Jakarta,– Kabarlagi.id Upaya membangun Indonesia yang bersih dari narkoba membutuhkan kolaborasi lintas sektor, pendekatan edukasi yang berkelanjutan, serta strategi komunikasi yang mampu menjangkau masyarakat luas. Berangkat dari semangat tersebut, Budayantara Media Digital Nusantara (BMDN) menjajaki kolaborasi strategis bersama Dik DiK Kusnadi, Bc. Ip., S.Sos., M.M., Inisiator Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).
Pertemuan yang berlangsung di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026), membahas potensi dan implementasi gerakan MENCEGAH dan MENYELAMATKAN, serta peluang kerja sama ke depan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Bagi kedua pihak, persoalan narkoba bukan sekadar persoalan hukum dan penindakan. Lebih dari itu, narkoba merupakan ancaman serius terhadap masa depan generasi bangsa yang membutuhkan langkah pencegahan, edukasi, pendampingan, dan penyelamatan secara bersama-sama”.ujar Dik DiK Kusnadi,
Dalam pertemuan tersebut, Budayantara hadir melalui Masdjo Arifin, Renee Partina, Saad Budiman Lubis, Yoyok Abidin, Catur Wibowo, Ariyanto, dan Hj. Sofie Azizah.
MENCEGAH dan MENYELAMATKAN, Gerakan yang Harus Menyentuh Masyarakat
Salah satu pembahasan utama adalah bagaimana gagasan Indonesia Bersih Narkoba dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, keluarga, lingkungan pendidikan, dan komunitas.
Potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu wadah penguatan edukasi dan gerakan sosial dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.
Pendekatan MENCEGAH dan MENYELAMATKAN menjadi pesan penting yang ingin dikedepankan. Mencegah berarti membangun kesadaran sebelum seseorang terjerumus, sementara menyelamatkan berarti membuka ruang kepedulian, pendampingan, dan pemulihan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.
Media Digital dan Film sebagai Instrumen Edukasi
Menariknya, pembicaraan tidak berhenti pada gagasan sosialisasi konvensional. Budayantara dan Bersina juga melihat pentingnya memanfaatkan kekuatan media, film, dan teknologi digital sebagai instrumen komunikasi publik.
Ke depan, sejumlah program potensial akan dikembangkan melalui kegiatan diskusi publik, seminar, sosialisasi, kampanye edukasi, hingga produksi konten kreatif dan film bertema pencegahan narkoba.
Film dan konten digital diharapkan mampu menghadirkan pesan edukasi dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Sebab, pesan tentang bahaya narkoba tidak cukup hanya disampaikan melalui larangan, tetapi juga perlu dibangun melalui cerita, pengalaman, keteladanan, dan sentuhan kemanusiaan.
Kolaborasi ini juga membuka peluang sinergi dengan BNN sebagai institusi yang memiliki mandat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Membangun Gerakan Bersama untuk Masa Depan Generasi
Bagi Renee Partina dari Budayantara Media Digital Nusantara,” kolaborasi ini menjadi bagian dari pengembangan peran media yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengambil bagian dalam membangun kesadaran dan perubahan sosial.”katanya.
Melalui kekuatan jaringan komunikasi, media digital, kreativitas, dan kolaborasi komunitas, Budayantara ingin mendorong isu pencegahan narkoba menjadi perhatian bersama.
Pada akhirnya, menyelamatkan generasi bangsa bukan hanya tugas pemerintah, BNN, atau lembaga tertentu. Ini adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan kehadiran keluarga, dunia pendidikan, masyarakat, komunitas, dan media.
Karena masa depan bangsa tidak cukup hanya dijaga dengan penindakan. Ia harus diselamatkan melalui kepedulian, pendidikan, dan gerakan bersama.***









