Menu ✖

Mode Gelap
KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan Lanud J.A. Dimara Bantu Padamkan Kebakaran Lahan di Merauke

Goverment · 21 Okt 2026 10:51 WIT ·

KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah


					KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Merauke menggelar pelatihan Komisi Penanggulangan AIDS Sekolah (KomPas) di Ruang Aula KPA pada Selasa, (20/09/2026). Langkah pembinaan ini dirancang guna mencetak duta sebaya yang mampu membentengi lingkungan pelajar dari ancaman penularan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS).

Pelatihan dua hari tersebut melibatkan perwakilan siswa dan siswi dari sejumlah sekolah. Di antaranya SMK Negeri 3, SMK Santo Antonius, MAS An-najjah Yamra, SMAS Plus Muhammadiyah, serta MAS DDI Lampu Satu.

Sekretaris KPA Kabupaten Merauke Sudarmi, S.H menegaskan pembentukan kader sekolah memegang peranan krusial dalam pencegahan dini di kalangan remaja.

“Dengan dibukanya pelatihan KomPas, harapan kami agar siswa-siswi bisa menjadi agent educator dan membawa bekal untuk teman-teman sekolah untuk selalu peduli dan bisa menjadi penanggulangan HIV dan AIDS di sekolah,” ujar Sudarmi di sela kegiatan.

Sudarmi mengapresiasi keikutsertaan perwakilan sekolah yang hadir memenuhi undangan pelatihan. Menurutnya, kader KomPas disiapkan mengemban tiga misi utama: menjalankan edukasi sebaya (peer education), menjadi agen pencegahan dini laju penyebaran virus, serta berperan sebagai perpanjangan tangan KPA Merauke dalam mengampanyekan kesehatan reproduksi.

Melalui pendekatan teman sebaya, transmisi informasi seputar kesehatan reproduksi dinilai bakal tersampaikan jauh lebih efektif dan luwes.

Dalam sesi materi, Dr. Herard Manuputi memaparkan pengetahuan dasar terkait IMS, HIV, serta fakta seputar penularan infeksi di masyarakat.

Data kesehatan per Agustus 2026 di Kabupaten Merauke mencatat akumulasi kasus HIV telah mencapai 3.229 temuan. Angka kumulatif pada kelompok perempuan bertengger di angka 1.696 kasus, lebih tinggi bila dibandingkan temuan pada laki-laki yang tercatat sebanyak 1.533 kasus.

Sebaran infeksi tersebut paling banyak mengelompok pada warga rentang usia produktif 25 hingga 49 tahun serta kelompok usia muda 15 hingga 24 tahun.

Kondisi tersebut menuntut aksi nyata.

Dr. Herard menerangkan HIV secara spesifik merusak sistem pertahanan kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan stadium lanjut dari kumpulan gejala akibat rusaknya imunitas tersebut. Media penularannya mutlak hanya melalui tiga cairan tubuh: darah, cairan sperma, dan cairan vagina yang masuk ke tubuh seseorang melalui hubungan seksual tanpa pengaman atau paparan luka terbuka.

Sebaliknya, virus tidak dapat berpindah melalui gigitan nyamuk, jabat tangan, pelukan, maupun pemakaian alat makan bersama.

Pencegahan diarahkan melalui komitmen menunda hubungan seks sebelum menikah, saling setia pada pasangan, pemakaian pengaman, serta tidak menggunakan jarum suntik bekas. Bagi orang yang terinfeksi, konsumsi terapi Antiretroviral (ARV) rutin terbukti sanggup menekan jumlah virus hingga tak terdeteksi, sehingga pengidap tetap bugar dan terhindar dari risiko menulari sesama.

Guna menjaga antusiasme peserta, KPA Kabupaten Merauke memadukan materi teknis bersama aneka simulasi permainan edukatif.

Rangkaian acara diawali dengan tes awal (pre-test) guna mengukur wawasan awal peserta mengenai HIV/AIDS. Selama pelatihan, peserta dibekali materi komunikasi efektif, penelusuran mitos dan fakta, ruang lingkup kesehatan seksual, hingga mendengarkan testimoni langsung dari orang dengan HIV (ODHIV) yang dihadirkan panitia.

Pelatihan hari kedua berlanjut dengan pendalaman topik stigma dan diskriminasi oleh Susi Simatauw, pendampingan ODHIV, serta perumusan rencana tindak lanjut (RTL) yang dipandu tim fasilitator bersama Pengelola Program dan Monev Epainetus Wuryanto.

Sebelum kembali ke sekolah masing-masing, seluruh pelajar menjalani tes akhir (post-test) sebagai tolak ukur peningkatan pemahaman. Agenda ditutup dengan penyerahan sertifikat sekaligus pelantikan resmi para peserta menjadi duta KomPas Merauke. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Majelis Adat Sunda Berikan Anugerah Kepada Tokoh Betawi

20 Oktober 2026 - 16:27 WIT

Budayantara Tegaskan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan, tetapi Gerakan Kemanusiaan

20 Oktober 2026 - 12:32 WIT

Adhyaksa Dault Kenang Sambas Mangundikarta: Suaranya Membuat Penonton Seolah Berada di Lapangan

20 Oktober 2026 - 12:27 WIT

Lanud J.A. Dimara Bantu Padamkan Kebakaran Lahan di Merauke

20 Oktober 2026 - 05:29 WIT

Kolase penanganan kebakaran lahan di Merauke oleh Lanud J.A. Dimara.

IM3 Platinum Plus Bundling iPhone 18 Pro dan Pro Max

20 Oktober 2026 - 04:10 WIT

Tangan memegang iPhone 18 Pro dengan promo IM3 Platinum

Polres Merauke Gagalkan Penyelundupan Ganja, Ditutupi Ikan Asar

19 Oktober 2026 - 20:32 WIT

Trending di News