Tag: Papua

  • Kapolda Papua Resmikan Barak Siaga Brimob Merauke Perkuat Kesiapsiagaan Operasional

    Merauke – Kabarlagi.id. Kapolda Papua, Irjen. Pol. Petrus Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., meresmikan Barak Siaga Brimob dan Rumah Susun (Rumsus) Kompi 2 Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua di daerah Payum, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Rabu (25/3/2026).

    Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M., turut hadir dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan Polres Merauke terhadap penguatan kapasitas operasional Brimob Polda Papua di wilayah selatan Papua.

    Peresmian fasilitas ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi dan kesiapsiagaan operasional Satuan Brimob. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, personel Brimob diharapkan dapat lebih responsif dan efektif dalam menjalankan tugas di lapangan, khususnya dalam menghadapi dinamika keamanan di wilayah Papua.

    Dalam sambutannya, Kapolda Papua menekankan tiga pilar utama yang harus dipegang teguh personel Brimob: profesionalisme, soliditas, dan loyalitas.

    “Brimob harus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Tegas dalam penegakan hukum, namun tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia,” tegas Irjen. Pol. Petrus Renwarin.

    Kapolres Merauke menambahkan komitmen Polres untuk terus bersinergi dengan Satuan Brimob dalam menjaga kondusivitas wilayah.

    “Kami akan terus bekerja sama dengan Brimob Polda Papua untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Merauke,” ujar AKBP Leonardo Yoga.

    Pembangunan Barak Siaga dan Rumsus Kompi 2 Batalyon B Pelopor ini merupakan wujud nyata komitmen pimpinan Polda Papua dalam meningkatkan kesejahteraan personel sekaligus mendukung kinerja operasional di lapangan. Fasilitas ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan tempat tinggal anggota, tetapi juga mempercepat waktu respons saat terjadi situasi darurat.

    Dengan diresmikannya fasilitas ini, Satuan Brimob Polda Papua diharapkan semakin solid, tangguh, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, serta terus memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat di Tanah Papua. (Rizki)

  • Alarm Ekonomi Menyala Pemprov Papua Selatan Genjot Investasi Sektor Pertanian

    Merauke – Kabarlagi.id. Kurva pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Selatan melandai sepanjang tahun lalu. Merespons turunnya data tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, mendorong percepatan investasi terstruktur melalui ajang perdana Papua Economic and Investment Forum (PEIF) 2026 yang digagas oleh Bank Indonesia.

    Angka statistik berbicara dengan gamblang. Sepanjang 2025, laju perekonomian provinsi baru ini hanya mampu menyentuh level 3,38 persen. Catatan tersebut merosot jika disandingkan dengan capaian tahun 2024 yang sempat bertengger di posisi 5,509 persen. Penurunan persentase inilah yang lantas menyalakan alarm bagi pemerintah daerah untuk segera bermanuver di lapangan.

    “Kondisi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa diperlukan langkah-langkah strategis untuk terus menjaga dan memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi di daerah,” tegas Ferdinandus Kainakaimu di Swiss-Belhotel Merauke, Selasa, (10/03/2026).

    Sementara itu, ia memaparkan bahwa tulang punggung perekonomian daerah saat ini masih sangat bergantung pada lapangan usaha pertanian dan perdagangan. Ferdinandus menilai penguatan komprehensif pada sektor-sektor penopang tersebut mutlak dilakukan. Tujuannya tak lain agar fondasi ekonomi daerah tidak rapuh, melainkan semakin berdaya saing dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

    Wilayah ujung timur Indonesia ini sejatinya kaya akan modal alam. Seluruh hamparan tanah Papua memendam potensi agrikultur dan perkebunan masif yang belum tergarap optimal. Namun, deretan potensi di atas kertas tersebut belum cukup untuk memikat penanam modal tanpa adanya pengemasan proyek yang matang.

    “Potensi tersebut harus diterjemahkan menjadi peluang investasi yang konkret, terstruktur, dan layak ditawarkan kepada investor,” jelas Ferdinandus.

    Di sisi lain, upaya menerjemahkan peluang itu mensyaratkan aparatur yang melek terhadap standar Investment Project Ready to Offer (IPRO). Standar bertaraf internasional ini diyakini mampu menyulap proyek unggulan daerah menjadi produk yang lebih siap, kredibel, dan kompetitif di mata pemodal global. Kehadiran forum PEIF yang difasilitasi oleh Bank Indonesia Provinsi Papua pun dinilai sebagai ruang kalibrasi yang tepat.

