Merauke – kabarlagi.id. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan melalui Tim Kewaspadaan Dini Daerah (Tim-KDD) menggelar rapat koordinasi intensif untuk menjaga stabilitas keamanan menjelang 1 Mei 2026. Pertemuan ini difokuskan untuk memetakan potensi gangguan serta memastikan ketentraman masyarakat tetap kondusif di seluruh wilayah provinsi.
Rapat tersebut dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Politik, Sucahyo Agung Dwi Ariyanto, yang hadir mewakili Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo. Kegiatan strategis ini berlangsung di Hotel Panda, Merauke, pada Rabu (29/4/2026).
Dalam arahannya, Sucahyo menekankan peran krusial gubernur dalam menjaga ketentraman pemerintahan sekaligus menjadi koordinator lintas sektor. Tim KDD diminta bekerja sama secara harmonis dengan instansi vertikal, baik dari unsur TNI, Polri, maupun sipil guna mengawal stabilitas daerah.
Sucahyo menjelaskan bahwa tim ini bertugas menjadi perpanjangan tangan pimpinan daerah dalam mendeteksi ancaman sejak dini.
“Selain menjaga cipta daerah tapi juga menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya saat memberikan sambutan di hadapan peserta rapat.
Ia juga menambahkan bahwa fungsi utama tim mencakup deteksi dini dan koordinasi lintas sektor agar aksi gangguan keamanan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi konflik.
“Sehingga ketika ada action yang muncul pada gangguan keamanan ini bisa kita deteksi kedalam,” lanjut Sucahyo menjelaskan mekanisme kerja tim tersebut.
Tim ini diharapkan mampu mempererat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat sipil demi menjaga kedamaian dan ketentraman jangka panjang di Provinsi Papua Selatan. (Rizki)


