Merauke – Kabarlagi.id. Ribuan masyarakat dan pemuda di Kabupaten Merauke memadati halaman Kapsul Waktu untuk mengikuti Pawai Akbar Simfoni Merah Putih pada Jumat (1/5/2026). Kegiatan kolosal ini digelar dalam rangka memperingati kembalinya Papua ke bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lebih dari 1.000 peserta hadir dalam acara yang diprakarsai oleh berbagai organisasi kepemudaan, di antaranya Barisan Merah Putih (BMP), DPD Garuda Mas, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM).
Ketua Panitia, Esau Hombore melaporkan bahwa antusiasme warga melampaui target awal, dengan iring-iringan mencapai 60 unit kendaraan roda empat dan truk.
“Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan antara lain pertama memupuk rasa nasionalisme. Yang kedua kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membangun persatuan dan kesatuan. Yang ketiga kegiatan ini menolak rasisme dan mengawal isu-isu strategis khususnya untuk kemajuan pendidikan kesehatan dan ekonomi di wilayah Papua Selatan,” ujar Esau dalam laporannya.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo yang hadir langsung memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Barisan Merah Putih dan seluruh organisasi kepemudaan.
Menurutnya, momentum 1 Mei adalah bukti sejarah bersatunya rakyat Papua dengan Indonesia.
“Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa hari ini sejarah bagi kita di Tanah Papua bahwa orang Papua kembali menyatukan diri dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini buktinya hari ini kita bersama-sama di tempat ini,” tegas Apolo.
Senada dengan Gubernur, Fredy Gebze mengingatkan generasi muda tentang tantangan 64 tahun integrasi. Ia menekankan bahwa masa depan pembangunan kini berada di tangan pemuda.
“Terima kasih untuk Pemerintah Republik Indonesia untuk bisa mengantar kita. Memang dalam usia yang ke-64 tahun kita tidak bisa bilang kita sudah sehat tegar belum tentu. Pasti ada sakit-sakit ada kurang-kurang. Untuk itu kepada generasi muda ini adalah nanti kelanjutan daripada kami,” ungkapnya.
Selain pawai yang membagikan 500 bendera Merah Putih, acara juga dimeriahkan dengan orasi intelektual, pementasan teater, dan pembacaan deklarasi komitmen menjaga NKRI.
Para tokoh adat dan pemuda menyatakan dukungan penuh terhadap program strategis nasional, termasuk ketahanan pangan dan makan bergizi gratis demi masa depan generasi Papua Selatan yang lebih sejahtera. (Rizki)