    Forum strategis ini mempertemukan jajaran pemerintah daerah beserta Dinas Penanaman Modal lintas provinsi untuk saling bertukar gagasan. Sinergi jaringan yang terbangun dari forum ini diharapkan tidak sekadar menjadi wacana di dalam ruangan, melainkan bertransformasi menjadi motor penggerak yang mampu mengembalikan tren positif pertumbuhan ekonomi di seluruh tanah Papua. (Rizki).

  • Satlantas Merauke Amankan Arus Takjil Masjid Al Aqsha

    Merauke – Kabarlagi.id. Hiruk-pikuk warga yang berburu takjil di depan Masjid Raya Al Aqsha kini lebih teratur berkat kesigapan personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Merauke yang melakukan pengaturan arus setiap sore menjelang waktu berbuka puasa.

    Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang kerap memicu kemacetan di Jalan Para Komando. Seiring matahari terbenam, kawasan yang menjadi pusat kuliner Ramadan tersebut mendadak padat. Di tengah kebisingan mesin motor dan antrean pembeli, petugas kepolisian tampak aktif mengurai arus serta membantu pejalan kaki menyeberang dengan aman.

    “Menjelang berbuka puasa, aktivitas masyarakat meningkat, khususnya di depan Masjid Raya Al Aqsha yang menjadi sentra penjualan takjil. Oleh karena itu, kami tempatkan personel untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas agar tetap lancar dan aman,” tegas Kasat Lantas Polres Merauke Iptu Reza Hilmy Widiputra di Merauke, minggu, (01/03/2026).

    Reza menjelaskan bahwa kehadiran timnya di lapangan bukan sekadar untuk berjaga, melainkan untuk memastikan terciptanya situasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas). Strategi penempatan personel di titik keramaian ini terbukti efektif menekan potensi kecelakaan di tengah euforia warga mencari hidangan berbuka.

    Namun, pengamanan ini tidak melulu soal ketegasan. Petugas di lapangan justru mengedepankan pendekatan humanis. Bagi pengendara roda dua yang kedapatan tidak mengenakan helm SNI, polisi memberikan teguran edukatif tanpa meninggalkan kesan kaku.

    Selain itu, ketertiban parkir menjadi perhatian utama. Para pengunjung diingatkan untuk memarkirkan kendaraannya dengan rapi agar tidak memakan badan jalan yang dapat menyumbat laju kendaraan lain. Respons masyarakat pun positif; kehadiran seragam cokelat di tengah kerumunan memberikan rasa aman sekaligus nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

    Hingga azan magrib berkumandang, situasi di kawasan tersebut dilaporkan tetap kondusif dan terkendali. Komitmen Polres Merauke untuk terus hadir di tengah masyarakat diharapkan dapat menjaga kekhusyukan ibadah di bulan suci tanpa hambatan mobilitas. (Rizki)

  • Kado Natal Penuh Kasih Indosat untuk Anak-Anak Pelosok Papua

    Jakarta – Kabarlagi,id. Semangat Natal tak hanya soal perayaan, melainkan kehadiran nyata bagi mereka yang membutuhkan. Menjelang 25 Desember, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bergerak menyambangi komunitas rentan di berbagai pelosok nusantara lewat program Indosat Berbagi Kasih, memastikan sukacita hari raya turut dirasakan anak-anak di wilayah terpencil.

    Keandalan layanan telekomunikasi diterjemahkan IOH menjadi aksi kemanusiaan yang inklusif. Ribuan karyawan, yang akrab disapa Hiro, turun tangan langsung menggalang kepedulian dalam inisiatif yang memadukan nilai gotong royong dengan semangat berbagi.

    “Bagi kami, keandalan tidak hanya diukur dari kualitas layanan, tetapi juga dari konsistensi untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tutur Director and Chief Human Resource Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni di Jakarta, Senin (22/12/2025).

    Irsyad menambahkan, dukungan sederhana yang diberikan diharapkan mampu memantik kehangatan di tengah masyarakat.

    “Melalui dukungan sederhana namun berarti bagi anak-anak dari komunitas rentan, kami berharap dapat menambah hangat dan menghadirkan senyum di momen perayaan Natal,” jelasnya.

