Merauke – Kabarlagi.id. Penyebaran berita bohong dan isu provokatif di ruang digital mengancam ketenteraman wilayah Papua Selatan. Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komunitas Wartawan Daerah (KWD) Papua Selatan, Jamal Y. Bwariat, mendesak masyarakat agar lebih cermat menyaring setiap informasi sebelum membagikannya ke media sosial.
Kemudahan akses teknologi informasi belakangan ini dinilai menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan kemudahan komunikasi, namun di sisi lain membuka celah bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.
“Setiap informasi yang kita terima jangan langsung dipercaya dan disebarluaskan. Pastikan terlebih dahulu sumbernya, cek kebenarannya melalui media yang kredibel atau instansi resmi. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran informasi yang menyesatkan,” ujar Jamal Y. Bwariat.
Menjaga Keamanan Ruang Digital
Jamal menegaskan, iklim keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian semata. Partisipasi aktif publik dalam menggunakan jejaring sosial secara bijak dan mengedepankan etika menjadi benteng utama dalam meredam potensi konflik.
Keragaman latar belakang suku, budaya, serta agama di Provinsi Papua Selatan menuntut seluruh elemen warga untuk terus merawat toleransi. Ruang digital seharusnya difungsikan untuk mempererat silaturahmi, bukan memicu perpecahan.
“Media sosial seharusnya menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, berbagi informasi yang bermanfaat, dan membangun optimisme, bukan menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian atau memecah belah persatuan,” tutur Ketua KWD Papua Selatan itu.
Isu yang sengaja diembuskan untuk menciptakan keraguan atau keresahan hendaknya langsung diverifikasi. Apabila masyarakat menemukan unggahan janggal yang berpotensi memecah belah, langkah terbaik adalah mengklarifikasinya atau melaporkannya kepada otoritas berwenang.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Papua Selatan tetap aman, damai, dan kondusif. Mari menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab agar kamtibmas tetap terpelihara demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tandas Jamal. (Rizki)




