya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan upaya membentuk karakter untuk menghadapi tantangan global.

    “Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat belajar,
    kreativitas, serta inovasi bagi para pelajar di Kabupaten Merauke,” ujar Yosep saat membuka acara dengan menabuh tifa.

    Di tengah gelaran Expo, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Merauke menggandeng 16 pemilik badan usaha dari total 925 pelaku usaha yang ada. Langkah ini bertujuan membuka akses kerja bagi masyarakat lokal guna menekan angka pengangguran yang kini mencapai sekitar 3.000 orang.

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Merauke Kleopas Ndiken menegaskan, pihaknya menerapkan kebijakan proteksi agar angkatan kerja asli daerah dapat terserap optimal.

    “Kami sudah sampaikan juga bahwa kita harus sedikit ada proteksi terhadap anak Marind, Orang Asli Papua, dan juga masyarakat atau pencari kerja yang kelahiran dan besar di Merauke. Sehingga jumlah angkatan kerja ini dari tahun ke tahun bisa terserap dengan hadirnya penerimaan yang dikeluarkan oleh teman-teman dari badan usaha,” tegas Kleopas.

    Menurut Kleopas, selama ini dunia kerja masih didominasi tenaga dari luar daerah. Melalui job fair di ajang Hardiknas ini, pemerintah daerah memfasilitasi pencari kerja untuk mendaftar dan mendapatkan rekomendasi langsung ke pihak mitra perusahaan.

    “Kami minta teman-teman di setiap perusahaan pemberi kerja bisa juga
    mengakomodir tenaga kerja kita yang sudah siap, yang ada di lokal, yang ada di Kabupaten Merauke khususnya,” tambahnya.

    Sebagai pendukung kemajuan pendidikan, pemerintah daerah turut meluncurkan layanan pengaduan Dinas Pendidikan melalui nomor 0821-8887-965. Selain itu, diluncurkan pula materi ajar berbasis Audio Book Bahasa Marind (Malind) yang melibatkan tenaga pengajar Mujina Kaise, S.Pd., dan siswi Irene Anggeli Hongdi sebagai pengisi suara. (Rizki)

  • Sekda Harapkan HIPMI Papua Selatan Jadi Lokomotif Ekonomi Daerah

    Merauke – Kabarlagi.id. Pemerintah Provinsi Papua Selatan menaruh harapan besar pada pundak para pengusaha muda untuk menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, S.Pd, M.Sc, menegaskan bahwa Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memiliki peran vital dalam memacu pertumbuhan sektor riil dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

    Pesan tersebut disampaikan Kainakaimu saat menghadiri Pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Papua Selatan di Swiss-Belhotel Merauke, Jumat (06/02/26).

    Menurutnya, kehadiran HIPMI harus menjadi solusi konkret bagi penguatan fondasi pembangunan di wilayah tersebut.

    “Kita harus menangkap peluang, pertama Program Strategis Nasional (PSN) sudah ada di depan mata,” tegas Ferdinandus Kainakaimu.

    Ferdinandus meminta para pengusaha muda tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Ia mendorong anggota HIPMI untuk bersikap aktif dan jeli melihat potensi daerah yang melimpah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga subsektor peternakan yang menjadi unggulan di Papua Selatan.

    Ritme pembangunan yang cepat menuntut profesionalisme tinggi. Ferdinandus mengingatkan agar para pengusaha lokal menjaga integritas saat dipercaya mengelola proyek pembangunan. Ia memberikan peringatan keras agar tidak ada lagi proyek yang terbengkalai atau kualitas pekerjaan yang sengaja dikurangi.

    “Jangan bikin malu. Kitong (kita) kasih pekerjaan begini proyek mangkrak. Antara perencanaan dan realisasi harus ditambah kualitasnya, jangan dikurangi volumenya,” ujar Sekda dengan nada lugas.

    Pemerintah Provinsi Papua Selatan, lanjut Kainakaimu, membuka pintu lebar untuk bermitra dengan pengusaha muda. Baginya, pelantikan pengurus baru ini membawa energi segar yang dapat mempercepat akselerasi pembangunan daerah agar tidak tertinggal dari provinsi lain di Indonesia.

    Pelantikan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, S.H., bersama Sekretaris Jenderal HIPMI Pusat, Dr. Anggawira, M.M., M.H.. Momentum ini juga disaksikan oleh jajaran Forkopimda serta tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda setempat.

    Ferdinandus optimis, dengan kreativitas dan tanggung jawab generasi muda, potensi ekonomi berbasis lokal dapat dikelola lebih maksimal.

    “Suatu bangsa bakal maju ketika generasi mudanya kreatif,” pungkasnya. (Rizki)

  • Badan Karantina Papsel Perkuat Daya Saing Ekspor Ikan Lokal Lewat Instalasi Terstandar

    Merauke – Kabarlagi.id. Badan Karantina Indonesia (BARANTIN) melalui Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Papua Selatan menggencarkan sosialisasi instalasi karantina ikan (IKI) kepada pelaku usaha perikanan di Merauke, sebagai strategi mendongkrak kualitas dan daya saing komoditas perikanan agar memenuhi standar ekspor.

    Ketua Tim Teknik dan Metoda Direktorat Standar Karantina Ikan, Kurniadhi Prabandono, menjelaskan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2023 mengamanatkan setiap IKI harus berbadan hukum dan memenuhi persyaratan teknis BARANTIN.

