Merauke – kabarlagi.id. Pemerintah Kabupaten Merauke menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 dengan penuh khidmat. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Merauke pada Sabtu (2/5/2026) ini dipimpin langsung oleh Penjabat Gubernur Provinsi Papua Selatan, Apolo Safanpo, sebagai Inspektur Upacara.
Dalam amanatnya, Gubernur Apolo Safanpo menekankan pentingnya menciptakan insan manusia Indonesia yang utuh sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Ia menyebutkan tiga unsur utama yang wajib dimiliki peserta didik yakni budi pekerti, ilmu pengetahuan teknologi, serta keterampilan.
“Kalau anak-anak kita punya ilmu tinggi dan keterampilan tinggi tapi tidak memiliki budi pekerti yang baik, maka mereka bukanlah manusia yang utuh,” tegas Apolo di hadapan peserta upacara.
Gubernur juga memaparkan empat pilar pembangunan pendidikan yang tengah dijalankan, meliputi pembangunan sarana prasarana, kelengkapan media pembelajaran dan kurikulum, peningkatan kualitas tenaga pengajar, serta pelayanan prima. Momentum Hardiknas ini diharapkan menjadi pemacu semangat baru bagi para insan pendidikan untuk terus meningkatkan pengabdian di wilayah Provinsi Papua Selatan.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penyematan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada tiga tenaga pendidik, yakni Nicolas Nohan dan Getreda Karaway dari SMK Negeri 6 Merauke, serta Florida Niganda Kambai dari SD Inpres Pintu Kot. Selain itu, Bupati Merauke Yosep Bladib Gebze turut memberikan piagam penghargaan kepada 17 guru yang memasuki masa purna tugas periode Januari hingga April 2026.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Romanus Kande Kahol, mengungkapkan tantangan serius terkait kekurangan tenaga guru. Ia mencatat sebanyak 106 guru pensiun di tahun 2026.
“Untuk menjawab kekurangan ini, melalui dana Otsus kami mengangkat sekitar 500 guru kontrak yang diperbantukan terutama di satuan pendidikan berbasis Orang Asli Papua,” jelas Romanus.
Senada dengan hal itu, Bupati Merauke Yosep Bladib Gebze menyampaikan bahwa pihaknya telah menyurat ke pemerintah pusat untuk meminta formasi PNS khusus guru. Yosep berharap sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat terus terjalin demi memperbaiki mutu pendidikan dan sarana prasarana baik di wilayah kota maupun pelosok Merauke. (Rizki)


