Gubernur Apolo Instruksikan ASN Papua Selatan Jadi Garda Toleransi Ramadan
Goverment News

Gubernur Apolo Instruksikan ASN Papua Selatan Jadi Garda Toleransi Ramadan

Merauke – Kabarlagi.id. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan selama bulan suci Ramadan. Pesan ini ditegaskan Safanpo di hadapan ratusan pegawai saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Gubernur, Salor, Merauke, Senin (23/02/2026).

Safanpo menekankan bahwa peran birokrat bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan juga memastikan setiap warga dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Menurutnya, ASN harus mampu menjadi contoh nyata dalam menjaga kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Papua Selatan.

“Saya meminta kepada seluruh ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar berdiri di baris depan menjaga kebersamaan dan toleransi,” tegas Apolo Safanpo di Salor, Senin (23/02/2026).

Di bawah langit Salor pagi itu, Gubernur menjabarkan filosofi mendalam mengenai makna bulan suci. Baginya, Ramadan adalah momentum bagi seluruh umat beragama untuk melakukan tiga tahap pemulihan besar: hubungan internal diri, relasi sosial, dan hubungan vertikal dengan Tuhan.

Ia menjelaskan bahwa puasa merupakan mekanisme biologis dan spiritual untuk memperbaiki struktur tubuh yang rusak akibat ketamakan dan pelanggaran terhadap perintah Tuhan. Dengan pengendalian diri, manusia diajak untuk kembali ke fitrahnya.

“Ada tiga hal yang dipulihkan, pertama adalah hubungan internal diri masing-masing. Kedua, memulihkan hubungan atau relasi antara dirinya dengan sesama, rekan, dan lingkungan sosial tempat tinggal,” jelas Safanpo.

Namun, pemulihan diri tidak akan lengkap tanpa aksi nyata di lingkungan sekitar. Gubernur mendorong para ASN untuk lebih peka terhadap kondisi sosial dengan menyisihkan sebagian harta melalui sedekah. Langkah ini dinilai sebagai cara paling efektif untuk memulihkan hubungan emosional dengan masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

Menutup arahannya, Safanpo mengingatkan bahwa doa dan ibadah yang tulus akan menyempurnakan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Ia berharap suasana kondusif ini terus terjaga, tidak hanya selama bulan Ramadan, tetapi menjadi landasan hidup bermasyarakat di Papua Selatan.

“Berdoa agar memulihkan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa serta sesama umat beragama,” pungkasnya. (Rizki)

administrator
Jurnalis, Videografer & Founder Klik Ternak. 2+ thn pengalaman menyatukan teknologi & visual storytelling demi edukasi peternakan yang inspiratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *