News

PD PKPNU 2025 Papua Selatan Lahirkan Kader NU Militan Penjaga NKRI Timur Indonesia

Merauke – Kabarlagi.id. Semangat militansi menjaga keutuhan negara menggema di ujung timur Indonesia saat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Selatan menggelar Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU). Bertempat di Al-Ma’arif NU Merauke, Jumat (19/12/2025), ratusan kader muda digembleng untuk menjadi benteng ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sekaligus penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Suasana khidmat namun penuh energi menyelimuti lokasi acara. Kehadiran instruktur nasional dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), termasuk KH Masyhuri Malik, menegaskan betapa strategisnya posisi Papua Selatan dalam peta kaderisasi nasional. Bagi PWNU Papua Selatan, agenda ini bukan sekadar pelatihan teknis organisasi, melainkan upaya spiritual menyambungkan sanad perjuangan dengan para pendiri NU.

Ketua PWNU Papua Selatan, KH. Mohammad Arifin, menekankan bahwa tanpa pemahaman mendalam tentang arah perjuangan, segala aktivitas organisasi hanya akan menjadi rutinitas yang melelahkan tanpa makna.

“Kita melakukan sesuatu jika tidak tahu ruhnya, arahnya ke mana, niscaya apa yang kita lakukan itu hanya akan mendatangkan capek, jenuh, dan beban,” tegas KH. Mohammad Arifin di hadapan para peserta, Jumat (19/12/2025).

Arifin mengingatkan, para instruktur yang terbang jauh dari Jakarta hadir semata-mata untuk berkhidmah kepada muassis (pendiri) NU. Ia mengajak seluruh peserta untuk menata niat agar lelah mereka berbuah keberkahan dunia dan akhirat.

Sementara itu, urgensi pengkaderan ini mendapat sorotan tajam dari instruktur PBNU, KH Masyhuri Malik. Ia membawa ingatan peserta pada keresahan Rais Aam PBNU terdahulu, KH Ahmad Sahal Mahfudz (Mbah Sahal), mengenai fenomena lunturnya kepercayaan diri generasi muda NU dan munculnya pihak-pihak yang mulai mengutak-atik ideologi Pancasila.

Kiai Masyhuri tidak hanya berbicara teori. Ia memaparkan fakta miris tentang Afghanistan, sebuah negara dengan populasi Muslim nyaris 100 persen namun terus dirundung konflik internal selama 50 tahun. Ia menceritakan momen emosional saat delegasi ulama Afghanistan meneteskan air mata melihat ketawadhuan santri Indonesia—sebuah pemandangan damai yang menjadi mimpi mewah di negara mereka.

Pesan moral dari cerita tersebut jelas: Indonesia dengan Pancasila dan moderasi beragama ala NU adalah permata yang harus dijaga, dan kader Papua memiliki peran vital di dalamnya.

“Kalau Papua ke depan warga NU-nya, kader NU-nya semakin masif dan militan, saya bisa jamin Papua akan menjadi kekuatan di Republik ini,” ungkap Kiai Masyhuri dengan nada optimis.

Gayung bersambut, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap langkah NU mencetak kader bangsa. Mewakili Gubernur Papua Selatan Dr. Apolo Safanpo, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Nelson Sasarari, mengakui peran sejarah NU dalam perjalanan 80 tahun bangsa Indonesia.

“Kita butuh kader-kader yang disiapkan untuk tegak lurus terhadap NKRI agar masyarakat yang adil dan makmur bisa tercapai,” tutur Nelson Sasarari.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mengawal pembangunan infrastruktur NU di wilayah tersebut.

Sinergi konkret k kian terasa saat Wakil Bupati Merauke, Dr. Fauzun Nihayah, naik ke podium. Sebagai bagian dari keluarga besar Fatayat NU, Fauzun tidak hanya memberikan sambutan seremonial. Ia merealisasikan janjinya dengan menyerahkan bantuan simbolis sebesar Rp100 juta untuk kelanjutan pembangunan kantor PWNU Papua Selatan.

“Di sinilah NU hadir untuk terus mewujudkan nilai-nilai NKRI, meneguhkan Pancasila, dan menyebarkan Islam Rahmatan lil Alamin,” jelas Fauzun Nihayah.

Dengan kolaborasi antara militansi kader muda, bimbingan ulama sepuh, dan dukungan nyata pemerintah, PD-PKPNU 2025 di Merauke diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan jam’iyah di ufuk timur, merawat warisan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dalam bingkai keindonesiaan yang damai. (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version