Merauke – Kabarlagi.id. Jalanan protokol Merauke mendadak berubah menjadi panggung keberagaman saat ribuan warga dari berbagai etnis memadati jalan dalam balutan busana adat untuk merayakan Hari Jadi Kota Merauke ke-124. Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, melepas langsung rombongan Karnaval Budaya ini di depan Makodim 1707, Merauke pada Sabtu (07/02/2026).
Bukan sekadar parade tahunan, karnaval ini menjadi momentum syukur kolektif masyarakat atas perjalanan panjang kota di ujung timur Indonesia tersebut. Bupati Yoseph menekankan pentingnya filosofi ‘Izakod Bekai Izakod Kai’—satu hati, satu tujuan—sebagai fondasi utama dalam merajut kerukunan di tengah kemajemukan.
“Mari bergandengan tangan dan mempererat rasa persaudaraan di antara kita dengan menunjukkan apa yang menjadi kekayaan Bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” tegas Yoseph Bladib Gebze.
Menurutnya, kehadiran berbagai suku yang mendiami Merauke adalah kekayaan bangsa yang harus dirawat. Melalui momentum hari jadi ini, pemerintah daerah memberikan ruang seluas-luasnya bagi setiap etnis untuk menunjukkan identitas budayanya masing-masing sebagai bagian dari kekuatan nasional.
Suasana di lokasi pemberangkatan tampak meriah namun khidmat. Yoseph mengingatkan agar Merauke tetap dijaga sebagai istana damai dan istana cinta kasih bagi seluruh anak bangsa. Baginya, keterlibatan aktif masyarakat dari berbagai latar belakang dalam karnaval ini adalah sinyal positif bahwa Merauke tetap menjadi tempat aman bagi siapa saja dalam bingkai NKRI.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberkati kota ini sehingga menjadi rumah besar bagi kita semua, tempat yang memberi kedamaian dan kesejahteraan,” jelas Bupati Merauke tersebut.
Ia juga menitipkan pesan khusus kepada seluruh lapisan masyarakat yang mendiami Bumi Anim Ha, mulai dari wilayah Kondo hingga Digul, serta dari Baiduk sampai Tanjung Akos. Yoseph meminta warga secara mandiri menjaga kondusivitas kota. Ia menegaskan bahwa fokus pembangunan ke depan akan tetap bertumpu pada kebersamaan dan persatuan di atas tanah ini.
Langkah kaki peserta karnaval yang berderap selaras dengan tabuhan musik tradisional seakan mengukuhkan komitmen warga Merauke untuk terus hidup berdampingan. Perayaan ini pun ditutup dengan harapan agar kesejahteraan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. (Rizki)

