Tag: PBNU

  • PBNU dan Kantor Staf Presiden (KSP) membahas sinergi program pemerintah dan pengembangan UMKM di lingkungan pesantren.

    Jakarta – Kabarlagi.id.Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, didampingi Wakil Ketua Umum,KH.Said Husni menerima silaturahmi Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn) A.M. Putranto di Kantor PBNU Jakarta, Kamis (23/01/2025). Pertemuan ini membahas penguatan hubungan pemerintah dengan NU, sinergi program pemerintah, dan pengembangan UMKM pesantren. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Staf Khusus KSP Hendra Hediana, Brigjen TNI (Purn) Syahran, Prof. Rumadi dan tokoh NU Gus Syaifuddin.

    “Pertemuan ini merupakan bagian dari silaturahmi dan koordinasi antara PBNU dan pemerintah dalam rangka mendukung program-program yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Gus Yahya saat ditemui usai pertemuan di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (23/01/2025).

    Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan, A.M. Putranto, mengatakan, “KSP siap bersinergi dengan PBNU dalam mengembangkan program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren.

    Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan UMKM pesantren. PBNU menyambut baik dukungan pemerintah dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan UMKM. Program ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat di sekitar pesantren dan meningkatkan perekonomian lokal.

    “PBNU berkomitmen untuk mendukung program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat,” tambah Gus Yahya.

    Menurut Gus Syaifuddin, yang turut hadir dalam pertemuan, sinergi antara pemerintah dan PBNU sangat penting dalam mengakselerasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. “Kolaborasi ini akan memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan bangsa,” ujarnya saat ditemui di lokasi yang sama, Kamis (23/01/2025).

    PBNU dan KSP sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi dalam melaksanakan program-program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pertemuan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat kemitraan antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

    Sebelumnya, PBNU telah aktif berperan dalam berbagai program pembangunan, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Kerja sama dengan KSP diharapkan dapat memperluas jangkauan program-program tersebut dan meningkatkan dampaknya bagi masyarakat. (Masdjo)

  • PBNU Menugaskan KH Anwar Iskandar dan KH Amin Said Husni untuk Mendalami Konflik dengan PKB

    Jakarta, – Kabarlagi.id.Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah memberikan mandat kepada dua tokoh terkemuka, yaitu Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar dan Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni, untuk mendalami konflik yang terjadi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Keputusan ini diambil dalam rapat pleno PBNU yang berlangsung baru-baru ini.

    Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (28/7/2024).Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menjelaskan bahwa kedua tokoh tersebut akan secara khusus mempelajari masalah yang timbul antara PKB dan PBNU dalam beberapa waktu terakhir. PKB dinilai telah menyudutkan PBNU melalui berbagai pernyataan yang kontroversial.

    Gus Yahya menyampaikan alasan mengapa KH Anwar Iskandar dan KH Amin Said dipilih untuk tugas ini. KH Anwar Iskandar merupakan salah satu tokoh pendiri PKB dan generasi perintis yang berperan dalam perjuangan awal partai tersebut. Oleh karena itu, PBNU meminta beliau untuk memimpin upaya mendalami konflik ini. Sementara itu, KH Amin Said Husni adalah Wasekjen PKB pertama dan juga anggota tim asistensi lima yang ditugaskan oleh PBNU untuk mendirikan PKB pada masa lalu.

    Tidak ada batasan waktu yang ditentukan bagi kedua tokoh ini dalam menjalankan tugas mereka. PBNU akan melaksanakan rekomendasi yang diberikan oleh KH Anwar Iskandar dan KH Amin Said Husni setelah mereka melakukan kajian yang mendalam terhadap konflik ini.

    “Bahwa keputusan ini bukanlah pembentukan panitia khusus (pansus), melainkan merupakan tindakan untuk memahami masalah dengan lebih baik dan memberikan masukan yang relevan. PBNU berharap bahwa langkah-langkah yang diambil setelah mendalami konflik ini akan memberikan solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak.”ujarnya.

    Dalam upaya menjaga integritas dan independensi, PBNU memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada KH Anwar Iskandar dan KH Amin Said Husni untuk mendalami konflik dengan PKB. Mereka diharapkan dapat menyampaikan rekomendasi yang akan menjadi landasan bagi langkah-langkah yang akan diambil oleh PBNU untuk mengatasi konflik ini.

    Kedua tokoh ini diharapkan dapat bekerja dengan baik dan objektif dalam menjalankan tugas mereka. Kontribusi mereka sangat dihargai dan diharapkan dapat membawa pemahaman yang lebih baik dan solusi yang tepat untuk mengatasi konflik antara PKB dan PBNU. (Masdjo)

  • KH. Yahya Cholil Staquf : PBNU Menegaskan 5 Aktivis NU Tidak Ada Koordinasi Bertemu Presiden Israel, Isaac Herzog.

    Jakarta,- Kabarlagi.id.Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, meminta maaf kepada masyarakat luas atas tindakan 5 aktivis muda NU yang bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog.

    Pertemuan 5 aktivis NU dengan Presiden Israel dianggap sebagai tindakan yang tidak dapat diterima, terutama di tengah agresi Israel terhadap Palestina.

    Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar konferensi pers di Kantor PBNU, Jalan Kramat 164, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024). Dengan agenda Sikap PBNU atas Perkembangan Terkini soal Gaza, Palestina dan Israel.

    “Saya mohon maaf kepada masyarakat luas, seluruhnya, bahwa ada beberapa orang dari kalangan Nahdlatul Ulama yang tempo hari pergi ke Israel, melakukan engagement di sana,” tutur Gus Yahya.

    PBNU menegaskan bahwa pertemuan tersebut dilakukan secara pribadi oleh 5 aktivis NU dan tidak ada koordinasi dengan lembaga-lembaga di bawah PBNU.

    Beberapa tokoh NU, seperti Kiai Cholil Nafis ,Gus Nadir dan Gus Syaifuddin juga mengkritik keras kunjungan 5 aktivis NU ke Israel, yang dianggap dapat melukai perasaan umat Islam.

    Secara keseluruhan, kunjungan 5 aktivis NU ke Israel mendapat kecaman luas dari berbagai pihak di internal NU, yang menganggap tindakan tersebut tidak sesuai dengan sikap PBNU terhadap Israel dan Palestina.(Djo)