    Program yang digawangi kolaborasi antara Sarana Kerohanian Kristen (SKK) Indosat dan para Hiro ini bukan sekadar seremoni tahunan. Sepanjang Desember 2025, rantai distribusi bantuan diperluas secara signifikan. Paket-paket berisi perlengkapan sekolah baru, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan pokok lainnya bergerak dari pusat pengumpulan menuju titik-titik yang jauh dari hiruk-pikuk kota besar.

    Untuk mempermudah partisipasi, Indosat membuka berbagai kanal donasi. Mulai dari penyediaan donation drop boxes di lokasi strategis, hingga opsi pembelian hadiah melalui katalog digital yang praktis. Seluruh donasi tersebut kemudian dikelola langsung oleh para Hiro untuk memastikan kualitas barang yang akan diserahkan.

    Fokus distribusi tahun ini menyasar panti asuhan di wilayah yang menantang secara geografis. Bantuan disalurkan hingga ke Nabire, Sentani, Jayapura, dan Timika. Keterlibatan karyawan dalam proses hulu ke hilir ini menjamin setiap paket diterima dengan baik dan memberikan dampak langsung bagi keseharian anak-anak penerima manfaat.

    Menutup keterangannya, Irsyad menegaskan bahwa gerakan ini adalah cermin identitas perusahaan.

    “Inisiatif ini mencerminkan penerapan nilai-nilai perusahaan secara nyata—Sepenuh Hati dalam memberi dukungan yang tulus, Bersinar melalui aksi yang membawa inspirasi, dan Bersama Lebih Baik karena kolaborasi selalu menghasilkan dampak yang lebih kuat,” pungkasnya. (Rizki)

  • Bupati Merauke Resmikan Pondok Mama Papua Wujudkan Transformasi Ekonomi

    Merauke – Kabarlagi.id. Optimisme menyeruak di Aula Kantor Bupati Merauke, Jumat (19/12). Saat menyerahkan bantuan modal usaha kelompok dan meresmikan Pondok Mama-Mama Papua, Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, tidak sekadar membagikan dana, tetapi menyuntikkan visi besar tentang transformasi ekonomi di ujung timur Indonesia ini.

    Bagi Yoseph, bantuan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 ini adalah stimulus awal. Ia menantang para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk segera berbenah, memperluas jangkauan pasar, dan merapikan manajemen finansial. Baginya, menunggu situasi sempurna adalah kesia-siaan.

    “Kita harus memulai, jika tidak sekarang lalu kapan lagi. Tantangan selalu ada namun manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang dibekali dengan kemampuan untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi,” tegas Yoseph di Aula Kantor Bupati, Jumat (19/12/2025).

    Suasana hening sejenak ketika Bupati menggambarkan masa depan daerah ini. Ia memprediksi lonjakan aktivitas ekonomi yang signifikan seiring hadirnya struktur pemerintahan provinsi dan dinamika kabupaten yang terus berkembang. Pelaku usaha diminta tidak “tidur” menghadapi gelombang perubahan tersebut.

    “Merauke tidak akan tinggal begini-begini saja, percayalah pada 5 hingga 10 tahun mendatang wajah Merauke akan berubah. Ada provinsi, ada kabupaten dengan segala aktivitas ekonomi yang mengalami perubahan signifikan,” lanjutnya dengan nada optimis.

    Namun, visi besar itu membutuhkan eksekusi mikro yang disiplin. Yoseph menekankan bahwa pemerintah siap mengucurkan dukungan modal lanjutan, asalkan dana yang ada saat ini dikelola dengan perencanaan matang dan sungguh-sungguh. Ia menyebut bantuan ini sebagai “karya agung” mekanisme pemerintah yang harus dihormati dengan kinerja nyata.

    Di sisi lain, Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, mengambil peran sebagai pengingat yang tegas. Dikenal sebagai figur yang dekat dengan akar rumput dan komunitas wirausaha, Fauzun mewanti-wanti agar tidak ada satu rupiah pun dana bantuan yang “bocor” untuk keperluan pribadi.

    Peringatan ini berlaku menyeluruh, baik bagi pelaku usaha asli Papua maupun warga Nusantara yang menetap di Merauke. Tujuannya tunggal: kemandirian ekonomi.

    “Tentunya kita semua setuju bahwa UMKM kita harus terus berkembang, oleh sebab itu bantuan yang diberikan harus digunakan untuk pengembangan UMKM bukan untuk yang lain. Ini wajib diperhatikan,” tutur Fauzun saat penyerahan simbolis.

