Menu ✖

Mode Gelap
Atasi Krisis Pakan di Merauke, TEP IPB Latih Warga Olah Pakan Fermentasi Lokal di Semangga Cegah Karhutla Meluas, Lanud J.A. Dimara dan BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan

Goverment · 24 Feb 2026 14:57 WIT ·

Titik Perdana Safari Ramadan di Kampung Suka Maju Pemprov Papua Selatan Salurkan Bantuan


					Titik Perdana Safari Ramadan di Kampung Suka Maju Pemprov Papua Selatan Salurkan Bantuan Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyapa warga Distrik Malind dengan membawa bantuan 500 paket sembako dan dana hibah sebesar Rp50 juta untuk Masjid Miftahul Huda. Safari Ramadan ini bukan sekadar seremoni birokrasi, melainkan momentum krusial untuk memperkuat ikatan sosial dan spiritualitas masyarakat di perbatasan timur Indonesia.

Langkah nyata tersebut dilakukan di sela-sela agenda buka puasa bersama yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Selatan berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan jajaran Forkopimda. Kehadiran rombongan di Kampung Suka Maju ini disambut hangat oleh jamaah yang telah menantikan kehadiran sang pemimpin daerah.

“Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah, semoga amal dan ibadah kita berkenan di hadapan Allah Yang Maha Kuasa,” tutur Gubernur Apolo Safanpo di Masjid Miftahul Huda, Selasa (24/02/2026).

Dalam orasinya yang menggugah, Apolo membedah makna mendalam di balik bulan suci bagi umat manusia. Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu untuk memulihkan tiga hal mendasar: internal tubuh dari nafsu duniawi, relasi sosial dengan sesama, serta hubungan vertikal dengan Sang Khalik. Ketamakan dan ego pribadi, menurutnya, seringkali merusak tatanan hidup yang harus diperbaiki melalui disiplin puasa.

“Kita memulihkan hubungan relasi sesama dengan cara bersedekah, mengeluarkan sebagian yang dimiliki untuk membantu mereka yang kurang mampu terutama kaum dhuafa dan fakir miskin,” Ujarnya.

Ia menekankan bahwa kepedulian harus dimulai dari lingkungan terdekat, mulai dari rekan kerja hingga tetangga di sekitar tempat tinggal.

Suasana mendadak khidmat saat Apolo menjelaskan aspek ketiga, yakni pemulihan hubungan dengan Tuhan melalui doa. Ia mengingatkan bahwa doa adalah bentuk kepasrahan total manusia sekaligus pengakuan atas segala kekhilafan yang telah diperbuat.

Di sisi lain, dengan bantuan dana Rp. 50 juta yang diserahkan diharapkan mampu menyokong fasilitas ibadah agar jamaah semakin nyaman dalam beribadah. Apolo memastikan bahwa pemerintah memiliki kewajiban moral untuk menjamin setiap umat beragama dapat menjalankan syariatnya dengan tenang hingga menyambut hari kemenangan.

“Marilah kita menjalani bulan suci dengan memulihkan ketiga relasional kita, dengan diri, sesama, dan Tuhan Yang Maha Kuasa, melalui cara saling menghormati dan menghargai satu sama lain,” pungkasnya sebelum menutup rangkaian kunjungan tersebut dengan doa bersama. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Atasi Krisis Pakan di Merauke, TEP IPB Latih Warga Olah Pakan Fermentasi Lokal di Semangga

24 Oktober 2026 - 09:34 WIT

Cegah Karhutla Meluas, Lanud J.A. Dimara dan BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

22 Oktober 2026 - 23:41 WIT

KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah

21 Oktober 2026 - 10:51 WIT

Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi

20 Oktober 2026 - 16:27 WIT

Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan

20 Oktober 2026 - 12:32 WIT

Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan

20 Oktober 2026 - 12:27 WIT

Trending di News