News

Trafik Data Melonjak, Indosat Andalkan AI Jaga Stabilitas Jaringan

Jakarta – Kabarlagi.id. Konsumsi digital masyarakat Indonesia meroket tajam saat momen pergantian tahun. Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mencatatkan lonjakan trafik data double-digit sebesar 15 persen secara nasional selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, sebuah angka yang melampaui prediksi hari biasa. Kenaikan ini tak lantas membuat layanan tersendat; infrastruktur cerdas yang disiapkan di ribuan titik strategis berhasil meredam lonjakan tersebut dengan stabil.

Stabilitas jaringan di tengah badai trafik ini tidak terjadi secara kebetulan. Indosat mengandalkan Digital Intelligence Operations Center (DIOC), sebuah pusat operasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memantau denyut jaringan secara real-time. Teknologi ini memungkinkan penyesuaian kapasitas dilakukan secara adaptif seketika saat kepadatan trafik terdeteksi. Hasilnya, pengalaman streaming video dan gaming pelanggan tetap mulus, bahkan di destinasi wisata utama yang dipadati pengunjung.

“Pertumbuhan trafik data bukan sebatas indikator teknis, melainkan gambaran nyata tentang perkembangan ekonomi digital Indonesia,” tegas Desmond Cheung, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, Selasa, (06/01/2026).

Desmond menuturkan bahwa pola konsumsi data kini telah bergeser. Lonjakan tidak lagi eksklusif milik kota-kota metropolitan, melainkan meluas ke area wisata, pusat ekonomi baru, hingga daerah yang sebelumnya minim aktivitas digital. Ia memastikan, dukungan AI di DIOC membuat tim teknis mampu memitigasi potensi gangguan lebih cepat, sehingga pelanggan IM3, Tri, dan HiFi tetap dapat menikmati koneksi andal di mana pun posisi mereka.

Geliat aktivitas digital ini terlihat merata di berbagai pulau. Di area Jabodetabek dan Jawa, lonjakan trafik tertinggi terekam di Bogor, Sukabumi, Garut, Bandung, hingga Klaten. Sementara itu, wilayah luar Jawa seperti Lampung Selatan, Kota Denpasar, Kotawaringin Timur, hingga Gowa dan Bulukumba di Sulawesi Selatan juga mencatatkan kenaikan signifikan. Dominasi penggunaan data tersedot oleh lima aplikasi raksasa: TikTok, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan YouTube.

Infrastruktur fisik pun terus dipertebal untuk menopang beban tersebut. Indosat kini mengoperasikan lebih dari 208.000 BTS 4G—tumbuh 7,7 persen dibanding tahun lalu—serta memperluas jangkauan 5G di 1.404 titik di seluruh Indonesia.

Fokus Pemulihan di Wilayah Bencana

Di sisi lain, euforia pergantian tahun tidak mengalihkan fokus Indosat dari misi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana, khususnya Aceh. Percepatan pemulihan infrastruktur telekomunikasi terus dilakukan demi menjamin akses informasi dan koordinasi vital bagi warga serta tim relawan.

Hingga saat ini, tingkat pemulihan jaringan Indosat di Provinsi Aceh telah mencapai angka krusial 97,5 persen. Personel teknis tambahan diterjunkan ke lokasi, didukung koordinasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta BNPB untuk prioritas pasokan bahan bakar dan pembukaan akses ke wilayah terisolir. Posko Pemantauan di Jakarta, Medan, dan Aceh pun terus siaga, memastikan konektivitas pulih sepenuhnya seiring berjalannya fase rehabilitasi. (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version