Merauke – kabarlagi.id. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggelar rapat koordinasi guna membahas aspirasi masyarakat Kampung Ivimahad-Salor. Pertemuan ini difokuskan pada keterlibatan warga lokal sebagai tenaga pendukung dalam penyelenggaraan aktivitas pemerintahan di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Selatan di Salor.
Rapat yang berlangsung di Kantor Gubernur pada Selasa (5/4/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Selatan, Willem A. Da Costa. Hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
Asisten III Bidang Umum Setda Papua Selatan, Albert Rapami, menyampaikan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk memberdayakan masyarakat setempat melalui program-program yang tepat.
“Sehingga ia menyarankan kalau ada program untuk mereka mungkin bisa membantu, itu juga merupakan bagian dari tanggung jawab moral pemerintah,” ungkap Albert di sela-sela rapat.
Ia juga menyoroti tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi pemuda kampung saat melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas.
“Menurut Rapami, yang menjadi persoalan yaitu ketika anak-anak mereka melanjutkan kuliah di Universitas Musamus Merauke, kadang mengeluh kalau kuliah di kota harus makan apa,” jelasnya. Selain itu, Albert menekankan signifikansi budaya Salor sebagai pusat pengambilan keputusan adat bagi suku Malind.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sekda Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas pemerintah. Namun, ia juga menekankan pentingnya penyesuaian dengan kondisi keuangan daerah.
“Namun, jika anggaran mencukupi bisa diakomodir. Tetapi kalau anggaran terbatas, maka meski harus ada program yang dikorbankan untuk membackup,” tegas Ferdinandus. (Rizki)


