Merauke – Kabarlagi.id. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Merauke menggandeng arsitek profesional asal Papua Selatan, Ar. Ramdan, S.T., HDII, IAI, guna membekali klien pemasyarakatan keahlian pembuatan furnitur interior. Pelatihan vokasi dasar produksi backdrop interior berbasis proyek tersebut resmi dibuka di Aula Anim Ibinggahanab Sai, Bapas Kelas II Merauke, Senin, (2/11/2026).
Kegiatan pembinaan kemandirian ini dirancang untuk membuka peluang kerja baru bagi warga binaan yang tengah menjalani masa bimbingan luar lembaga.
Dalam laporannya, Kepala Sub Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Kelas II Merauke sekaligus Ketua Panitia, Renddy F. Taegernan menerangkan bahwa kursus kerja ini diarahkan langsung untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi peserta. Langkah ini menekan residivisme. Klien yang memiliki kecakapan pertukangan modern diharapkan lebih percaya diri mencari nafkah halal serta terhindar dari pengulangan tindak pidana saat berbaur kembali di lingkungan sosial.
Sejumlah perwakilan instansi hadir menyaksikan dimulainya pelatihan, antara lain Wakil Ketua Pengadilan Negeri Merauke, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Merauke, perwakilan Lapas Kelas IIB Merauke, hingga Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Merauke. Mitra swasta dari Warung Kopi New Rahmat serta tim Semoet Design Architecture juga ikut mendampingi para peserta di lokasi.
Durasi kursus berlangsung sepekan. Lewat kerja sama bersama tim instruktur dari Semoet Design Architecture, para peserta tidak cuma diajarkan teori pertukangan, melainkan dituntut menuntaskan proyek nyata pembuatan latar interior menggunakan bahan multipleks dan High Pressure Laminate (HPL).
Tahapan pelatihan mencakup pengenalan sifat material, pengoperasian perkakas mesin, hingga disiplin standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tapi fokus praktiknya langsung diarahkan pada pembuatan barang bernilai jual komersial.
Keterlibatan praktisi industri kreatif seperti Ramdan membuktikan peran perancang bangunan bisa meluas ke ranah pembinaan masyarakat. Lewat transfer keterampilan teknis, para peserta dilatih menumbuhkan etos kerja terukur agar siap bersaing di bursa kerja jasa interior lokal Merauke.
Pelatihan vokasi ini ditargetkan berakhir dengan peragaan hasil instalasi backdrop mandiri karya para klien sebagai bukti kesiapan mereka memasuki proses reintegrasi sosial. (Rizki)









