Merauke – Kabarlagi.id. Anggota Komisi IV DPR RI Sulaeman L. Hamzah mengawal langsung penyaluran 500 paket olahan ikan bernutrisi melalui sosialisasi Bulan Mutu 2026 di Rumah Aspirasi, Senin, (2/11/2026). Penyaluran bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut menyasar pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menekan laju stunting di Kabupaten Merauke.
Jatahnya memang terbatas. Program percontohan mutu perikanan ini sejatinya hanya dijatahkan bagi 100 titik di seluruh Indonesia. Namun, lobi parlemen membuat jatah tersebut bisa mendarat ke Papua Selatan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Merauke Leunard H. F. Rumbekwan menyebut bantuan percontohan ini tidak lepas dari peran legislatif di tingkat pusat.
“Program ini di pusat hanya tersedia untuk 100 titik dari 514 kabupaten/kota. Program ini dapat hadir di Merauke atas dasar kewenangan dan kerja sama kemitraan beliau di kementerian,” jelas Leunard.
Langkah ini dinilai krusial. Konsumsi ikan secara rutin diyakini efektif menekan angka tengkes pada anak-anak setempat.
“Kami mendorong program diversifikasi dan kegiatan gemar makan ikan untuk menekan laju prevalensi stunting. Hal itu juga menjadi program prioritas daerah,” terangnya.
Sulaeman mengakui keterbatasan anggaran di kementerian membuat volume bantuan tahun ini menyusut dibanding periode sebelumnya.
“Dari keterbatasan anggaran tersebut, kita mengetahui bersama bahwa sebelumnya peserta cukup banyak, kini jumlah peserta dikurangi. Sebelumnya jumlah paket juga berbeda, sekarang paketnya dikurangi,” ujar Sulaeman.
Meski begitu, ia berjanji bakal memperjuangkan alokasi dana aspirasi sektor kelautan yang lebih besar pada 2027 agar jangkauan distribusi mobil pendingin mampu menembus kabupaten lain di wilayah Papua Selatan.
Legislator Senayan ini menekankan pentingnya hilirisasi tangkapan nelayan agar punya daya saing tinggi.
“Jika berbicara mengenai mutu, kami masih memiliki banyak kekurangan. Namun, Merauke merupakan daerah penghasil ikan sehingga kami tidak berhenti dan tidak kehabisan akal untuk menjaga mutu ikan tetap terjamin,” tegasnya.
Dukungan sarana penyimpanan mutlak diperlukan demi menjaga kesegaran ikan tangkapan lokal.
“Kami terus berharap adanya dukungan dari pusat dan kementerian berupa fasilitas bagi nelayan lokal agar produksi ikan, khususnya di Merauke, dapat meningkat dan memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat di sini,” imbuhnya.
Pelaksanaan program di lapangan berjalan lewat kerja sama teknis dengan BPPMHKP Merauke. Kolaborasi ini ditandai dengan pengibaran bendera pelepasan armada mobil pendingin untuk menjamin mutu ikan sampai ke tangan warga.
Kepala BPPMHKP Merauke Sony Wiyono Somingan membeberkan isi tiap paket terdiri atas 2 kg ikan beku, 500 gram bakso ikan, 500 gram nugget atau pempek, serta 100 gram amplang.
Penyaluran berlangsung empat hari.
“Melalui pembagian paket produk perikanan ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan secara langsung manfaat dan keberagaman produk olahan hasil perikanan,” kata Sony.
Pertemuan di Rumah Aspirasi tersebut juga menampung kendala pasokan BBM para pedagang kecil. Sekretaris Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Merauke Gerson AF Silubun menuturkan Pertamina mulai merespons keluhan itu dengan meminta verifikasi data pedagang kaki lima.
“Ada beberapa aspirasi yang sebelumnya disampaikan khusus untuk dinas perikanan. Bagi para pedagang, sudah ada jawaban dari pihak Pertamina, dan Pertamina akan meminta dukungan data. Mudah-mudahan ke depan terdapat jawaban yang khusus bagi pedagang kaki lima,” papar Gerson.
Penguatan mutu olahan perikanan diharapkan membuka keran pengiriman antarpulau secara mandiri dari ujung timur nusantara.
“Mudah-mudahan yang dibawa ini bermanfaat bagi kita semua, bagi keluarga, dan anak-anak di rumah. Semoga kita dapat memanfaatkan produk ikan ini sebaik mungkin untuk pasar ke luar,” pungkas Sulaeman. (Rizki)









