Goverment News

Sinergi Pemda-PLN Terangi Merauke Lewat LUTD

Merauke – Kabarlagi.id Pemerintah Kabupaten Merauke menggandeng PT PLN (Persero) UP3 Merauke untuk memperluas akses kelistrikan bagi warga prasejahtera dan fasilitas umum di wilayah Papua Selatan. Kolaborasi lintas instansi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Light Up The Dream” (LUTD) ini menjadi langkah taktis daerah dalam menjaga laju pembangunan di tengah pengetatan anggaran tahun berjalan.

Tahun ini, postur APBD Kabupaten Merauke tercatat menyusut dari Rp2,4 triliun menjadi Rp1,8 triliun. Kontraksi fiskal ini merupakan imbas langsung dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran. Menghadapi situasi tersebut, Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze menilai kehadiran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat krusial untuk menopang program-program prioritas, termasuk inisiatif “Merauke Terang”.

“Di tengah tantangan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 serta penurunan APBD Merauke, Merauke tetap memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan nasional dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia,” tegas Yoseph Bladib Gebze di Yayasan Rohmatul Ummah Al Khodijah, Minggu, (08/03/2026).

Sementara itu, PLN menjawab kebutuhan elektrifikasi tersebut dengan memadukannya bersama momentum bulan puasa lewat tajuk “Terang Berkah Ramadhan”.

Tidak tanggung-tanggung, mereka mengalokasikan 5.000 kuota pemasangan listrik baru secara cuma-cuma. Menariknya, pembiayaan program LUTD ini turut ditopang oleh perputaran dana dari penjualan 1.200 paket sembako murah seharga Rp70.000 yang didistribusikan kepada warga.

“Melalui kegiatan Terang Berkah Ramadhan ini, PLN menghadirkan 1.200 paket sembako murah bagi masyarakat. Selain itu, PLN juga menyediakan 5.000 kuota pasang baru listrik gratis melalui program Light Up The Dream untuk masyarakat di Papua Selatan,” urai Heri Sutikno.

Realisasi dari rantai manfaat tersebut langsung dieksekusi pada hari yang sama. Siang itu, aliran listrik resmi menyala secara simbolis di SMP Al Khadijah guna mendukung peningkatan kualitas fasilitas pendidikan.

Pemilihan lokasi peluncuran di Yayasan Rohmatul Ummah Al Khodijah juga sejalan dengan napas sosial program ini. Lembaga yang memadukan kurikulum pendidikan formal dan pesantren tersebut tercatat aktif mengasuh serta menyalurkan santunan kepada 996 anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak sekadar mengakhiri gelap di pelosok desa. Lebih jauh, akses energi yang merata diproyeksikan mampu mendongkrak roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan secara berkelanjutan. (Rizki)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version