Merauke – Kabarlagi.id. Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengajak generasi muda mengambil peran sentral dalam memetakan serta mengelola kekayaan daerah yang belum tergarap optimal. Tantangan tersebut dikemukakan saat membuka seleksi calon peserta Wirasena Youth Camp Tingkat Provinsi Papua Selatan di Hotel Halogen Merauke, Rabu, (23/9/2026).
Staf Ahli Gubernur Papua Selatan Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sucahyo Agung Dwi Ariyanto menilai bentang wilayah setempat menyimpan modal komoditas berlimpah. Hanya saja, kabar mengenai peluang besar ini kerap belum bergema di tingkat nasional.
“Potensi yang kita miliki sebenarnya cukup besar, tetapi mungkin belum banyak diketahui oleh publik karena publikasi yang masih terbatas,” ujarnya.
Promosi yang gencar dinilai mutlak agar komoditas lokal sanggup menembus agenda program strategis nasional. Di samping kerja birokrasi, Sucahyo mendorong keterlibatan dunia usaha, terutama dalam investasi energi ramah lingkungan seperti pemanfaatan tenaga surya.
Dari sisi kapasitas produksi, hasil panen eksisting saat ini baru berada di kisaran 30 ribu hingga 35 ribu ton. Angka tersebut diyakini mampu melonjak hingga 300 ribu ton, dengan tambahan volume produksi baru diproyeksikan menembus lebih dari 140 ribu ton jika pembukaan klaster baru digarap serius.
Kendati demikian, lonjakan target komoditas menuntut kesiapan sarana fisik yang matang agar hasil panen tidak tersendat di jalur distribusi.
“Infrastruktur pendukung juga harus dipersiapkan agar seluruh potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal,” ucapnya.
Di tengah besarnya target perluasan lahan, persoalan mendasar di tingkat perdesaan masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Di sisi lain, kita juga menghadapi persoalan harga dan biaya produksi yang masih cukup tinggi di tingkat petani,” katanya.
Menghadapi tantangan biaya produksi tersebut, strategi pemasaran dipacu tidak sekadar untuk mengamankan konsumsi domestik, melainkan membidik pasar antarpulau hingga komoditas ekspor.
Efisiensi biaya operasi diupayakan lewat peralihan sumber daya listrik. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil seperti genset diesel mulai dikurangi secara bertahap dengan mengalihkan operasional ke panel surya mandiri guna memangkas pengeluaran petani sekaligus mencetak peluang kerja baru di pelosok daerah. (Rizki)












