Merauke – Kabarlagi.id. Benturan keras memecah kesunyian malam di Kilometer 111,4 Jalan Trans Papua, Kabupaten Merauke, saat sebuah Toyota Hilux menghantam truk Mitsubishi Canter pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 20.30 WIT. Insiden maut di wilayah Papua Selatan ini mengakibatkan empat orang dilarikan ke rumah sakit dan kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Laju Toyota Hilux bernomor polisi PA 8328 GZ yang dikemudikan oleh BM (20) mendadak keluar jalur dan masuk ke lajur berlawanan. Pada saat yang sama, sebuah truk Mitsubishi Canter bernomor polisi PA 9882 GB yang dikemudikan DP (29) datang dari arah depan. Meski isyarat lampu peringatan telah diberikan berkali-kali oleh sopir truk, tabrakan hebat tetap tidak terhindarkan.
“Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, pengemudi Hilux diduga berada dalam pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung,” ungkap Ps Kapolsek Sota IPTU Esterlina A. Gebze di Merauke, Rabu, (11/02/2026).
Esterlina menjelaskan bahwa pengemudi Hilux, BM, menderita patah tulang pada bagian pergelangan tangan. Kondisi lebih memprihatinkan dialami dua penumpangnya; MG (20) mengalami luka robek pada kaki, sementara RM yang masih berusia 14 tahun sempat jatuh pingsan akibat syok dan benturan. Di sisi lain, pengemudi truk, DP, hanya mengalami luka lecet di wajah akibat terkena serpihan kaca depan yang hancur.
Kondisi kedua kendaraan pasca-kecelakaan menunjukkan betapa kuatnya hantaman yang terjadi. Toyota Hilux mengalami kerusakan total pada bodi kiri, kaca depan hancur, bahkan roda depannya terlepas dengan estimasi kerugian mencapai Rp60 juta. Sementara itu, truk Mitsubishi mengalami kerusakan pada transmisi, kaca, dan saringan udara dengan kerugian sekitar Rp15 juta.
Seorang saksi mata, E (34), yang berada di lokasi sesaat setelah kejadian menyebutkan bahwa mobil Hilux melaju cukup kencang dari arah Kota Merauke sebelum akhirnya menghantam truk. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke piket Polsek Sota untuk penanganan darurat.
“Petugas kami langsung mendatangi TKP untuk mengamankan barang bukti dan mengevakuasi para korban agar segera mendapat perawatan medis,” tegas Esterlina.
Saat ini, kasus kecelakaan lalu lintas tersebut telah dilimpahkan dan dikoordinasikan dengan petugas piket lalu lintas Polres Merauke guna penyelidikan lebih mendalam terkait dugaan pelanggaran hukum oleh pengemudi Hilux. (Rizki)

