Menu ✖

Mode Gelap
AKBP Rezi Dharmawan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Sufmi Dasco Ahmad Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

Entertainment · 29 Sep 2026 08:55 WIT ·

Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Reggae nama Tuhan pun tidak semestinya dijadikan pembenaran


					Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Reggae nama Tuhan pun tidak semestinya dijadikan pembenaran Perbesar

 

Jakarta, — Kabarlagi.id Tidak semua kisah cinta berakhir dengan bahagia. Ada hubungan yang justru meninggalkan kegelisahan, luka, bahkan membuat seseorang perlahan kehilangan ruang untuk menjadi dirinya sendiri.

Kegelisahan itulah yang coba disuarakan Agung Hermawan melalui single terbarunya berjudul “Atas Nama Siapa?”. Bagi pencinta musik Indonesia, khususnya penikmat reggae, lagu ini menawarkan perjalanan emosional yang tidak hanya berbicara tentang patah hati, tetapi juga tentang batas, pilihan, dan keberanian menghargai diri sendiri.

Menurut Agung, lagu tersebut lahir dari kegelisahan melihat hubungan yang terkadang menjadikan cinta, ego, bahkan pembenaran atas nama nilai-nilai tertentu sebagai alasan untuk memaksakan kehendak kepada pasangan.

“Kadang kita bertanya, ketika seseorang memaksakan kehendaknya atas nama cinta, sebenarnya atas nama siapa semua itu dilakukan?” ujar Agung saat ditemui di Bebek Habibeat Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).

Pertanyaan tersebut menjadi napas utama dalam “Atas Nama Siapa?”. Melalui karya ini, Agung mencoba mengajak pendengar melihat kembali makna sebuah hubungan. Cinta, menurut pesan yang dibawa lagu tersebut, semestinya tidak menjadi alasan untuk menghilangkan kebebasan, suara hati, maupun pilihan seseorang.

Bahkan, nama Tuhan pun tidak semestinya dijadikan pembenaran untuk melakukan tindakan yang menyakiti atau memaksa orang lain.

Pesan itu terasa semakin kuat ketika dibalut karakter musik reggae yang emosional. Irama yang santai berpadu dengan tema lirik yang reflektif, menciptakan ruang bagi pendengar untuk berhenti sejenak dan melihat kembali pengalaman dalam sebuah hubungan.

“Atas Nama Siapa?” juga didedikasikan Agung bagi mereka yang tengah berusaha bangkit dari hubungan manipulatif maupun relasi yang membuat seseorang merasa kehilangan dirinya sendiri.

Bagi Agung, cinta bukan perlombaan untuk memenangkan dalil. Cinta juga bukan pembenaran atas luka. Hubungan yang sehat semestinya memberi ruang bagi dua manusia untuk saling menghormati, mendengar, dan menghargai pilihan masing-masing.

Karena itu, lagu ini tidak semata-mata mengajak pendengar meratapi masa lalu. Sebaliknya, “Atas Nama Siapa?” membawa pesan tentang keberanian untuk mengambil keputusan ketika sebuah hubungan sudah tidak lagi memberikan ruang bagi penghormatan terhadap diri sendiri.

Sebab, terkadang pergi bukan berarti berhenti mencintai.

Pergi bisa menjadi cara seseorang untuk kembali menemukan dirinya, memulihkan luka, dan belajar menghargai diri sendiri.

Pada akhirnya, “Atas Nama Siapa?” bukan sekadar judul sebuah lagu. Ia menjadi pertanyaan yang sengaja dibiarkan terbuka tentang cinta, batas, luka, pilihan, dan keberanian seseorang untuk menentukan jalan pulang kepada dirinya sendiri.

Melalui musik reggae, Agung Hermawan mencoba mengubah kegelisahan menjadi karya. Dan dari karya itu, ia mengajak pendengar untuk bertanya kepada diri sendiri: ketika cinta mulai menghilangkan kebebasan, masihkah itu benar-benar tentang cinta?**

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

AKBP Rezi Dharmawan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Sufmi Dasco Ahmad

7 Oktober 2026 - 15:47 WIT

Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga

6 Oktober 2026 - 09:43 WIT

TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar

4 Oktober 2026 - 21:55 WIT

KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif

2 Oktober 2026 - 21:37 WIT

Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

2 Oktober 2026 - 21:13 WIT

Capaian Program Hunian dan Pengelolaan Sampah, Merauke Sabet Dua Penghargaan Kemendagri

2 Oktober 2026 - 18:49 WIT

Trending di Goverment