    Direktur Tindakan Karantina Ikan, drh. Ahmad Alfaraby, M.H., menegaskan IKI memegang peranan penting dalam mempercepat lalu lintas komoditas ikan sekaligus menjamin mutu dan kesehatan ikan.

    “Untuk keperluan pelaksanaan tindakan karantina, Pemerintah atau pun perorangan dapat membangun Instalasi Karantina di Tempat Pemasukan dan Tempat Pengeluaran, serta di luar tempat-tempat tersebut jika diperlukan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, setelah penetapan IKI, proses sertifikasi Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) menjadi krusial. Tujuannya, agar produk sesuai ketentuan dan terjamin mutu keamanannya.

    Persyaratan teknis IKI meliputi prasarana dan sarana yang sesuai dengan jenis tindakan karantina dan Media Pembawa HPIK (Hewan, Ikan, dan Tumbuhan), serta lahan, bangunan, peralatan, dan sarana pendukung yang memadai.

    “Intalasi Karantina Ikan bukan sekedar tempat tapi instalasi ini digunakan dalam pelaksanaan Tindakan karantina baik itu pengawasan, pengamatan maupun pengasingan agar kemanan mutunya dapat terjamin dan mempermudah kegiatan ekspor,” imbuh Alfaraby.

    Sementara itu, Kepala Karantina Papua Selatan, Ferdi, S.P., M.Si., menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang prosedur penetapan IKI. Dengan IKI yang terstandarisasi, komoditas perikanan Papua Selatan diyakini mampu memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar.

    “Penetapan instalasi karantina ikan juga dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses domestikasi ataupun ekspor komoditas perikanan, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk perikanan di pasar domestik dan internasional,” jelas Ferdi di Merauke, Senin (04/12/2025).

    Ferdi menambahkan, sinergi antara pemerintah, industri perikanan, dan lembaga terkait menjadi kunci utama peningkatan kualitas dan daya saing komoditas perikanan melalui IKI. Diskusi dan sharing pengalaman terkait kendala penetapan IKI juga menjadi bagian penting dalam sosialisasi ini.

    “Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan dapat terjadi peningkatan kapasitas dan kompetensi para pemangku kepentingan dalam melaksanakan karantina ikan yang efektif dan efisien,” tutupnya.

    Dengan demikian, produk perikanan Papua Selatan dapat meningkatkan daya saingnya dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi Papua Selatan. (Rizki)

  • Membangun Merek Lokal yang Siap Bersaing: Memperkuat Daya Saing UMKM di Era Digital

    Jakarta – Kabarlagi.id. Seminar bertajuk “Membangun Merek Lokal yang Siap Bersaing” sukses diselenggarakan di Hotel Urban 101 Thamrin, Jakarta Pusat,Senin (26/02/2024). Agenda ini dirancang dengan tujuan untuk memfasilitasi percepatan akselerasi UMKM lokal dalam mencapai daya saing di kancah global.

    Seminar ini menghadirkan keynote speech yang kompeten di bidangnya, diantaranya yaitu: Semuel A. Pangerapan, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Krisna Ariza, Direktur P3DN Kementerian Perdagangan dan Budi Primawan, VP Government Relations Lazada.

    Para pembicara memaparkan esensi membangun merek lokal yang tangguh dan strategi konkret untuk mewujudkannya.

    Rizky Ardi Nugroho, seorang Entrepreneur & Content Creator ternama, menekankan pentingnya introspeksi bisnis secara berkala dan melakukan analisis mendalam terhadap kompetitor. Beliau juga mendorong UMKM untuk memanfaatkan platform online seperti Google My Business dan WhatsApp Business secara maksimal dalam memperluas jangkauan konsumen.

    Ika Puspa Sari, Owner Al Mubarokah Seller Lazada, membagikan pengalaman berharga dan strategi jitu dalam membangun bisnis online yang sukses. Beliau menekankan beberapa poin penting, seperti:

    • Membangun mental yang kuat dan pantang menyerah
    • Melakukan riset dan analisis mendalam terhadap kompetitor
    • Menciptakan diferensiasi produk yang jelas dan unik

    Beberapa poin penting lainnya yang dibahas dalam seminar:

    • Pentingnya membangun merek lokal yang tangguh: Merek yang kuat mampu membantu UMKM untuk menonjol dari kompetitor, membangun kepercayaan konsumen, dan meningkatkan nilai jual produk.
    • Strategi membangun merek lokal: Strategi ini dapat meliputi diferensiasi produk, branding yang efektif, pemanfaatan platform online, dan menjalin kerjasama strategis dengan berbagai pihak.
    • Peran HAKI dalam melindungi produk: UMKM perlu melindungi produk mereka dengan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk menghindari peniruan dan meningkatkan nilai produk.
    • Peningkatan kualitas SDM: Peningkatan keterampilan dan pengetahuan melalui pelatihan, edukasi, dan mentoring menjadi kunci bagi UMKM untuk dapat bersaing di pasar global.
    • Pemanfaatan teknologi: Pemanfaatan teknologi digital, seperti e-commerce, big data, dan artificial intelligence (AI), dapat membantu UMKM untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan skalabilitas bisnis.

    Seminar ini diharapkan dapat memberikan inspirasi, pengetahuan, dan strategi yang actionable bagi UMKM lokal untuk membangun merek yang tangguh dan siap bersaing di pasar global. (PaceX)