Jakarta, — Kabarlagi.id Dalam upaya memperkuat peran pemuda sebagai penjaga nilai-nilai kebudayaan bangsa, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengadakan audiensi strategis dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Selasa (5/8), di kantor kementerian, Jakarta.
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, bersama Sekretaris Jenderal M. Jusrianto serta sejumlah ketua bidang, yaitu Nur Ghina Muslimah (PAREKRAF), Gian Egia Bernanto (PERPRIN), dan Abdul El Hakim (PTKP). Rombongan diterima oleh Menteri Kebudayaan, Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Si, dalam suasana yang penuh semangat dan komitmen kebangsaan.
Sinergi Pemuda dan Pemerintah dalam Budaya
Dalam audiensi tersebut, PB HMI menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra aktif Kementerian dalam berbagai program pelestarian budaya nasional, khususnya di kalangan generasi muda dan lingkungan kampus.
“Mahasiswa adalah agen sekaligus penjaga nilai-nilai kebudayaan. Kami ingin HMI tidak hanya menjadi lokomotif gerakan intelektual, tetapi juga pelopor dalam pelestarian budaya bangsa,” ujar Bagas Kurniawan dalam sambutannya.
Menteri Kebudayaan, Dr. Fadli Zon, menyambut baik gagasan tersebut dan menekankan pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam menjaga keberlangsungan budaya Indonesia.
“Kolaborasi dengan organisasi seperti HMI sangat penting untuk memastikan nilai-nilai budaya Indonesia terus hidup dan relevan di kalangan anak muda,” ungkap Fadli Zon.
Program Strategis untuk Kebudayaan
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif tersebut, disepakati beberapa rencana program kerja sama strategis antara PB HMI dan Kementerian Kebudayaan, antara lain:
Kampanye Cerita Nusantara: Membangun narasi budaya yang dikemas oleh kader muda HMI untuk memperkuat jati diri bangsa.
Penguatan Peran Situs Sejarah Lokal: Menghidupkan kembali situs bersejarah sebagai ruang edukasi dan budaya.
Pembinaan Karakter Pemimpin Muda: Menanamkan nilai budaya lokal dalam proses kaderisasi kepemimpinan.
Museum Pembangunan HMI: Inisiatif pendirian museum sebagai pusat dokumentasi peran HMI dalam sejarah pembangunan nasional.
Langkah Awal Kemitraan Berkelanjutan
Audiensi ini menjadi fondasi awal dari kolaborasi jangka panjang antara PB HMI dan Kementerian Kebudayaan. Kedua pihak optimis bahwa kerja sama ini akan memperkuat ekosistem budaya nasional sekaligus mendorong pemuda menjadi garda depan dalam menjaga dan mewariskan budaya Indonesia.
Dengan semangat sinergi, HMI dan Kementerian Kebudayaan menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga panggilan sejarah bagi generasi muda untuk menjadi pelaku aktif dalam merawat identitas bangsa.**