Bogor, – Kabarlagi.id.Sebuah momen dalam adegan film bisa tampak begitu nyata hingga memantik pertanyaan: “Kalau kejadian beneran gimana, ya?”
Itulah yang terjadi saat Elina Joerg dan Fadli Fuad menjalani adegan pernikahan dalam salah satu film Indonesia terbaru “Banyak Anak Banyak Rejeki” produksi Black White Pictures.
Momen mesra di lokasi shooting membuat para kru dan penonton yang menyaksikan dari balik layar ikut terbawa suasana.
Chemistry yang terbangun antara Elina Joerg dan Fadli Fuad terlihat sangat alami. Hingga banyak yang berspekulasi: mungkinkah hubungan mereka berlanjut di luar layar?

Saat ditanya apakah pasangan artis ini siap jika skenario film ini berubah menjadi kenyataan, Elina Joerg menjawab santai.
“Aku sih, kalau baik di mata keluarga dan Allah, ya kenapa enggak?” jawab Elina Joerg lugas.
Sementara Fadli Fuad hanya tersenyum saat digoda bahwa dirinya sudah waktunya menikah.
Keduanya dijumpai wartawan di lokasi shooting film “Banyak Anak Banyak Rejeki” di kawasan Cileungsi Bogor, Jawa Barat, Selasa (01/07/2025).
Adegan Pernikahan yang Membuat Haru
Salah satu adegan klimaks dalam film “Banyak Anak Banyak Rejeki” ini adalah pernikahan karakter utama yang diperankan Elina Joerg dan Fadli Fuad.
Seluruh pemain hadir dalam satu set yang dirancang seperti pesta sungguhan. Emosi para pemain pun tak bisa disembunyikan.
“Kayak beneran ya. Kalau kejadian sungguhan, gimana?” celetuk seorang pemain lain yang ikut menyaksikan adegan tersebut.
Tak hanya menjadi momen romantis di layar, adegan ini juga membuka diskusi seputar life after screen. Apalagi baik Fadli Fuad maupun Elina Joerg sama-sama belum menikah dalam kehidupan nyata.
Soal Jodoh Siapa Tahu?
Dalam perbincangan santai usai shooting, Fadli Fuad sempat menyinggung bahwa dirinya memang belum menemukan pasangan yang cocok.
“Karena kan kalau bicara soal suami-istri, mesti klik dan match,” ujar aktor juga produser yang mengaku masih dalam tahap pencarian istri idaman ini.
Ditanya apakah Fadli masuk dalam kriteria suami idaman, Elina menjawab diplomatis. “Kita harus saling mengenal dulu. Tak kenal maka tak sayang, kan?,” ungkapnya tersenyum.
Meski hubungan mereka baru terjadi di skenario film, namun keduanya mengatakan tidak menutup kemungkinan apabila takdir menulis cerita yang serupa.
“Namanya juga rencana Tuhan, kita enggak pernah tahu,” ucap artis film dan model Indonesia keturunan Jerman, kelahiran, 25 November 1999 ini.
Film Ke-4 Produksi Black White Pictures
Film “Banyak Anak Banyak Rejeki” diproduksi Black White Pictures. Bertindak sebagai Produser Fadli Fuad yang juga merupakan pemeran utama pria dalam film ini. Fahreza Habsy Co.Producer, Theza Azwir Line Producer, Fikri Alatas Associate Producer, dan Maria Salikin, SH Legal Advisor.
Ide Cerita dan Skenario dipercayakan kepada Kaka Endi, Sutradara Tyas Asko, Director of Photography Budi Utomo, Editor Benjamin Aussie, Penata Artistik Jay Art, Penata Musik BenQ, dan Sound Mixing Delon Sagita.
Black White Pictures sebelumnya telah memproduksi film “Hantu Biang Kerok” (2009) disutradarai Wiendy Widasari, “Persembahan Terakhir The Movie” (2015) disutradarai Akhmad Faisal, dan film “Sumur Jiwo 1977” (2024) disutradarai Egi Fedly.
Didukung Puluhan Aktor Legendaris
Film ini dibintangi puluhan artis senior antara lain; Opie Kumis, Elvy Sukaesih, Ramdhani Qubil AJ, Harry de Fretes, Bopak Castello, Daus Separo, dan beberapa pelakon stand up comedy yang namanya kini sedang naik daun.
Melibatkan sejumlah pemeran lainnya, seperti Yatti Surachman, Eddie Karsito, Ageng Kiwi, Nugie, Dawiyah, Habib Firly Bin Zein Alhabsyi, Revaldo, Mandy Edenia, Baba Madun, Ali Gohom, Richard Buntario, Rivaldo Kapsul Waktu, Rena Tabitha, Marla, Astrid Rere, dan belasan pemeran lainnya. Termasuk pemeran cilik Hanif MZ, dan Noia Oren.
Ringkasan Cerita
“Banyak Anak Banyak Rejeki” mengangkat kisah kehidupan seorang penggali kubur bernama Babeh Rojali atau yang biasa disapa Bang Jali, yang tinggal pinggiran kota Jakarta.
Sejak muda sampai tua Bang Jali menjalani profesi sebagai penggali kubur. Bang Jali banyak meratapi hidup yang semakin sulit penuh himpitan ekonomi yang mencekik.
Bang Jali mempunyai istri bernama Siti Juleha yang selalu sabar dan setia mendampingi. Pasangan suami istri ini dikaruniai tiga orang anak yang masih kecil bernama Hendrik, Ari, dan Laila.
Kehadiran ketiga anak mereka di tengah himpitan ekonomi membuat mereka berpegang teguh pada pepatah “Banyak Anak Banyak Rejeki.” Namun pepatah tersebut sesungguhnya mengandung makna lebih mendalam dari sekadar jaminan materi.
Anak-anak adalah anugerah yang perlu dihormati dan diperlakukan dengan baik, sambil tetap berusaha dan berdoa dimana sesungguhnya “Banyak Anak Banyak Rejeki, Yang Harus Dicari”.
Suatu malam di saat kota Jakarta sedang diguyur hujan deras, Bang Jali sibuk menaruh beberapa ember untuk menadah tetesan air dari bocoran rumahnya. Ditemani istrinya Siti Juleha sambil menenangkan suara tangisan ketiga anaknya yang ketakutan karena mendengan suara petir bergemuruh.
Seseorang datang ke rumah mereka memberi kabar bahwa Bang Jali mendapat tugas dadakan agar segera ke TPU. Tanpa pikir panjang Bang Jali langsung bergegas mengambil peralatan dan berangkat menuju ke lokasi TPU.

Sambil menggali kuburan, Bang Jali selalu berteriak mengeluarkan umpatan berisi keluh kesah. Bang Jali berharap Tuhan dikabulkan doanya agar menjadi orang kaya dan ia sudah bosan jadi orang susah.
Saat menggali kubur di tengah hujan lebat disertai suara gemuruh petir, tiba-tiba pacul yang dipegang Bang Jali mengenai benda keras. Bang Jali kaget setelah melihat benda keras tersebut ternyata bongkahan emas berukuran besar.
25 tahun berlalu hidup Bang Jali berubah menjadi keluarga kaya. Bang Jali tidak menyadari masuk dalam babak baru dalam hidupnya di mana masalah demi masalah timbul silih berganti.
Seiring waktu apakah Bang Jali menemukan kebahagiaan di sisa hidupnya. Apakah benar bahwa doanya meminta harta dan kekayaan dapat menimbulkan kebahagiaan yang hakiki? Jawabnya hanya ada di film“Banyak Anak Banyak Rejeki”./***