Menu ✖

Mode Gelap
Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T Capaian Program Hunian dan Pengelolaan Sampah, Merauke Sabet Dua Penghargaan Kemendagri

Goverment · 11 Feb 2026 14:17 WIT ·

Merauke Raih Predikat B di SAKIP Award 2025


					Merauke Raih Predikat B di SAKIP Award 2025 Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Kabupaten Merauke akhirnya memutus rantai predikat stagnan dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Setelah bertahun-tahun tertahan di nilai C, Bumi Anim Ha resmi menyabet predikat B pada ajang SAKIP Award 2025, sebuah lompatan signifikan yang menandai babak baru efektivitas birokrasi di ujung timur Indonesia.

Capaian ini menempatkan Merauke dalam deretan 17 daerah terpilih di Indonesia yang mendapat apresiasi langsung dari pemerintah pusat. Kenaikan kelas ini dipandang sebagai buah dari kepatuhan terhadap regulasi serta kerja kolektif yang melibatkan seluruh lini pemerintahan, bukan sekadar prestasi individu pucuk pimpinan.

“Kita harus menjaga keseimbangan, misalnya antara opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dengan kinerja nyata. Saat anggaran dipertanggungjawabkan, maka kinerja aparatur juga harus mendukung agar ada manfaat yang langsung dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze di Kantor Bupati Merauke, Rabu, (11/02/2026).

Gebze menjelaskan bahwa selama ini pengelolaan keuangan daerah seringkali hanya fokus pada laporan performa administratif. Namun, dengan diraihnya predikat B, Merauke menunjukkan bahwa sistem kinerja aparatur mulai selaras dengan penggunaan anggaran. Hal ini menjadi krusial agar setiap rupiah yang keluar dari kas daerah benar-benar terkonversi menjadi program yang menyentuh kebutuhan publik.

Dalam penjelasannya, ia merinci bahwa perbaikan dimulai dari hulu, yakni pada penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pemerintah daerah kini lebih memperketat penentuan sasaran, tujuan, hingga Indikator Kinerja Utama (IKU) agar tidak terjadi pemborosan program yang tidak tepat sasaran.

“Poin utamanya adalah peningkatan kinerja ke depan dan ketepatan program kegiatan yang akan berdampak kepada masyarakat. Dengan demikian, pada tahun-tahun mendatang saat dievaluasi kita bisa meraih predikat yang lebih baik lagi,” pungkas Gebze.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi bagi aparatur di Merauke untuk bekerja lebih optimal sesuai visi misi daerah. Fokus kini beralih pada konsistensi monitoring dan evaluasi di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan pelayanan publik tetap prima dan transparan. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga

6 Oktober 2026 - 09:43 WIT

TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar

4 Oktober 2026 - 21:55 WIT

KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif

2 Oktober 2026 - 21:37 WIT

Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

2 Oktober 2026 - 21:13 WIT

Capaian Program Hunian dan Pengelolaan Sampah, Merauke Sabet Dua Penghargaan Kemendagri

2 Oktober 2026 - 18:49 WIT

Demokrasi Masuk Era AI, Akademisi Ingatkan Bahaya Manipulasi Informasi

30 September 2026 - 23:18 WIT

Trending di News