73 Personel Gabungan Siaga Amankan Pasar Malam HUT Merauke Hari Ke 3
News TNI & Polri

73 Personel Gabungan Siaga Amankan Pasar Malam HUT Merauke Hari Ke 3

Merauke – Kabarlagi.id. Riuh rendah perayaan Hari Jadi ke-124 Kota Merauke di Lapangan Kapsul Waktu tetap terjaga kondusif meski dipadati ribuan pengunjung. Memasuki hari ketiga penyelenggaraan pasar malam pada Rabu (11/02/2026), sebanyak 73 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan pesta rakyat ini bebas dari gangguan keamanan dan ketertiban.

Operasi pengamanan ini dipimpin langsung oleh KBO Samapta Polres Merauke, IPTU Agustinus Sampe Marrung. Kekuatan personel tidak hanya bertumpu pada Polri, tetapi juga melibatkan sinergi dari unsur TNI, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan (Dishub) Merauke yang disebar ke berbagai titik vital di area kegiatan.

“Kami akan memastikan bahwa acara ini berjalan lancar dan aman,” tegas IPTU Agustinus Sampe Marrung di Lapangan Kapsul Waktu, Merauke, Rabu, (11/02/2026).

Petugas di lapangan tidak sekadar berjaga statis. Mereka dibagi menjadi beberapa unit untuk menyisir area dalam pasar malam guna mengantisipasi potensi gesekan antar-pengunjung maupun tindak kriminalitas di tengah keramaian. Sementara itu, di akses jalan utama, personel Kepolisian dan Dishub bahu-membahu mengatur arus lalu lintas yang mulai merayap seiring memuncaknya kedatangan warga pada malam hari.

Langkah preventif ini merupakan bagian dari komitmen Polres Merauke dalam meningkatkan standar keamanan wilayah selama rangkaian hari jadi kota berlangsung. Kehadiran aparat di lapangan terbukti efektif memberikan rasa tenang bagi keluarga yang membawa anak-anak mereka menikmati berbagai wahana dan kuliner yang tersedia.

Agustinus menambahkan bahwa pihaknya akan terus bersiaga dan melakukan evaluasi pengamanan secara berkala. Fokus utamanya adalah memastikan masyarakat Merauke dapat merayakan hari bersejarah kotanya dengan nyaman tanpa rasa was-was.(Rizki)

administrator
Jurnalis, Videografer & Founder Klik Ternak. 2+ thn pengalaman menyatukan teknologi & visual storytelling demi edukasi peternakan yang inspiratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *