Merauke – Kabarlagi.id. Gema sholawat dan antusiasme ratusan anak menyelimuti Festival Cahaya Ramadan yang diinisiasi oleh anggota DPD RI, Adib Fuad. Perhelatan ini bukan sekadar ajang perlombaan religi, melainkan momentum penguatan iman sekaligus aksi nyata kemanusiaan dengan penyerahan bantuan armada operasional bagi relawan di Merauke, Papua Selatan.
Suasana haru sekaligus bahagia memuncak saat pengumuman juara dan pemberian hadiah dilakukan di tengah acara buka puasa bersama, Rabu (18/03/2026). Di hadapan para tamu, Adib Fuad tidak hanya membagikan piala, tetapi juga menyerahkan secara simbolis satu unit mobil operasional untuk tim Aksi Cepat Batas Timur (ACBT) Merauke serta zakat maal senilai total Rp100 juta.
Ketua Panitia Lomba, Slamet Munasir menjelaskan bahwa festival ini merangkul berbagai tingkatan usia, mulai dari lomba adzan, tilawah, hingga hifdzil Qur’an tingkat SD dan SMP. Tak ketinggalan, kemeriahan juga datang dari lomba mewarnai tingkat TK serta kompetisi hadrah yang diikuti dengan penuh semangat.
“Peserta sangat antusias mengikuti lomba, kami selaku panitia berupaya mengemas lomba dengan semaksimal mungkin. Lomba ini sebagai sarana untuk lebih mencintai dan mengajarkan anak-anak kita tentang Al Qur’an, rasul, dan Agama Islam,” ungkap Slamet Munasir.
Di balik kemegahan acara tersebut, Adib Fuad menyimpan cerita personal yang menjadi motor penggerak kegiatan ini. Baginya, Ramadan adalah ruang memori. Ia mengenang masa kecilnya sebagai “anak kampung” yang menghabiskan waktu libur sekolah dengan bermain di sungai hingga tidur di masjid. Kenangan masa lalu itulah yang ingin ia hadirkan kembali bagi anak-anak Merauke melalui kegiatan yang edukatif namun tetap menyenangkan.
Namun, perhatian Adib tidak berhenti pada perlombaan. Kehadiran unit mobil untuk ACBT menjadi bukti kepeduliannya terhadap misi kemanusiaan.
“Alhamdulillah satu unit mobil sudah tiba di Merauke dengan harapan bermanfaat bagi umat yang membutuhkan. Kebetulan saya mendapatkan amanah sebagai anggota DPD RI dan menjadi tanggung jawab moral saya untuk membantu lewat lembaga ACBT,” tegas Adib Fuad.
Sinergi politik dan kemanusiaan juga terlihat saat Adib menyebutkan bantuan satu unit ambulans untuk PCNU Boven Digoel, yang merupakan hasil perjuangan bersama anggota DPR RI, Sulaeman L. Hamzah. Perhatian ini pun meluas hingga ke marbot masjid dan komunitas Muslim Papua di Kota Merauke yang turut menerima bingkisan sembako.
Sebagai bentuk komitmen spiritual, Adib Fuad bersama istrinya, Fauzun Nihayah, menyerahkan zakat maal masing-masing sebesar Rp50 juta melalui Baznas Kabupaten Merauke. Langkah ini diharapkan mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mempercayakan zakat pada lembaga resmi.
Fauzun Nihayah memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif suaminya. Ia memandang kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang bagi karakter generasi muda di wilayah perbatasan.
“Ibadah puasa harus dijalankan dengan baik, salah satunya dengan melakukan kegiatan positif. Luar biasa untuk para orang tua yang memiliki anak-anak hebat dan setia mendampingi, semoga apa yang kita lakukan membawa keberkahan,” tutur Fauzun Nihayah saat menutup rangkaian acara tersebut. (RIzki)