    Keduanya sepakat, sinergi antara visi pemerintah dan kedisiplinan pelaku usaha adalah kunci agar Merauke tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemain utama dalam kemajuan ekonominya sendiri. (Rizki)

  • Job Fair Papua Selatan Bawa Dua Kabar Gembira Sekaligus

    Merauke – Kabarlagi,id. Job Fair dan Career Expo 2025 yang digelar di Merauke menjadi angin segar bagi para pencari kerja, khususnya Orang Asli Papua (OAP), dengan dibukanya peluang dari puluhan perusahaan dan kabar baik persetujuan kuota formasi 2024.

    Pemerintah Provinsi Papua Selatan (PPS) secara resmi membuka Job Fair dan Career Expo 2025 di GOR Hiad Sai, Merauke, pada Rabu (30/7). Acara ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk menjembatani para pencari kerja, terutama Orang Asli Papua (OAP), dengan berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

    Gubernur Papua Selatan dalam sambutannya menyampaikan kabar gembira terkait persetujuan sisa kuota formasi 2024 yang telah lama dinantikan.

    “Sisa kuota formasi 2024 yang lalu, yang kemarin ada sedikit penyampaian aspirasi oleh rekan-rekan, sudah disetujui oleh Bapak Ibu Menteri PANRB secara tertulis dan dalam waktu dekat akan kita laksanakan,” ujar Pj. Gubernur, Rabu (30/7).

    Wakil Bupati Merauke, Dr. Fauzun Nihayah, S.Hi, MH, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemprov PPS atas inisiatif ini. Menurutnya, Job Fair ini adalah jawaban nyata atas tantangan yang dihadapi para pencari kerja, khususnya OAP.

    “Hari ini kita tentu tidak hanya melakukan kegiatan seremonial, tetapi ini adalah kegiatan yang menjadi jembatan antara pencari kerja dan penyedia lapangan kerja. Pemerintah Provinsi Papua Selatan telah melakukan yang terbaik untuk saudara-saudara kita warga asli Papua,” kata Wabup Fauzun saat memberikan sambutan.

    Wabup Fauzun menambahkan bahwa Pemda Merauke berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Pemprov PPS dalam menciptakan ruang kerja bagi putra-putri asli Papua. Ia juga berpesan kepada para pencari kerja untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan menjaga komitmen saat sudah diterima bekerja.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan SDM Provinsi Papua Selatan, Lambertus, menjelaskan bahwa Job Fair ini adalah yang pertama kali diselenggarakan oleh Provinsi Papua Selatan, didasari oleh undang-undang khusus yang memberikan afirmasi kepada OAP.

    “Saat ini, dari 50 perusahaan yang terdata, sudah terkonfirmasi ada 26 perusahaan yang hadir. Terdiri dari perusahaan sawit, perbankan, toko, hingga KPU dan Bawaslu. Selain itu, ada juga partisipasi dari 6 UMKM,” jelas Lambertus dalam laporannya.

    Untuk diketahui, Job Fair dan Career Expo 2025 ini akan berlangsung selama dua hari. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menekan angka pengangguran dan mewujudkan keberpihakan terhadap sumber daya manusia asli Papua seiring dengan perkembangan Kabupaten Merauke dan Provinsi Papua Selatan. (Rizki)

  • Pemprov Papua Selatan Siapkan Atlet Biliar Tangguh di Pon 2028

    Merauke – Kabarlagi.id. Pemerintah Provinsi Papua Selatan menaruh harapan besar pada pengurus Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) yang akan datang. Targetnya jelas: lahirkan atlet-atlet biliar tangguh yang siap berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

    Harapan itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Papua Selatan, Soleman Jambormias, saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) ke II POBSI Papua Selatan di Merauke, Sabtu (28/06/2025). Pemprov ingin POBSI fokus pada pembinaan atlet sejak dini.

    Soleman menjelaskan bahwa pembagian fokus sudah jelas. Disparekraf fokus pada pembinaan olahraga, sementara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Selatan yang baru dilantik fokus pada prestasi.

    “Prestasi akan lahir jika pembinaan di tingkat cabang olahraga berjalan dengan baik,” jelasnya.

    Salah satu pekerjaan rumah besar, menurut Soleman, adalah mengubah stigma masyarakat tentang biliar.

    “Kita harus ubah mindset bahwa biliar itu bukan sekadar judi, tapi tempat melatih atlet,” tuturnya. Ia bahkan mendorong agar tempat-tempat biliar di Merauke dikembangkan lebih banyak lagi.

