Asmat – Kabarlagi.id. Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengambil langkah proaktif merangkul masyarakat pedalaman melalui penyaluran beragam bantuan sosial. Langkah taktis ini dieksekusi langsung oleh Gubernur Apolo Safanpo saat memimpin agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Furqan Atsj, Kabupaten Asmat, Selasa (3/3/2026).
Kehadiran jajaran pemerintahan di wilayah tersebut diklaim sebagai wujud nyata komitmen dan kehadiran negara di tengah umat. Di hadapan para jemaah, Apolo secara simbolis menyerahkan 500 paket sembako demi menopang kebutuhan harian warga. Bantuan ini turut diiringi kucuran dana segar senilai Rp100 juta yang dialokasikan khusus untuk menyokong perbaikan fisik bangunan masjid.
Di sisi lain, proyeksi dukungan pemerintah juga menyasar perayaan hari besar keagamaan mendatang. Kuota hewan kurban untuk jemaah Distrik Atsj resmi dilipatgandakan menjadi dua ekor sapi jelang Idul Adha. Keputusan ini merevisi jatah tahun sebelumnya yang hanya berjumlah satu ekor.
“Relasi dengan sesama menyangkut memperbaiki hubungan sosial serta membantu saudara-saudara yang kurang mampu melalui kewajiban bersedekah,” urai Apolo Safanpo di Masjid Al-Furqan Atsj, Selasa, (03/03/2026).
Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya kalibrasi kerohanian dan jasmani secara maksimal selama menjalankan ibadah puasa. Momen sakral ini dinilai ideal sebagai titik tolak untuk memulihkan tiga poros utama kehidupan manusia. Selain membangun ikatan sosial yang disinggungnya, jemaah didorong menaklukkan ego pribadi dari jerat keserakahan duniawi yang berpotensi merusak fisik. Rentetan pemulihan ini pada akhirnya harus bermuara pada kepasrahan total dan pengakuan atas kelemahan diri manusia di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Rangkaian silaturahmi di Atsj tidak berjalan tunggal. Agenda yang ditutup dengan buka puasa bersama ini turut disaksikan oleh Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda), Ketua DPRP, pimpinan DPRD, hingga Wakil Bupati Asmat. Kehadiran para figur penting dari berbagai instansi tersebut mempertegas jalinan solidaritas pemerintah dalam merawat harmoni bersama masyarakat di pelosok daerah (Rizki)