    Lebih lanjut, Soleman menekankan pentingnya POBSI Papua Selatan untuk segera membentuk kepengurusan di tingkat kabupaten. Jangan sampai, kata dia, semua pengurus kabupaten ditarik ke provinsi sehingga pembinaan di daerah menjadi kosong.

    “Atlet itu adanya di kabupaten, bukan di provinsi,” tegasnya.

    “Atlet dari kabupaten tidak langsung ke nasional, tapi ke provinsi dulu. Provinsi yang akan membawa mereka ke tingkat nasional,” jelas Soleman.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pengurus provinsi, kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan. Pembinaan yang baik, menurutnya, adalah yang mampu melahirkan atlet-atlet asli Papua yang hebat. “Kita harus mampu merubah diri kita sendiri dulu, baru bisa merubah orang lain,” imbuhnya.

    POBSI Papua Selatan tidak punya banyak waktu. Soleman mengingatkan bahwa pada tahun 2026, Papua Selatan sudah harus mengikuti pra-PON. Setelah itu, mereka harus bersiap untuk PON XXII di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTT-NTB) pada 2028.

    Soleman menutup sambutannya dengan harapan agar POBSI Papua Selatan dapat menggelar kejuaraan nasional di Merauke.

    “Ini akan memacu pertumbuhan ekonomi di Merauke,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa olahraga juga dapat meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

    Sebagai tanda dibukanya Musprov ke II POBSI Papua Selatan, Soleman Jambormias menabuh tifa, mewakili Gubernur Apolo Safanpo. (Rizki).

  • Gubernur Apolo Lantik 16 Pejabat Papua Selatan

    Merauke – Kabarlagi.id. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, resmi melantik 16 pejabat di lingkungan pemerintah provinsi setempat, Selasa (06/05/2025). Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum peningkatan kinerja birokrasi dan pelayanan publik di wilayah yang baru dimekarkan ini.

    Para pejabat yang dilantik meliputi dua pejabat pimpinan tinggi pratama, yaitu Kepala Badan Pengelola Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Papua Selatan. Selain itu, dilantik pula sejumlah pejabat fungsional di bidang auditor, pengawasan urusan pemerintahan, penata perizinan, dan penata kelola penanaman modal.

    “Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada pejabat yang baru saja dilantik dan diambil sumpah janjinya,” ungkap Gubernur Apolo, saat memberikan sambutan di Gedung Negara.

    Ia menekankan pentingnya menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

    Gubernur Apolo juga meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera menunjukkan semangat kerja yang cepat, tepat, dan profesional dalam melayani masyarakat. Menurutnya, tugas yang diemban tidaklah ringan, mengingat Papua Selatan masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

    “Sebagai Gubernur Papua Selatan, saya menaruh harapan besar kepada saudara-saudara sekalian untuk turut menjadi motor penggerak dalam mewujudkan visi-misi Papua Selatan 2024-2029,” imbuhnya.

    Visi tersebut adalah terwujudnya masyarakat Papua Selatan yang bermartabat, aman, damai, dan sejahtera.

    Apolo juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi di Papua Selatan. “Kita butuh birokrasi yang bukan hanya sekedar menjalankan tugas rutinitas tetapi mampu menjawab kebutuhan rakyat, hadir di tengah masyarakat dan menjadi solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

    Dalam arahannya, Gubernur Apolo memberikan beberapa pesan utama kepada para pejabat yang dilantik. Pertama, integritas dan loyalitas harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas. Kedua, kompetensi dan kinerja yang baik harus ditunjukkan sebagai contoh bagi staf di lingkungan kerja masing-masing. Ketiga, kolaborasi dan kepemimpinan transformasional sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembangunan.

    “Kedepan, kita memiliki berbagai agenda pembangunan yang harus kita akselerasi. Fokus kita mencakup beberapa hal,” jelas Apolo.

    Fokus tersebut antara lain peningkatan akses dan kualitas pendidikan serta layanan kesehatan, penguatan tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah, pembangunan infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua, serta peningkatan investasi dan penataan perizinan.

    “Mari kita bangun Provinsi Papua Selatan bukan hanya dengan kekuatan anggaran tetapi dengan semangat melayani, semangat berkarya, dan semangat mengabdi membangun negeri,” pungkasnya. (GET/RED/KLIK TERNAK).